Sunday, May 06, 2018

Bilal : 26 Bulan


Bilal di usia yang kedua tahun 2 bulan ini alhamdulillaah makin cewewet alias bawel. Kosa katanya makin banyak, bukan cuma menyebutkan ujung-ujung kata aja. Sudah bisa tanya, “enek ana? Kakak ana?”, kalau ditanya sudah ngerti menjawab “kakak kuwah (sekolah), enek giii (pergi)”. Sudah bisa minta macem-macem, kadang bahasanya bisa dimengerti, kadang ngoceh sendiri dalam bahasa entah apa.

Sudah bisa teriak dan ngelawan sama kakaknya, sering ujungnya dia kalah dan nangis tapi udah bisa banget deh mempertahankan maunya. Kadang kabur, kadang dipegang kenceng-kenceng. Sukanya main di balik kursi sama kakak, kalo udah ngerusuh berdua seru banget ketawa cekikikan. Apalagi kalo urusan loncat-loncat di kasur dan dari kasur, udah kompak pake banget. Hhhh...

Giginya alhamdulillah udah hampir lengkap, sisa taring bawah kanan belum keluar. Geraham kedua juga belum keluar semua. Berat badan ya cukuplah, walaupun untuk sepantaran Bilal agak kurang. Apalagi kalo lihat berat badan kakaknya dulu. Hehehe... Masalahnya masih di makan, cuma mau makan bubur instan, nasi kadang-kadang banget. Buah sering dilepeh, sayur yang lahap cuma wortel dan brokoli. Sungguh, saya berharap semakin besar makannya makin pintar seperti Alif. Bilal lebih suka ngemil, suka roti, coklat dan yang manis-manis, kebalikannya Alif. Tapi kalau menunya mie, lahap bener.. Waktu hamil emang saya doyan bener sama mie, nampaknya menurun ke Alif Bilal 😅

Kalau pada nanya, Bilal udah di sapih belum? Ini masih proses, makin kenceng nyusunya, makin ngamuk kalau dijelaskan udah nggak boleh nenen, kalo dilarang sampe guling-gulingan mengarah ke ngamuk tantrum. Saya masih nunggu waktu yang tepat dan masih nyari cara supaya setidaknya Bilal agak ikhlas melepas nenennya. Karena saya perhatiin ini sungguh jauh lebih susah daripada Alif 😔

Milestone menurut kpsp gimana? Skor 9, alhamdulillaah. Imunisasi lengkap, motorik halus bagus (kata emaknya sih. Hahaha...), motorik kasar juga berkembang dengan baik. Nendang dan lempar bola bisa, mengayuh sepeda sudah mulai mau dan bisa sedikit-sedikit, bikin lego / balok besar sudah mulai bisa, pegang pensil / crayon juga sudah bagus. Musikalisasinya menurut kangmas Bilal cukup menonjol. Lebih sensitif sama musik dan nada, suka nyanyi-nyanyi walau lagu apa entah nyambung sama lagu apa dan lirik suka-suka. Kalo denger musik otomatis goyang dan aduh itu jogednya bayik banget. Kalo kakaknya dulu cool bener, Bilal mah bayiiiik deh.

Apalagi ya? Kayaknya sekian dulu update-an dari mamak yang moodnya buat update blog benar-benar kacau. Next akan update milestone Alif, Bilal, cerita Alif sekolah dan lain-lain. Semoga saja tidak malas. Aamiiin...

Saturday, March 17, 2018

Tentang mata

Haiyaah judulnya nggak banget. Maafkan, mamak lagi dilanda galau akibat mata. Sebenernya saya sudah menyiapkan diri cukup lama untuk kemungkinan ini, tapi tetap saja, sebagai ibu, saya merasa sedih dan sedikit terpukul.

Kemarin, (Jum’at 16032018) Alif dan Bilal saya bawa konsul ke dokter mata. Untuk Bilal merupakan yang kedua kalinya, sedangkan Alif yang pertama kali, walaupun ketika Bilal diperiksa beberapa waktu yang lalu Alif ikut menemani. 

Kenapa anak masih piyik gitu kudu periksa mata? Pertama, Alif dan Bilal lahir premature yang mana besar kemungkinan beberapa syaraf dan beberapa hal dari tubuhnya belum siap dan belum sempurna ketika lahir, salah satunya adalah syaraf di retina mata. Seharusnya, beberapa hari setelah dilahirkan, bayi premature menjalani serangkaian tes seperti tes pendengaran dan tes ROP (Retinopathy of Prematurity). Karena Alif dan Bilal tidak hanya lahir premature tetapi juga dengan keadaan yang kurang cukup baik, ketika itu saya mengabaikannya. Terutama Alif, karena jujur saya dan abahnya tidak punya cukup biaya untuk membawa Alif tes kesana kemari. Kami cukup habis-habisan untuk biaya perawatan Alif di NiCu dan perina, juga kami nggak mau menyusahkan orang tua lagi. Sambil berdoa banyak-banyak dan terus observasi, saya berharap Alif tidak memiliki masalah pada retinanya dan juga pendengarannya. Alhamdulillaah, perkembangan Alif sangat bagus sehingga saya tidak terlalu khawatir.

Untuk Bilal, kejadiannya sama persis. Tetapi ketika itu, di RS sudah tersedia test pendengaran dan untuk test pendengaran Bilal dinyatakan baik. Lagi-lagi saya alpanuntuk urusan mata, ketika usia 3 bulan saya melihat bola mata Bilal sedikit aneh, maka saya memeriksakan Bilal ke spesialis retina mata dan alhamdulillah syaraf mata juga retinanya bagus, tidak mengalami ROP. Ketika saya periksa ROP dokter menyarankan untuk evaluasi sekitar setahun kemudian, juga untuk Alif agar diperiksa matanya karena anak yang terlahir premature rentan terkena myopi, astigmatisma dan hypermetropi. Saya iyakan, namun belum ada rencana apa-apa. Sampai belakangan ini Alif sering sekali menonton langsung di depan televisi, jaraknya dekat sekali. Jika diberitahu, akan mundur tapi nggak lama maju lagi. Mamak dan nenek sampe bosan kasih taunya. Feeling saya mulai nggak enak, saya mau daftar dokter tapi masih menyiapkan diri. Sampai beberapa hari lalu.

Kangmas bilang ke saya kalau matanya Bilal agak aneh, sedikit juling. Tapi cuma sebentar dan nggak terlalu jelas. Saya langsung dheegg. Saya juga pernah lihat mata Bilal seperti nggak fokus, tapi nggak saya acuhkan. Saya tes dengan meminta melihat ke arah jari saya pandangannya baik-baik saja. Waktu kangmas bilang gitu saya mulai aware, saya perhatiin banget. Dan memang kadang ada saat dimana seperti agak juling. Langsung parno, bikin appointment ke dokter mata anak. Untuk Alif dan Bilal. Sebenrnya kangmas lagi nggak bisa nemenin karena keluar kota, tapi saya bulatkan tekad, lebih cepat lebih baik. Jadi saya minta temani sama mama.

Pagi-pagi Alif harusnya sekolah dulu, tapi saya skip. Saya biarkan mereka tidur biar tidak cranky karena ngantuk di dokter nanti. Tapi nyatanya tetep aja rusuh, walau nggak cranky. Kami datang agak terlambat, setelah daftar langsung naik ke lantai 3. Oiya, saya periksakan ke JEC menteng, saya pilih RS yang dekat dari rumah dan reviewnya kredibel. Saya nggak mau main-main sama mata, apalagi mata anak-anak.

Di lantai 3, Alif dan Bilal diperiksa dulu pakai alat yang ditempelkan ke muka itu, yang jidat dan dagu harus nempel di ruangan BDR. Susah boook, anaknya nggak bisa diam dan kedip-kedip mulu. Apalagi Bilal, tapi pas pemeriksaan awal Bilal lebih kooperatif. Setelah periksa pakai alat, Alif diminta membaca huruf-huruf dan angka. Tapi Alifnya malaaas, katanya jauh, Alif nggak kelihatan. Alif maunya yang besar aja. Ya kaliii hurufnya gede semua terus. Sampe petugasnya agak stres juga sama Alif dan bilang, nanti di cek lagi kok pastinya. Setelah itu, dikasi obat tetes mata supaya retinanya membesar. Again, drama kalo si Alif. Sampe dipegangin 3 orang karena nangis meronta dan nggak mau buka mata. Kalo Bilal cenderung smooth cukup emaknya yang pegangin. 


Habis itu harus nunggu 15 menit (yang mana jadi 30 menitan) sampai retinanya membesar. Setelah retina membesar di cek pakai alat lagi. Alif sukses, Bilal gagal. Sampe ganti alat sampe 3x, baru berhasil testnya. Ampun deeeh...

Habis itu langsung ke ruangan dokter, dan Alif di cek pakai kacamata. Dokternya sayangnya bukan tipe yang sabar banget sama anak-anak, apalagi sama anak nggak bisa diem kayak Alif. Saya bisa lihat beliau geregetan dan menahan nafas pas alif lepas-lepas kacamata, nggak mau baca, pegang-pegang lensa, pencet-pencet alat dan senter, juga rebut-rebut alat apalah itu. Kalau Bilal belum bisa test pakai lensa, ditest pakai senter yang di kedip-kedip dan di goyangkan.

Hasilnya...

Alif mata kanan minus 1,25 silindris 3, mata kiri minus 2,00 silindri 2,25. Kondisi syaraf dan retina bagus.
Bilal diagnosanya exotropic interminttens. Kondisi retina bagus.

Saya sudah feeling, tapi nggak nyangka segede itu minusnya. Saya udah feeling, tapi tetep berusaha denial kalau Bilal baik-baik aja.

Kalau ditanya sebabnya apa, banyak. Keturunan, premature, sampai gadget. Untuk Bilal, premature, dan otot matanya yang memang kurang kuat. Tapi dokter bilang, nggam usah dicari-cari penyebabnya ap. It happend. Lebih baik fokus bagaimana memperbaiki, mengobati agar tidak semakin memburuk, agar maksimal perawatannya sehingga makin membaik.

Untuk Alif, harus pakai kacamata. Untuk Bilal, di terapi dengan eye patch, sehari 2 jam bergantian mata kanan dan mata kiri. Tv dan gadget di batasi. Tidak di resepkan vitamin ataupun obat tetes. Fiuuuhhh.... Kata dokter, keadaan bisa membaik bisa memburuk, walaupun sudah diterapi. Karena kita nggak tau keadaan otot dan syaraf-syarafnya gimana. Kita berdoa saja semoga dengan terapi eye patch tidak sampai terjadi lazy eyes, otot matanya juga makin baik dan bisa fokus. Seandainya makin buruk (naudzubillah min dzalik), opsi terakhir adalah operasi. Huhuhuhuuu... 😭

Tadi malam sudah di coba ke Bilal eye patchnya, tapi Bilal nggak betah dan dilepas terus. Hiks... Hanya tahan satu jam, itupun belasan kali lepas tempel. Semoga besok-besok sudah mulai betah. Dan Alif, saya lagi browsing juga tanya-tanya kacamata yang aman dan nyaman untuk anak aktif macam Alif. 

Doakan dapat ya.. Doakan semuanya baik-baik saja.
Insya Allah evaluasi 6 bulan lagi, semoga makin membaik. Aamiin..

Tuesday, March 06, 2018

My 2nd born on his 2nd birthday

Siapa yang ulang tahun siapa yang heboh. Hahahaha... Si kakak Alif nih kan lagi seneng menghitung hari, mengingat hari dan tanggal, dia sekarang pokoknya kalo ada apa-apa dihitungin terus deh. Bunda kalo maret kan ulang tahun Bilal ya, tanggal berapa bunda, masih berapa hari lagi bunda? Semangat bangeeet... Pas hari H, dia nggak kalah heboh...


Di sekolah udah bilang sama bu guru kalau Bilal ulang tahun. Padahal, bundanya belom bungkus kado. Lupa banget, kado-kado udah disiapin tapi belom dibungkus. Jadi pas Alif sekolah saya pulang dan bungkusin kado, terus di umpetin dulu. Mana Bilal udah heboh mau sama bunda, keteteran mama jagain Bilal. Pulang sekolah ganti baju, terus nek ii nya kepengen jalan lihat kue. Jadi habis ganti baju, ngemil, kita ngebajaj ke kampus nek ii. Nungguin nek ii lama, jadi saya dan Bilal jemput ke atas. Alhamdulillaah pas udah mau turun juga. Dari situ langsung ke Sylvie, yang pilih kuenya malah si kakak. Mau yang banyak buah katanya. Terus pulang, jajan bakso dulu deh.

Sampe rumah, kuenya di kulkasin. Si Bilal heboh, mau kue maka dia buka kulkas dan tarik kue dari kulkas sampe ngegabruk. Hasilnya si kue miring dan begitulah penampakannya, liat aja foto-fotonya 😅😅

Habis nek ii pulang, tidur siang dulu sebentar. Bangun mandi dan pakai baju kembaran. Yeaaay, baby shark. Tunggu abah pulang, tunggu om Nang datang. Laluuu, foto-foto, potong kue, dan bagiin ke anak-anak kos. Nggak lupa tiup lilin yang berkali-kali, drama rebutan kado, bahkan kado Bilal Alif yang bukain. Heboh bangeet, alhamdulillaah Alif dan Bilal seneng walau cuma di rumah aja dan sama keluarga... 😊

Selamat bertambah umur dear Bilal Abimanyu Al Banna, anak sholih bunda, bayi kecil kesayangan semua. Semoga selalu dalam keadaan sehat wal afiat, tumbuh berkembang dengan baik, menjadi anak sholih, qurrata a’yun, hafidz alqur’an, berbudi pekerti yang baik dan santun. Semua doa yang terbaik selalu bunda panjatkan untuk Bilal...



















Tuesday, February 13, 2018

AlifBilal : Update Hfmd dan Varicella

Badai hampir berlalu, alhamdulillaah.. Mulai hari ahad (11-02-2018) sore Bilal sudah mulai mau makan bibur separo. Lalu malamnya Alif minta telor ceplok, saya bikinin telor ceplok pake bawang goreng dan kecap, alhamdulillaah Bilal juga mau ikutan makan walau belum terlalu banyak, tapi alhamdulillaah udah ada yang masuk.

Senin dini hari (12-02-2013) Alif Bilal belum tidur, Alif lapar lagi katanya. Karena cuma ada lauk pedes, jadi mau nggak mau saya ceplokin telor lagi, karena anaknya juga minta itu lagi. Daaaan Bilal mau ikutan makan lagi. Alhamdulillaah ya Allah... Setelah kenyang makan baru pada tidur, dan bangun siang banget.

Alhamdulillaah Bilal sudah mulai rusuh lagi, ketawa-ketawa, celoteh-celoteh. Sudah bisa minta vitamin, sudah seneng minum madu lagi. Sudah bisa minta macam-macam lagi, sudah bisa nyengir dan gangguin Alif. Alif udah bisa bikin mamaknya darah tinggi lagi. Haduh anak itu enakan dikit aja tingkahnya masya Allah...

Ruam-ruam Alif alhamdulillaah sudah mengering, sudah coklat-coklat gitu. Yang lukanya juga udah mulai kering. Kalo dilihatin sih masih sedih banget banget, apalagi kalo pas makein sabun dan lotion. Itu geradakan kasar banget, sedih banget. Tapi lagi-lagi alhamdulillaah, sudah mulai sembuh, tinggal pemulihan dan di rawat lagi biar mulus.


Bilal juga alhamdulillah sudah mulai kering cacarnya. Masih ada satu-dua yang melenting, tapi over all sudah nggak parah. Di pantatnya nggak jadi muncul, jadi kemarin cuma bruntus merah dikit. Di badannya juga alhamdulillaah nggak ada sama sekali. Cuma di kaki sampe paha, tangan sampe siku, leher, pipi dan telinga dikit. Kalo saya inget dulu waktu cacar, sampe punggung dan perut melentingnya, serem banget. Mungkin karena sudah vaksin, alhamdulillah nggak sampe parah.


Tadi juga abahnya pulang udah pada lari nyambut, minta naik motor, terus udah bisa ketawa-ketawa. Masya Allah, walaupun masih belum sembuh total, saya udah seneng banget lihatnya. Saya parno kalo sampe lama banget gitu sakitnya, duh nggak kebayang rewelnya anak-anak kayak apa. Kasihan kangmas juga, kepikiran dan keganggu istirahatnya kalo pas anak-anak rewel.

Semoga habis ini pulih total dan selalu sehat ya naaak... Aamiin...


Saturday, February 10, 2018

AlifBilal : Hfmd dan Varicella

Holaaaa... Bulan Februari 2018 ini Alif dan Bilal sakit lagiiii. Hiks... Baru desember kemarin sakit flu singapore (ceritanya disini), sekarang udah sakit lagi. Baru aja pipinya berisi sedikit, sekarang tirus lagi. Berasa nggak guna bangetbdeh saya jadi ibu, anaknya sakit terus. Tapi siapa juga kan yang mau anaknya sakit. Emang lagi musim dan emang virus bakteri jaman sekarang itu luar biasa jahatnya...

Jadi, hari selasa (06-02-2018) sore, Alif tiba-tiba anget badannya. Suhu 37,8, langsung saya kasihin paracetamol. Dan Alif yang emang pas sianh tidurnya cuma sebentar bilang kedinginan, pusing. Akhirnya Alif nonton di depan sambil baringan di kursi ijo dan selimutan. Disitu Alif tidur agak lama. Pas bangun turun demamnya, makan lalu minum obat lagi. Nggak ada firasat apa-apa, kata abahnya mungkin mau pilek dan lagi stres soalnya diomelin mulu. Iya, saya emang lagi gampang banget ngomel 😔

Hari rabu Alif nggak sekolah karena masih demam, muncul bruntus di sekitar mulutnya. Lalu pas habis mandi sore tiba-tiba bilang kaki Alif gatal. Itu telapak kakinya merah, muncul bercak-bercak. Udah dikasi minyak, dibedakin, masih aja teriak-teriak gatal. Ditepuk-tepuk, dikipasin, malah nangis dan ngeringik gatal. Akhirnya karena kasihan saya kasih obat alergi. Itu juga nggak ngaruh, garuk-garuk terus. Nggak lama muncul bruntus di kaki juga tangan, tapi yang gatal cuma yang di kaki. Sampe saya kasih kaos kaki masih gelisah gatal. Malamnya, udah ngantuk banget karena efek obat, tapi nggak kunjung tidur dan kaki digesek-gesekin terus. Sampe jam 6an baru bisa tidur.


Kamis pagi setelah Alif tidur saya lihat bruntus dan ruam merah banyak banget di tangan dan kakinya. Langsung bikin appointment sama dokter, siangnya ke dokter dan diagnosanya flu singapore lagi. Kali ini ruamnya banyak banget tapi luka sariawan di mulutnya nggak terlalu banyak. Alif cuma ribut gatal, makan masih mau dan banyak walau sambil minum karena agak sakit nelannya. Di resepin isprinol lagi dan cetirizin untuk gatal-gatalnya, plus bedak salycil. 

Belum 2 bulan, udah kena lagi dan kali ini parah banget. Lihatnya sedih banget kayak anak yang tinggal di daerah kumuh, kulitnya lepuh, bruntus, merah-merah, bentol, luka. Sampe di dagu, bawah bibir, ada bruntus dan luka. Pipinya bruntus, bawah matanya juga bruntusan. Mana dermatitis numularisnya baru aja sembuh. 😭😭😭



Pulang dari dokter, ternyata Bilal mulai anget dan mulai ada bercak merah di tangannya. Cek mulutnya, udah ada sariawan kecil-kecil. Ketularan lagi nih batin saya. Ya sudahlah ya, semoga aja sariawan banyak biar nggak drama kayak pas desember kemarin. Langsung bikin appointment buat jum'at siang sama dokternya Bilal. Bilal udah mulai rewel dan nangis terus. Nggak mau makan, tapi masih mau madu dan susu.

Jum'at dini hari giliran Bilal yang nggak bisa tidur. Nangis ngamuk, kejer, kaki di gesek-gesekin. Gedruk-gedruk. Mulai ada bruntus kecil-kecil di kaki dan tangan. Dan ada sariawan kecil-kecil di dekat kerongkongan. Nyusu mulai sedikit-sedikit dan berenti nangis ketika capek ketiduran.

Jum'at siang (09-02-18) ke dokter berduaan sama Bilal, Alif di ajak neneknya ke Bank biar mau ditinggal. Ketika di cek sama dokter ternyata Bilal bukan kena flu singapore, tapi kena cacar air. Dhuaaarr. Bilal udah vaksin varicella loh, tapi kok masih bisa kena cacar? Dan kok bisa kena cacar? Kena dimana? Well, kata dokter kalaupun udah vaksin tetep ada kemungkinan kena, tapiiii yang udah vaksin insya Allah nggak separah yang belum vaksin. Biasanya nggak sebanyak yang belum vaksin. Semoga saja..

Di RS ketika nunggu kasir yang lama banget itu Bilal udah mulai rewel. Minta somay tapi dilepeh karena sakit. Mau nyusu tapi dipegangin aja, ditutup nggak boleh, sampe akhirnya nangis ngamuk. Syukurnya setelah itu langsung pulang dan di bajaj nggak lama Bilal bisa tidur. Bilal di resepin salep acyclovir. Obat minumnya puyer dan candistin untuk sariawannya.

Sampe rumah Bilal ngamuk, nangis kejer terus. Udah mulai nggak mau nyusu. Nggak mau makan. Nggak mau minum. Minum obat yang biasanya dia seneng, minum madu yang biasanya minta terus, nggak mau. Nangis ngamuk, bahkan pas malem nangis ngamuk nggak bersuara sampe biru banget bibirnya. Duh gusti...



Lalu bentol-bentol cacarnya mulai membanyak dan membesar. Saya perhatiin nggak semua bintil cacarnya berair dan besar-besar, semoga aja nggak sampe pecah dan menyebar banyak. Semoga nggak nular ke abahnya karena abah belum pernah kena cacar, semoga nggak nular ke kakaknya juga. Aamiin ya Allah..

Tadi, (sabtu dini hari, 10-02-2018) bilal maunya minum mogu-mogu beberapa suap, mie sekitar 10 cm lah mau masuk mulutnya. Nyusu langsung sesekali mau. Tapi masih gelisah gatal kakinya di gesek-gesek terus. Masih nangis ngamuk karena nggak bisa nyusu dengan enak, jadi lagi-lagi tidur karena capek nangis sambil megangin dada emaknya. 

Kalo kakaknya alhamdulillah masih banyak makannya dan udah balik lagi nggak bisa diam (tadi malah ngelipet kasur abahnya lalu ngedorong box bayi ke depan tivi di kamar lalu ngedapang di dalemnya), adeknya nangis dan ngereng terus. Masya Allah rasanya. Pundak saya sakit banget, pinggang juga mau copot. Plus makan jadi kayak tukang bangunan banyak banget. Huehehehe...

Semoga badai virus ini cepat berlalu. Selain obat dokter, untuk ruam dan bruntus Alif saya olesin soother ointmen Beauty barn, ganti-gantian sama yleo lavender yang di dilute banyak-banyak. Alhamdulillaah udah mulai kering, semoga cepet kering dan nggak sampe berbekas. Sediiiih banget lihatnya. Untuk bilal saya belum berani olesin yleo karena masih berair, nantian aja deh. Jadi di kamar itu diffuse purification dan thieves ganti-gantian. Oles thieves juga ditelapak gantian sama lavender. Untuk sariawan di olesin copaiba, gantian sama aloclair spray. Alhamdulillaah sariawan Alif nggak sebanyak yang pas desember dan lebih cepet sembuh. Semoga sariawan Bilal juga cepet sembuh, jadi mau makan lagi. Semoga habis ini semuanya sehat, nggak ada ketularan sakit macam-macam lagi. Aamiiin yaa robbal 'aalamiin...

Tuesday, February 06, 2018

Cerita tentang Oma Lena

Kemarin, senin 5 februari 2018, salah satu kerabat yang juga merupakan orang yang berjasa besar dalam hidup mama, dalam hidup saya, berpulang ke rahmatullah. Memang beberapa tahun terakhir beliau diketahui mengidap kanker payudara, tetapi payudara sudah di angkat, sudah kemo, dan dinyatakan sehat. Beberapa waktu yang lalu terdengar kabar beliau di rawat di rumah sakit karena paru-parunya terendam cairan, tetapi alhamdulillah membaik. Jadi ketika pagi-pagi buka whatsapp grup keluarga ada berita duka, saya tercenung. Ternyata, setelah keluar dari RS oma Lena bernazar, kalau uang pensiunnya turun beliau mau umroh. Kemudian beliau pergi unroh bersama saudara-saudaranya. Qodarullah, pulang umroh oma Lena sesak nafas, di larikan ke RS, kemnudian berpulang untuk selama-lamanya. Memang, usia manusia sudah di takdirkan sejak di tiupkan ruh, tetapi tetap rasanya sedih sekali. Apalagi, lagi-lagi saya nggak bisa ikut mengantar ke pemakaman 😭



Nama beliau lena zaenah, saya memanggilnya oma lena. Secara usia, oma lena hanya terpaut beberapa bulan lebih tua dari mama saya. Tetapi secara pangkat di keluarga, seharusnya mama memanggil tante ke oma lena. Karena ayahnya oma lena adalah adik beda ibu dari datuk kai. Which is, saya manggil ayahnya oma lena juga datuk (buyut). Karena mama dan oma lena seumuran, juga seangkatan, mama manggil oma lena dengan sebutan kak. Jaman dulu, tahun 80-90an itu panggilan oma masih jarang. Ketika diledekin bahwa beliau secara pangkat adalah nenek saya, dengan ceplas ceplos beliau bilang, "Nggk mau ye gue dipanggil nenek. Oma aje oma, ye?". Maka sejak itu saya dan adik saya memanggilnya oma Lena.

Oma Lena ini adalah orang yang cantik, cerdas, pintar, juga tahan banting dan bersemangat tinggi. Ayahnya oma Lena tidak kurang bertanggung jawab terhadap keluaraga dan meninggalkan keluarganya untuk kemudian menikah lagi. Oma Lena sebagai anak tertua merasa bertanggung jawab, selepas Smu oma Lena tidak melanjutkan pendidikan dengan kuliah, tetapi langsung bekerja. Qodarullah, memang orang baik selalu berjodoh dengan hal baik, beberapa tahun kemudian oma Lena bekerja di oil and gas company, yang mana udah pada tahu kan ya kalo di perusahaan minyak gaji, tunjangan dan kesejahteraannya pasti terjamin. Oma Lena kerja di Conoco, sekarang berubah menjadi Conocophillips. Hingga akhir hayat, oma Lena nggak pernah pindah kerja, cuma disana sampai saatnya pensiun beberapa waktu lalu.

Berkat kerja kerasnya, oma Lena berhasil menyekolahkan adik-adiknya hingga masing-masing mandiri dan menikah, membeli rumah untuk beliau dan ibunda beliau tinggal, juga masih menanggung keponakan-keponakannya. Sungguh, beliau wanita tangguh. Saya kagum dengan beliau. 

Tapiii, karena sibuk bekerja dan mencari uang untuk menghidupi keluarga, oma Lena hingga usia matang masih belum menikah. Ketika akhirnya beliau menikah, ibunda beliau luar biasa bahagia. Sayapun bahagia.. Beliau orang baik, cuma memang keras pembawaanya, karena kehidupan memaksanya menjadi seperti itu. Beliau juga macho, dari dulu rambutnya selalu potong pendek ala demi moore gitu. Terus gitu merokok. Coba bayangkan, tahun 80-90an, perempuan, rambut pendek, merokok, imagenya kayak apa. Tapi oma Lena cuek aja. Selama dia benar, kerja halal, keluarganya tercukupi, beliau nggak perduli apa kata orang.

Di akhir tahun 80an, kalau nggak salah tahun 1989, mama saya, sedang tidak bekerja. Sedangkan saya, adik saya, membutuhkan biaya yang nggak sedikit. Suatu ketika mama ketemu sama oma Lena dan bertanya, ada pekerjaan kah di Conoco yang bisa buat mama? Jadi cleaning service, jadi apa aja boleh selama halal dan bisa kasih makan saya dan adik saya. Sayangnya saat itu nggak ada, tapi oma Lena memberikan kartu nama dan mengenalkan dengan salah satu kenalannya, namanya tante saniah. Tante Saniah memberikan lowongan pekerjaan untuk mama, bukan di Conoco, tapi di Cpi atau Caltex Pacifix Indonesia, sekarang sih udah ganti nama jadi Chevron. Meskipun cuma pekerja temporer alias bukan pegawai, tapi alhamdulillah mama bisa bekerja di perusahaan yang baik dan bisa menyekolahkan saya dan adik saya hingga sarjana. Mama kerja di Caltex sampai medio 2013, setelah itu berhenti. Bukan karena mama mau berhenti, tetapi karena peraturan mentri Yacob Nuwa Wea ketika itu mengenai pekerja kontrak sehingga Caltex memutuskan untuk memutus hubungan kerja. 

Kembali ke cerita tentang oma Lena, kalau saja oma Lena tidak mengenalkan mama ke tante Saniah, mungkin mama nggak bisa bekerja di perusahaan yang bagus. Mungkin mama entah akan kerja apa, dan saya serta adik saya mungkin tidak bisa sekolah di sekolah yang baik, memiliki kehidupan yang alhamdulillah baik tidak kurang satu apapun. Memang rezeki sudah di takdirkan oleh Allah, setiap yang lahir sudah ada garis rezekinya, tetapi tugas manusia tetaplah mencari rezeki tersebut, di jalan yang halalan thoyyiban. Oma Lena, sungguh sangat berjasa. Rezeki saya, keluarga kami, dibuka lewat oma Lena. Ketika itu, mama saya sudah desperate. Bahkan adik-adik nenek ketika itu tidak mengizinkan mama bekerja di tempat mereka (adik-adik almarhumah nenek ada yang mengelola tempat usaha) dengan alasan kasihan. Tapi apa tidak kasihan dengan saya dan adik saya yang butuh biaya? Sungguh Allah maha adil, mama di tolak bekerja oleh paman-pamannya, tapi Allah berikan pekerjaan di tempat yang lebih baik. Alhamdulillaah..

Oma Lena juga perduli dengan saya dan adik saya. Walau jarang bertemu, tapi ketara beliau perhatian dengan mama, nenek, juga ii. Pernah suatu waktu, mama saya harus pergi. Nenek tidak bisa di titipi karena ada acara, ii harus mengajar dan cuma bisa membawa saya. Papa nggak mau dititipin adik saya. Saat itu oma Lena berujar sambil tertawa, "sini bawa aja ke kantor gue, gue masukin laci ntar." Mama cuma ketawa, memang begitulah oma Lena. Menghibur, dengan caranya sendiri.

Dulu, hampir setiap lebaran saya, nenek, juga mama dan adik saya datang berkunjung ke rumah oma Lena di pesanggrahan sana. Naik bus, naik kopaja, berangkat pagi, sampe rumah malam. Dulu saya nggak paham, kenapa sih harus jauh-jauh kesana. Saya anak yang lebih demen main di rumah, jadi berpergian jauh, naik kendaraan umum itu sedikit membosankan untuk saya. Tapi bertahun kemudian saya tau, selain sebagai bentuk silaturahmi, itu juga bentuk kasih sayang dan penghormatan untuk oma Lena dan keluarganya.

Saya lupa kapan terakhir kali main ke pesanggarahan. Saya nggak ingat kapan terakhir kali bertemu oma Lena. Seingat saya di sebuah acara pernikahan, entah sudah berapa lama. Semenjak dewasa dan menua, juga semenjak nenek berpulang, saya jarang pergi jauh dan bersilaturahmi. Apalagi sejak punya Alif Bilal, perasaan saya cuma di rumah doang. Sedih, karena silaturahmi ke keluarga sangat berkurang. Ketemu oma Lena juga cuma di acara-acara, cuma sebentar. Beliau tetap cuek orangnya, tapi sudah berhenti merokok, sudah berhijab, sudah lebih perempuan. Saya kagum sekali dengan oma Lena, dan sangat berterima kasih. Tetapi ucapan terima kasih itu belum pernah terucap dari saya.

Hingga kemarin, tiba-tiba oma Lena berpulang. Saya sedih, nggak bisa ketemu lagi sama oma saya yang hippies itu. Nggak ada lagi candaan ceplas ceplosnya. Nggak ada lagi sosok machonya yang bikin saya kadang terperangah. Saya akan sangat merindukan oma Lena. Walau jarang bertemu, walau jarang bercengkrama, tapi saya punya satu sudut khusus untuk mengenang oma Lena.

Oma Lena orang baik. Sangat baik. Kemarin, ketika akan di makamkan di pemakaman keluarga di cipayung, ada longsor di puncak. Jalan di tutup, di alihkan. Saya udah berfikir macam-macam, tapi Allah maha baik. Perjalanan jenazah sangat lancar, sampai di rumah cipayung tepat waktu, lalu di makamkan, selesai pemakaman baru turun hujan. Masya Allah... :')

Selamat jalan oma Lena. Oma sudah nggak sakit lagi, udah nggak mikirin macam-macam lagi. Oma Lena udah tenang sekarang. Saya nggak akan lupain oma Lena, insya Allah amal baik oma Lena akan selalu menemani oma di dalam kubur. Semoga Allah lapangkan dan terangi kubur oma Lena, Allah tempat oma di tempat terbaik. Semoga nanti kita semua nanti ketemu lagi, berkumpul bareng-bareng di syurgaNya ya oma. Oma kalo ketemu enek titip cium ya buat enek, buat datok dijah juga. You'll be missed oma... 😘😘

Wednesday, January 24, 2018

33th Birthday


I'm going old. Hahahaha....

Alhamdulillah wa syukurillah, Allah masih kasih saya kesempatan untuk hidup, untuk sehat, Allah masih kasih saya umur dan kesempatan untuk memperbaiki diri. Alhamdulillaah...

Sebenernya, saya nggak expect macem-macem. Saya udah bilang sih, nggak usah pake kue-kuean. Udah tuaaa.. Malu sama umur. Tapi ternyata kangmas nyiapin surprise diam-diam. Seneng banget dia bikin istrinya tersipu malu. Jadi pas tanggal 23 itu kangmas pulang agak cepet, tapi sungguh saya nggak ngira dia bakalan mampir toko kue terus beli kue. Terus pake sandiwara segala. Aduh kalo inget, pengen ketawa. Sukses banget kangmas bikin kejutan dan saya nggak nyangka.

Kan dia pulang yah, kedengeran suara motor, anak-anak bukain pintu, terus baru saya. Ternyata (setelah surprise baru cerita) kalo udah sampe tapi matiin motor dari tengah gang, bawa masuk kue, taro di pojokan terus ditutupin jas ujan. Terus keluar lagi, nyalain motor dan buka gerbang seolah-olah baru dateng. Lalu menjelang tengah malam pas saya nyuci piring, seolah masukin motor ke dalem, dia sama bilal ambil kue dan taro di kamar sebelah, terus baru bawa motor ke dalam. Pake bantuin saya gembok pintu, padahal make sure kalo saya nggak ngeh ada kue. Demikian perjuangan kangmas demi bikinin saya surprise. Dan saya beneran terkejut. Dan terharu :')

Menjelang tengah malam, saya lagi kelonin Alif. Tapi terus Alif malah di bangunin. Alif bangun, ini bunda sekarang ulang tahun, ayo ucapin selamat. Alif, ya namanya Alif ya cuek bebek dan ketawa-ketawa. Lalu kangmas bilang, ayo kita ambil kuenya bunda. Jiaaah, pake kue juga. Lalu ke kamar sebelah lah kangmas dengan di ribetin AlifBilal untuk datang lagi bawa kue bentuk heart, dan lilin yang nggak mati-mati. Aduh saya jadi kayak abege, tapi bedanya kali ini di ricuhin anak 2 yang jejingkrakan niup-niup lilin.


Habis itu kan kuenya di simpen dulu ya di kulkas, setelah cerinya yang cuma satu-satunya itu langsung di caplok sama Alif. Pas abis nyimpen kue di kulkas, jengjengjengjeng, kangmas ngeluarin buket bunga. Isinya mawar putih dan mawar biru!!! 🌹🌹


Mimpi apa saya sampe dikasi buket bunga mawar. Seumur-umur baru kali ini dikasi buket bunga, warna kesukaan saya pula. Bahkan waktu nikah aja nggak ada pegang buket bunga, hahahaha... Kasian banget ya... 🤣 Terus saya girang banget deh pokoknya. Itu buket nggak ada yang boleh nyentuh. Pagi-pagi pas kangmas mau berangkat, saya yang masih bau iler dan belom mandi langsung foto-foto narsis sama si buket. Jadi maafkan lah kalo mukenye butek bener. 

Teruuuss, biasa deh di grup rameee... Di grup the narsis juga rame. Terus si ija kirim picture choco devil The Harvest. Saya bilang aja masa poto doang, aslinya mana. Ternyataaa sore-sore di meja teras ada kue dong dari The Harvest. Pasti si ija komala kerjaannya, ngakunya dari The Narsis. Bisa bener dah. Alhamdulillaah, seneng banget.. Makasiy loh ija 😘


Malemnya, Nang datang. Tapiii kangmas nggak bisa pulang cepet, pas kangmas pulang langsung deh foto-foto tiup lilin dan potong kue seperti biasa. Eniwei, yang ulang tahun bundanya, yang perebut tiup lilin dua bocah lucu menggemaskan itu. Abis itu kuenya di colok-colok dong sama Bilal. Ampoooon... 😂😂