Wednesday, February 10, 2016

Solusinya adalah manjat :D


Kemarin, Alif ribuuut aja minta playdoh yang saya simpen di atas kaca karena playdoh yang sengaja saya pisahin buat main-main udah pada kering dan nempel-nempel ubin. Tadi dia minta lagi, tapi masih belum saya kasih, apalagi saya abis bersihin ubin dari playdoy yang menempel dengan indahnya dimana-mana. Cukup bikin makmil yang hamil tua ini sakit pinggang.

Nah malam tadi pas saya masih makan, abahnya masih nonton, Alif yang sebelumnya sibuk berantakin telor-teloran dan buku-buku tiba-tiba nutup pintu kamar. Pikir saya, palingan pupup, kebiasaan banget dia mah. Nggak berapa lama Alif keluar dengan antusias dan nunjukin playdoh di tangannya dengan riang gembira. "Bundaaa.. Ni alif mainan playdoh. Ada bunda playdohnya, banyaak panjang, Alif bikin apa ya bunda."

Sepersekian detik saya mikir, playdohnya kan jauh di atas kaca. Gimana dia ngambilnya? Lalu saya tanya, Alif dapat dari mana. Diajaknya saya ke kamar dan nunjuk ke atas kaca, 
"Tuuu dari situ bunda."
"Waw... Alif ambilnya gimana, coba kasih tau bunda."
"Alif naik sini terus sini, gitu tuh naiknya."
*sambil nunjuk buffet*
"Coba dong bunda mau lihat gimana sih caranya."
"Gitu tu bunda, naik sini terus sini, tuuh.. Bisa kan bunda Alifnya."
"Iya anak bunda pintar, hati-hati ya turunnya."
"Iya bunda, Alif main playdoh ya bikin lempeng."


Ternyataaa, box mainannya di geser, lalu Alif naik ke atas box sebagai pijakan untuk naik ke buffet, dari buffet tinggal jinjit dikit dapat deh playdoh yang susah payah saya umpetin taro atas.

Amazed banget, kayaknya dari kemarin sampe tadi Alif mikir gimana caranya biar bisa ambil playdoh di atas kaca sana. Dan Alif bisa menemukan caranya, dengan cari pijakan dan manjat. Abahnya juga amazed, diminta ulangin lagi dan Alif excited banget ulanginnya. Sebagai penghargaan atas usahanya, saya biarin deh dia main dengan playdoh segitu banyak. Anaknya girang nggak ketulungan, bisa ambil yang diinginkan dengan usaha sendiri dan nggak dimarahin emaknya.

Saya?
Selain kagum dengan kemampuan problem solvingnya, kagum juga dengan keras kepala dan kegigihannya untuk berusaha mendapatkan apa yang diinginkan dengan cara yang positif. Masalah keras kepaladan gigih ini sih saya berasa ngaca. Hahahahaa....


Ah, anak 38 bulan saya sudah makin besar dan pintar.. Semoga makin pintar dan kreatif ya nak. Aamiin..

0 comments:

Post a Comment