Thursday, August 18, 2016

a woman heart is a deep ocean of secrets


a woman heart is a deep ocean of secrets

Kalimat the old Rose di film Titanic ini tiba-tiba terbayang, setelah seorang sahabat menceritakan isi hatinya yang dipendam belasan tahun lalu. Beberapa bulan lalu dia ada bilang, kalo kami ketemuan mau cerita sesuatu. Tapi ternyata waktunya nggak ada, saking penasarannya saya tagih lah di chat.

Awalnya dia hanya cerita tentang abang-abangan kami yang fake dan nyebelin, sampe dia sebel sama saya jugak. Ya emang saya nyebelin sih, suka belaga bego dan terlalu percaya sama laki. Percayalah, nggak ada hubungan abang ade yang pure abang ade kecuali terlahir dri rahim yang sama. Jadikan pelajaran wahai kisanak. Saya nggak sebel dia cerita gitu, cuma heran aja bisa kuat mendem perasaan sebel sekian lama. Hahahaha...

Lalu kemudian dia mengakui satu hal cukup bikin saya lumayan gonjang ganjing untuk beberapa menit, untungnya saya baca pas lagi nungguin alif sekolah. Bahwasanya dia adalah seorang secret admirer dari ex bf saya. Dan dia sungguh jatuh cinta sampai susah sekali move on. Dueeerrr!!!!

Mungkin kalo kejadian kayak gitu terjadi sama abege jaman sekarang, akan muncul vlog sambil nangis tersedu-sedu, atau adegan jambak-jambakan nggak mutu. Syukurnya saya abege jaman dulu yang sekarang sudah beranak pinak, jadi cuman syok sebentar lalu heran terus sebel.


Saya nggak sebel dia suka sama mantan saya itu, beneran. Saya sebel karena dia nggak cerita sedikitpun sama saya. Saya ngerasa nggak dianggep temen. Mungkin juga kalau dia ngaku saat kami masih jadi abege labil, dia takut kita jadi awkward atau saya mungkin musuhin dia, secara saya orangnya baper-an dan nggak bisa ditebak. Hahahaha... Syukur juga ceritanya sekarang, saat kami berdua sama-sama sudah jauh lebih matang dan dewasa, sehingga bisa menertawakan kebodohan masa lalu, walau ketawanya getir. Huehehehe....

Tapi jujur, nggak mungkin saya bisa musuhin dia even dia ngaku cinta setengah mati sama mantan lelaki saya. Dia termasuk satu dari sedikit sekali manusia di bumi ini yang nggak ninggalin saya waktu saya lagi bego-begonya, nggak ngejudge saya waktu saya lagi sakit jiwa, nggak ngejauhin saya ketika orang-orang memandang saya aneh, nggak ikut bergunjing di belakang saya ketika semua orang membicarakan ketololan saya. She's there. Always there. Even saya lagi tantrum, dia tetep cool. I just feel that i can't be fake with her. She knows me well. She's just like a sister that i never have. Dan saya nggak sebegitu bodohnya untuk membenci manusia yang sesebel-sebelnya sama saya masih mau temenan sama saya, masih mau dengerin bacotan saya, masih mau ngurusin saya, hanya karena seorang lelaki. I'll be a foolish person ever if i'm ever doing it.

Actually, saya juga ngerasa bersalah karena selalu cerita sama dia (karena hanya sahabat saya ini yang saya ceritakan tentang si ex bf, no one else), tentang apapun yang berhubungan dengan lelaki itu, tentang bagaimana saya nggak bisa menghilangkan rasa saya sama lelaki itu dalam jangka waktu yang lama, tentang bagaimana saya yang selalu pias ketika bertemu kembali dengan si lelaki karena jantung saya yang mencelos ke dengkul dan berdegub nggak karuan sampai kadang terasa sesak. Saya kadang meminta sahabat saya tersebut untuk menelpon si lelaki ketika saya rindu, hanya agar saya tau kabarnya, cerita tentangnya, saking saya nggak berani berbicara dengannya.

Ohya, saya memang cemen. Ketika itu saya betul-betul jatuh cinta, dan saya betul-betul patah hati saat dia memutuskan saya hanya beberapa hari setelah kami jadian. Hingga saat ini saya menganggap si lelaki sedang khilaf ketika jadian dengan saya, dan saat dia sadar dia langsung memutuskan saya. Saya masih abege, entah berapa bantal jadi saksi air mata saya. Saya butuh bertahun-tahun untuk benar-benar rela melepaskan lelaki itu dari hati saya, walau kadang tanda tanya itu masih muncul.

Dan ketika sahabat saya bercerita, tentang dia yang menahan rasa, tentang dia yang selalu lonjak-lonjak kalau saya memintanya untuk menelpon si lelaki, tentang dia yang berupaya mendekat dengan si lelaki dalam bayangan. Lalu ada cerita ketika si lelaki seperti benar-benar tertarik dengan sahabat saya namun dia ketelepasan menolak karena disitu ada saya dan ngerasa nggak enak sama saya. Andai saya tau, sungguh saya lebih rela si lelaki jadian dengan sahabat saya dibanding dengan wanita lain.

Saya tanya, kenapa nggak ngaku kalo suka? Sahabat saya bilang, dia lebih rela dekat sebagai teman daripada harus kehilangan si lelaki. Dalam hati saya memaki-maki. Beneran kayak di komik-komik dan novel yang saya baca. Too scary to be real. Jeez...

Lalu sahabat saya minta maaf. Karena pernah menyukai lelaki yang sama. Karena pernah menginginkan lelaki yang sama. Karena pernah sama-sama berdebar ketika membahas lelaki itu. Lelaki yang sama-sama bikin kami mabuk kepayang. Lelaki yang nggak bisa kami miliki. Lelaki yang di hatinya tidak pernah ada saya. Lelaki yang mungkin pernah menaruh rasa pada sahabat saya.

Saya termenung.
Dan teringat kalimat rose tersebut. Wanita sanggup memendam cintanya di satu ruang rahasia hatinya, sanggup menyembunyikan banyak hal, sanggup mencintai dan menangis dalam diam, sanggup berdegub hanya pada satu lelaki walau tak berbalas, sanggup memendam tanya tak terjawab. Sanggup terluka dan tertawa secara bersamaan. Sungguh, sedalam apakah lautan hati seorang wanita?


Thursday, August 04, 2016

Cerita (dini) Hari ini..

Jam segini, mata super sepet, badan ngerentek, si bayik baru tidur, sementara kitchen sink menumpuk luar binasa, cucian belom di jemur, dan besok kudu masak pagi-pagi karena si kakak minta sayur brokoli buat bekel tapi malah kepengen baca komik atau main game instead of ngerjain semua kerjaan itu. Huahahaa....

Peri rumah mana peri rumah.....
*mata panda*


4.8.2016, 2.23am

Sunday, April 03, 2016

Tidur sama nenek

Malam ini pertama kalinya si kakak nggak tidur sama saya dan kangmas. Bukan yang pertama juga sih sebenernya, waktu kemarin saya lahiran kan juga Alif bobo sama neneknya, tapi tetep bobonya sih di kamar kami. Nah, malam ini bobonya di kamar nenek.

Gara-garanya, Alif kan tiap mau ngapa-ngapain selalu minta ditungguin. Ditungguin enek lah, ditungguin tante Kus, ditungguin om Nang, dan lain sebagainya. karena saya kesel, dan Alif jadi makin kolokan saya bilang kalo Alif mau ditungguin enek nanti bobonya nggak sama bunda. sama enek aja. Beberapa kali Alif bilang, nggak dong, sama bunda aja. Tapi hari ini, karena lagi luar biasa cari masalah dan abahnya juga kesel banget karena dikasih tau nggak ngedengerin, jadinya Alif dimarahin. Mungkin karena merasa dimarahin dan bisa cari pelarian ke nenek maka maunya sama nenek dan tadi beneran, abis makan, ganti baju ganti diapers, langsung kabur ke kamar neneknya sampe ketiduran disana. 

Saya aslinya agak merasa sedih dan kehilangan, karena kan biasanya keruntelan bertiga, lalu keruntelan berempat setelah ada dede. Biasanya ngelonin dan ciyum-ciyumin, melukin, ini cuman ngelonin si dede. Tapi ya sudahlah. Tandanya anaknya sudah gede, dan saya juga penasaran nanti bangunnya nangis dan nyariin apa nggak. Ya mudah-mudahan sih nggak nyariin. Hehehe... Biar jadi makin dewasa. Tapi saya agak sangkal juga, khawatirnya karena ada si dede alif merasa tersisih dan nggak disayang. Yah semoga aja nggak... *emak galau*

Dan emang ini resikonya tinggal sama orang tua, selalu ada intervensi dan anak juga selalu merasa ditolong dan bisa "kabur" ke neneknya kalau lagi di marahain atau diberikan konsekuensi dari kesalahannya. Di syukuri saja, pasti ada hikmahnya... :)

Sunday, March 13, 2016

35 weeks 3 days, Baby #2

Masuk minggu ke 35, saya excited plus deg-degan. Udah makin deket, dan masih belum ngapa-ngapain. Sok santai banget, padahal list kudu ngapain aja udah dibikin. Baru sempet nyampul beberapa buku yang rencananya mau disimpen di kontainer, beresin buffet dan lemari kecil di pojokan. Lalu rencana mau trial Alif di Paud deket kampus ii di minggu kedua maret. Mulai ngeluarin beberapa baju-bajunya alif, tapi masih belum dipilihin. Mau beli-beli juga masih malas sekali. Hahahaha....

Di akhir minggu ke 34 saya juga panik karena menemukan benjolan kecil di leher sebelah kiri. Sedikit sakit kalau dipegang, lalu bergerak. Saya konsul sama temen yang dokter, khawatirnya kelenjar getah bening. Duh parno, mana hamil tua, kalo misalnya kanker (naudzubillah min dzalik) gimana. Saya curhat sama si kangmas, sama mama juga. Akhirnya diputuskan buat coba konsul ke dokter penyakit dalam. Nyari dokter yang perempuan di Rsi yang deket karena nggak mungkin bawa si kakak, syukur alhamdulillah ada. Hari selasa, (01 maret 2016) pagi saya berangkat di anter kangmas ke RS, Alif masih tidur pules. Setelah nunggu dokter dan antri, di periksa dan dilihat benjolannya. Ditanya juga mulai kapan ngeh nya dan berapa usia kandungan. DItanya juga apa belakangan ini lagi batuk. Setelah di cek, dokternya minta saya untuk test darah. Menurut dokter, ada beberapa kemungkinan. Ada infeksi sehingga kelenjar getah bening membengkak, TB kelenjar, atau tumor. Test darah untuk mengetahui saya TB kelenjar atau bukan. Kalau bukan, tindakan selanjutnya adalah biopsi, untuk mengetahui benjolan tersebut apa. Sementara saya diresepkan obat antibiotik dan penahan nyeri oleh dokter. Setelah itu saya langsung test darah, yang hasilnya saya ambil sore bersama si kakak. Well, hasil test darahnya baik dan saya negatif TB. Haduhlah, makin parno. Abis gitu konsul sama temen yang apoteker soal obat yang di resepin karena jujur aja lagi hamil berasa parno sama apa yang masuk, termasuk obat. Tapi kata temen saya obat (antbiotik tersebut) kandungannya cukup keras dan tidak direkomedasikan untuk ibu hamil kecuali keadaan sangat darurat. Setelah ngobrol sama kangmas dan semuanya diputuskan buat nggak meminum obat tersebut dulu dan fokus ke kehamilan aja. Nanti insya Allah setelah lahiran baru periksa lagi. Semoga bukan hal-hal yang membahayakan. Aamiin..

Rabu - kamis saya habiskan dengan sedikit packing, in case of emergency. Saya udah nyiapin make up kit dan toiletries. Baju-baju Alif separo udah saya taro di bak, siap cuci. Rencana saya week end mau saya cuci. Jum'at pagi, uning dan gibran hawa juga uning datang main ke rumah karena lagi nginep di sunter, plus iza. Indah nggak bisa datang karena kerja. Alif kedatangan temannya kayak gimana? Heboh banget lah, segala mainan diturunin sampe mau jalan aja kudu jingkat-jingkat. Pake insiden rebutan, sampe maksa-maksa si hawa makan pisang dan hawanya nangis karena takut. Niatnya si bocah si baik, ngasih ke kakak. Tapi kakaknya nggak mau lalu si Alif tetep maksa dong. Aduh bocah, sungguh kocak sekaliii.... XD


Sorenya setelah mereka pulang dan selesai beresin mainan, saya dan Alif siap-siap untuk kontrol ke dokter. Dapet nomer 8 apa 9 gitu. Mama dan ii nggak ikut, jadi saya berangkat berdua Alif naik motor. Lah ternyata malah kangmas jemput ke rumah. Pas saya di bajaj kangmas nelponin, tapi nggak ngeh jadi nggak keangkat. Nggak terlalu lama nunggu di RS kangmas dateng. Terus saya nanyain tiket Java Jazz, biasanya kan dapat jatah. Kangmas dapat sih, cuma sejak di wa kangmas bilag not sure to go. Saya sih kepengen, tapi mikir bawa perut gede sama bawa Alif juga kayaknya bakal capek banget. Jadi ya 50-50.

Timbang, berat saya naik 1,5 kilo in 2 weeks. Jadi 61,5. Alamak, banyak ajah naiknya. Emang kerjaan makan mulu sih. Tensi seperti biasa, 100/60. All is well. Santai-santai nunggu dokter dengan Alif yang pecicilan. Pas periksa, saya langsung cerita sama dokternya soal benjolan dan obat antibiotik tersebut. Ditanya, obatnya diminum nggak? Saya jawab nggak. Diperiksa juga benjolannya. Kata dokter kalo hubungan dengan kehamilan sih kayaknya nggak mungkin ya. Ya kita fokus ke kehamilannya dulu aja, nanti setelah delivery bisa diperiksa lagi. Semoga bukan hal yang berbahaya. Agak kaget juga sih dokternya pas saya bilang ada benjolan. Tapi seperti biasa, santai banget dokternya.

Lanjut Usg, perkiraan berat janin 2,7 yang mana cukup banget untuk usia kehamilan segitu. Dalam 2 minggu naik setengah kilo, cepet ajah. Tulang paha ukurannya jadi 6,7 cm, lingkar kepala 31,2 lingkar perut 8,4. Alhamdulillah naik semua dan insya Allah sehat. Tapiiiii.... Begitu menghitung indeks ketuban, raut si dokter berubah. Apalagi nyarinya susah banget, ketemunya pembuluh darah melulu. Feeling so bad, ternyata indeks ketubannya cuma 7,5/ Dalam 2 minggu indeksnya dari 13 ke 7,5 itu jauh banget. Langsung mencelos jantung saya. Kejadian lagi nih. Coba perksa dalam pakai kertas laksmus, nggak kedetect cairan yang keluar ketuban atau hanya keputihan. Dibersihkan sama dokter dan memang banyak keputihan, setelah dibersihkan pun masih nggak kedetect si ketuban rembes apa nggak. Duerrrr..... 



Langsung deh, rujuk ctg dan macam-macam. Ngerayu dokternya dulu, biar diijinin pulang dulu buat packing. Eh nggak boleh dong, katanya biar kangmas aja yang packing. Ah dokter, saya nggak bakal kabur juga. Habis dari situ langsung ke ruangan observasi, ctg. Test darah. Test alergi antibiotik. Tes urin. Pasang vemplon. Pas dibilang pasang vemplon agak bingung, apaan ya vemplon? Ternyata jarum infus dan alat semacam keran gitu diatasnya. Kangmas nelponin mama, mama dan papa mertua. Saya nelpon ii, kasih tau nang, dan minta doa sama temen-temen juga. Kangmas ngurus kamar, dengan dikintilin Alif yang kebingungan bundanya di apain. Ah nak, pasti bingung sekali dia. Nggak lama mama datang, lalu ii, nang juga datang. Rasanya persis seperti 3 tahun lalu, bedanya kali ini saya ditemani anak kecil yang heboh lari-larian. Kali ini sedikit lebih tenang, saking tenangnya sempet berfikir kalo udah pindah ke kamar nanti kabur motoran berdua kangmas buat packing ke rumah. Soalnya yang tau segala macam letak baju dan aneka printilan kan saya, agak kacau balau kalo kangmas yang nyiapin.  Tapi ya nggak bisa jugak, soalnya langsung di infus. Gimana mau kabur cobak. Grrrrmbl....
Si kakak yang kepo :D


Pas ctg, si dede bayik kurang aktif. Sampe di goyang-goyang, di kasih bel, cuek bebek dese. Sempet mikir yang enggak-enggak juga, kenapa ya kok tiba-tiba diem. Dulu pas Alif malah langsng show off dan nggak bisa diem. Sampe saya disuruh makan dan minum manis dulu biar agak aktif bayinya, lalu ctg ulang. Alhamdulillah setelah minum teh manis dan makan dikit-dikit si bayi mulai aktif lagi. Hasil tes darah alhamdulillah baik, indikasi infeksi negatif. Jadi insya Allah masih bisa dipertahankan, rencana delivery hari Ahad. Semoga ada perbaikan dan masih bisa dipertahankan lebih lama lagi sih harapan saya. Jujur aja trauma banget sama kejadian si kakak dulu. Semoga si dede kuat, sehat-sehat selalu. 

Masih sempet update instagram

Nggak lama mama saya datang, mama mertua dan papa mertua nelpon. Ii juga datang, dan mulai wajah-wajah panik bermunculan. Nggak bisa bohong ya, saya yakin semua pasti teringat peristiwa lahiran Alif. Tapi kali ini sedikit lebih teratur karena ya sudah pernah ngalamin. Mama saya pas kangmas bilang nanti mau pulang dulu ambil barang-barang malah bilang, "emang belum disiapin?" Saya bilang belum lah. Kata mama, "lah bukannya belajar dari pengalaman." Ya nggak gitu juga kali, mana ada yang ngarepin lahiran premature lagi. Emang salah saya juga sih, dari awal target saya usia kehamilan 30 minggu udah harus selesai packing termasuk barang-barang si kakak. Tapi apalah daya malas selalu melanda. Kelimpungan sendiri kan? Syukurnya lagi, udah sempet nyiapin make up kit dan toiletries, juga mindah-mindahin baju berkancing, dan nursing bra. Tas juga udah saya taro di tempat yang gampang dilihat. Seperti udah feeling. Feeling yang saya abaikan. Lain kali nggak boleh megabaikan feeling dan nggak boleh malas. Eh, emangnya masih mau hamil lagi gitu? Hahahahaha XD


Eniwei, jarum infusnya sekarang keren. Kayak ada cabang kerannya gitu. Atasnya juga bisa dibuka tutup. Terus kan, nyari pembuluh darah saya agak susah, dari kanan terus pindah kiri. Abis dipasang alat, masuk 2 tabung cairan. Tabung pertama otsu rd5, yang kedua aminofluid. Katanya google sih 2 cairan itu buat terapi pasien rawat inap dengan terapi cairan. Mungkin dengan harapan indeks ketuban bisa bertambah. Saya juga nggak boleh ngapa-ngapain, kudu bedrest. Abis di infus, di suntik pematang paru dan antibiotik. Di resepin susu nutrican, katanya sih buat antioksidan, Iya aja deh, semoga si dede baik-baik aja.

Setelah urusan administrasi beres, saya pindah ke kamar. Sejujurnya saya maunya di kelas 3 aja, mengingat budget yang terbatas. Tapi kangmas maunya sesui kelas dari asuransi. Setelah nego alot, saya minta turun kelas aja. Alhamdulillah walaupun turun kelas kamarnya cukup nyaman. Sampe di kamar, ngebujukin Alif untuk pulang. Dibawa mama ke bawah, lalu abahnya nyusul. Pulang sama-sama naik motor. Ii juga pulang. Malam pertama tanpa Alif. Emaknya sungguh galau. Keinget gimana dia niup-niup perut buncit saya sampe bunyi-bunyi lalu tertawa lepas. Atau Alif yang selalu dipeluk dan dikelon sebelum tidur. Ah, semoga saja dia anteng dan nggak rewel di rumah sama mama. 

Kain pemberian almarhumah nenek, ketika melahirkan Alif terselip entah dimana.
Sengaja saya cari dan saya siapkan, untuk kelahiran anak kedua.


Sambil nungguin kangmas, ada papa saya datang. Sebentaran aja sih, nang juga datang. Terus whatsapp sama kangmas, ngelist apa aja yang harus dibawa dan letaknya dimana, juga untuk ngeluarin baju-baju bayi supaya besok pagi bisa dicuci sama Art weekend. Kangmas juga sambil nyuapin Alif terus sambil bebenah kamar yang (lagi-lagi) saya tinggal dalam keadaan seperti kapal pecah walau nggak parah-parah amat. Alif gimana? Kata kangmas kayak orang linglung, ada beberapa kali nyariin saya tapi ketika dijelaskan bersaha mengerti, Sampai akhirnya dia ketiduran sambil liat ipad, di kasur yang sepreinya budal badil. Rasanya gimana? Entah, campur aduk. Nggak bisa saya deskripsikan. Ketika kangmas datang selewat tengah malam membawa tas travel biru juga selimut biru yang 3 tahun lalu menemani ketika akan melahirkan Alif, rasanya seperti  dejavu. Bedanya kali ini ada anak balita yang saya tinggalkan bersama neneknya dan harus bisa saya kondisikan. Malam itu, saya dan kangmas nggak ngapa-ngapain. Mengenang masa-masa kelahiran Alif, lalu membicarakan apa saja yang perlu dipersiapkan lagi. Nggak ada nonton series, nggak ada ngemil cantik. Hanya 2 orang dewasa dan pembicaraan ngalor ngidul, termasuk akhirnya terpaksa batal ke Java Jazz. Dan ternyata kangmas udah feeling kalo nggak bakal bisa datang. Memang belum rezeki.. 

*to be continued*

Saturday, February 27, 2016

33 - 34 weeks, Baby #2

33 minggu, Pinggang makin sakit, punggung makin pegel, makin sering kepanasan, makin sering sebah, tulang pubis mulai nyeri, paha dan kaki cepet pegel. Tidur udah mulai susah cari posisi nyaman, serba salah. Hikss....

Kontrol nggak ditemenin ii dan mama, soalnya dapet nomer 10 dan kangmas jemput ke rumah. Laluuu... kontrolnya pakai acar mules, karena nervous. Kenapa nervous? Soalnyaaaa... Si kakak kan lahir pas kontrol 33 minggu 5 hari, dan langsung harus nginep karena ketubannya udah dikit da lahir pas baru mau 34 minggu. Baca ceritanya disini kalo peasara, kalo nggak ya abiakan aja. Hahaha... Maka saya trauma dan serem sendiri. Sampe mules pas kontrol. Tapi alhamdulillaah semuanya bagus. 

Berat saya naik setengah kilo jadi 60 kg, tensi 100/80. Perasaan makan banyak bener tapi naik cuman setengah kilo. Jadi tambah parno, jangan-jangan si dede beratnya nggak naik. Dag dig dug, pas di usg alhamdulillaah bagus. Lingkar kepala 30,3 cm, lingkar perut 29,4 cm, tulang paha 6,6 cm, perkiraan beratnya 2,25 kilogram, sesuai dengan perkiraan usia kehamilan. Daaaan indeks ketuban masih di angka 13 yang mana alhamdulillaah cukup. Gerakan si dede juga aktif, kepala udah di bawah, posisi bagus, insya Alloh sehat wal afiat. Kontrol lagi masih 2 minggu, insya Alloh di minggu ke 35.

Terus saya ngapain aja? Mulai browsing-browsing pengen mesen ini itu tapi mentok di browsing doang, dibelinya kagak. Hahaha..  Ada sih yang dibeli, perlak buat si kakak dan bedong 4 biji. Pengennya sekalian jalan-jalan ke otc atau emol gitu beli-belinya. Dasar aja pengen jalan-jalan, padahal mah sungguh kaki cepet bener capeknya. Ngajak si kakak mainan ke transmart aja kerjaan saya cuman duduk dan ngos-ngosan, nggak pernah olah raga. Huehehehe..

Lalu udah mulai bebenah kamar, beresin buffet, lemari komik. Beresin lemari enek di kamar sebelah. Nyampul novel. Pengennya kerja cepet, biar cepet beres. Kalo udah lahiran pasti nggak sempet ngapa-ngapain lagi. Tapi apalah daya, engap dan malas melanda. Jadilah saya macem kuda nil yang kerjaanya cuman kipas-kipas ngejar-ngejar anak dan hal-hal lain yang nggak produktif sama sekali. 

Minggu-minggu ini juga masih ngerasain keputihan yang berasa keluarnya. Tapi karena dokter bilang nggak masalah dan ketuban masih cukup jadi saya nggak terlalu kepikiran, walau tiap berasa banget selalu saya cek pakai kertas laksmus, hasilnya negatif.

Rencana senam hamil masih ke pending karena belum periksa retina, rencana abis kontrol aja soalnya khawatir nggak di cover asuransi. Semoga retinanya baik-baik aja.

Sebenernya saya juga udah kepengen banget beres-beres packing buat persiapan ke rs, tapi entah kenapa super males. Jadi baru nyimpen bra-bra yang nggak akan kepakai minimal 2 tahun ke depan dan dituker sama nursing bra yang masih bagus. Lalu nyiapin make up kit dan perlengkapan mandi di pouch khusus. Udah gitu doang. Mau ngeluarin baju-baju Alif yang newborn buat di cuci masih males, belum pesen kontainer buat baju Alif biar rak-nya dipake buat baju dede. Mau beli baju, pengennya ngecek baju yang ada dulu. Sungguh ribet sekali, padahal si mama udah ngingetin. Tapi sungguh malasnya diriku.  Ya sudahlah ya. Hahaha...


Dede yang sholih, sehat-sehat dan baik- baik ya di dalam perut bunda sampai waktunya keluar nanti. Aamiin..

Monday, February 22, 2016

Anak mbarep 38,5 bulan

Busy with his puzzle
Kapan terakhir posting milestones Alif? Pas 36 bulan ya? Sekarang udah 38 bulan lebih, skor kpsp masih sama. Hehehee... Bukan berarti saya nggak kasih stimulus loh, tapi memang belum kelihatan lagi perkembangan sesuai kpsp. Tapi kalo perkembangan yang lain banyak menurut saya.. *membela diri*

Salah satunya adalah Alif sudah mulai mau dan bisa main puzzle, walaupun masih puzzle yang sangat sederhana, 4 piece dan ada gambar panduan dibawahnya untuk menyocokkan gambar. Tapi sungguh, buat saya itu sebuah kemajuan yang luar biasa. Alif itu kurang tertarik sama puzzle, cuma seneng minta abah-bundanya nyusun untuk kemudian di awur-awur dan diberantakin atau dipake buat nyetak playdoh. Beberapa bulan lalu waktu ke toko buku daripada dibelikan mobil-mobilan yang mana kalo udah dipretelin ya udah, saya nemu puzzle book gambar Chuggington dan Alif juga mau. Ya udah cuss beli. Nyampe rumah, tetep emaknya yang mainin lalu Alif bosan dan terlupakan. Tapi ternyata dia ingat punya buku puzzle Chuggington karena belakangan ini seneng nonton chuggington di tipi. Setelah saya kasihin, saya ajarin pelan-pelaan cara nyusunnya. Awal-awal sering nangis dan teriak-teriak kalo dia nggak bisa ngepasinnya dan emaknya harus super menahan diri untuk nggak gatel langsung benerin dan masang puzzle dengan benar. Akhirnya lama-lama Alif mulai bisa melatih jari tangannya dan mulai nemu cara untuk ngepasin potongan puzzle walau kadang masih suka kebolak balik gambarnya. Kalo udah main khusyuk banget deh. Saya? Alhamdulillaah seneng banget dengan perkembangannya ini.


Lalu, lagi seneng banget main playdoh. Tapi masih belum bisa buat diminta nyimpen dan mengembalikan dengan baik, jadi lebih sering kering. Triknya, saya kasih dikit-dikit dan sisanya saya simpen. Main play doh juga masih belum bisa bentuk macam-macam, cuma imajinasinya sungguh luar biasa. Katanya bikin gurita, bikin bola, bikin kue, bikin lempeng, dan lain-lain walau bentuknya masih acak adut dan cenderung nggak berbentuk. Saya biarin aja dia berimajinasi, kadang saya juga suka ikut bikin macam-macam, sambil mengenalkan aneka warna aneka bentuk. Kadang play doh dibejek, kadang di injek, kadang di cetak-cetak, suka-suka Alif aja. 

Beberapa waktu lalu neneknya bikinin terowongan dari kardus bekas diapers. Seneng banget mainan disitu. Kadang malah gaya tidur-tiduran di dalam, kadang masuk dan bilang Alif lagi mandi, kadang bilang kalau lagi pakai baju. Kadang bawa mobil-mobilannya. Suka saya tanyain, Alif lagi apa, lagi main apa, dan lain-lain. Untuk melatih kosa kata, kalimat, sebab akibat dan imajinasinya juga. Alhamdulillah, imajinasi dan perkembangan kata-katanya luar biasa :)

Ngomongin imajinasi, Alif imajinasinya lagi luar biasa. Pernah ujug-ujug jalan lalu duduk di tengah rumah. Ditanya lagi apa? Katanya lagi naik lift. Lalu sekarang suka nutup pintu kamar. terus naik kasur dan bantal guling di tumpuk. Katanya Alif naik kereta. Ajakin bunda dan neneknya naik kereta ke stasiun. Kadang katanya naik mobil, bunda di ajak juga. Selama naik mobil / naik kereta itu kadang diam seperti sedaang menikmati perjalanan, kadang berceloteh cerita. Kadang saya iseng tiduran, katanya "bunda nggak bisa bobo gitu di kereta", atau "bunda naik sini, nanti pintunya nggak bisa ditutup." Atau tangannya bergerak-gerak, katanya Alif lagi bikin kue, lalu disuapin ke mulut saya kuenya atau pura-puranya dia yang makan. Atau pura-pura kepedasan, tiru-tiru film pororo. kadang saya terkejut sendiri lihat kalimat dan cerita hasil imajinasinya. Semoga imajinasinya berkembang dan menghasilkan sesuatu yang baik dan bermanfaat ya nak suatu saat nanti....

Soal film, udah makin betah dia nonton ipad / laptop. Jadi emaknya harus super kejam karena abahnya paling nggak bisa kejam kalo anaknya udah merengek minta gadget. Siang sebisa mungkin gadget saya umpetin, palingan laptop aja buat nonton kartun. No you tube. Sama sore nonton Pororo dan Chuggington di tipi. Kalo emaknya nggak kejam, bakalan di depan gadget seharian dan nggak peduli sekitar. Jelek banget deh pokoknya kalo udah pegang gadget. Dan bahaya buat matanya. Mudah-mudahan Alif nurunin mata abahnya yang kuat, bukan mata saya yang minus.

Kalo perkembangan bahasanya, walaupun masih cadel dan kadang sulit dimengerti kata-katanya, tapi Alif sudah bisa bercerita dengan runut dan dalam bentuk kalimat panjang. Contohnya :
"Alif tadi pergi sama enek beli ayam, alif jatuh kesandung batu, nangis deh Alifnya."
"Bunda ini gini lho cara mainnya. Ini gini, ini terus begini" *sambil kasih lihat ipad*
"Bunda, Alif mam kerupuk. Amis tangannya. Terus cuci tangan. Terus cuci piring kayak enek. Basah deh Alifnya kena air."
"Awannya sudah gelap bunda. Mataharinya sudah bobo, ganti bulan. Nanti ada bintangnya ya bunda."
"Bunda mendung, mau hujan. Pakai jas hujan ya bunda biar nggak kehujanan."
Daaaan... Aneka macam kalimat panjang lainnya. 

Dan aneka macam pertanyaan tiada henti tiada ujung seperti :
"Mana om nangnya? Kerja dimana? Kantornya dimana? Cawang mana bunda? Jauh ya? Belum pulang om nangnya?
Dan lain sebagainya, kadang saking panjangnya balik lagi ke pertanyaan pertama. Mbulet aja. Kadang saya geregetan kadang capek jawabnya kadang bingung jawabnya kadang kesel, tapi gimana lagi. Alhamdulillah anak saya cerewet dan rasa ingin tahunya tinggi, berapa banyak orang tua yang ingin anaknya lancar bicara dan banyak bertanya. Alhamdulillaah, syaraf-syaraf otaknya Alif tersambung dengan baik sehingga Alif tumbuh sehat dan cerdas. 

Pernah Alif nyuekin saya, katanya sayang ipad aja nggak sayang bunda. Lalu saya bilang, ya udah gapapa, nanti mandi, mam sama bobo sama ipad aja ya, kan nggak sayang sama bunda. Alif terdiam beberapa saat lalu naro ipad dan bilang "Nggak sayang ipad, sayang bunda aja. Ipad kan nggak ada tangannya bunda." Saya bengong. Well said, kiddo. Ipad nggak ada tangannya jadi nggak bisa take care of him. Logika yang sangat baik. Hehehehe....

Kalau untuk doa-doa atau hafalan surat masih belum sih, tapi kalau saya bacakan sudah bisa ngikutin dan bisa menyelesaikan ujungnya dikit-dikit walau massih cadel. Sudah bisa salam dan menjawab salam. Huruf hijaiyah masih babbling tapi kalau ngikutin lagu kayaknya udah nangkep. Buat saya yang pentig rutin dibacakan dan dibiasakan, insya Alloh kalau terbiasa akan mudah diingat dan terbawa sampai dewasa kelak. Kalau cuma dihapalin, nggak lama bisa lupa. Meemaang sih ini masih usia golden age, tapi saya lihat perkembangan dan minatnya Alif juga. Belum mau terlalu mendikte untuk ini itu hafalan ini itu, walau suka iri juga sih lihat anak-anak lain yang sudah hapal ini itu. Hehe.... *emak galau*

Lalu aneka warna dalam bahasa indonesia dan inggris sudah ngerti, 1-10, one-ten sudah hafal. Di busy books, sudah bisa mencocokkan angka 1-10, kadang yang masih terbalik 1 sama 7, 6 sama 9. Sisanya sudah mulai bisa. Nulis, mewarnai, masih belum mau. Baru mau coret-coret aja. Lego kecil yang beneran lego udah mulai bisa ngebongkar dan masangnya walau masih asal masang dan belum terstruktur. Beresin mainannya sudah mulai mau walau harus ditemenin dan dibantuin. Sudah faham kalau dikasih tau, mau mainan yang lain, mainan sebelumnya diberesin dulu. Walau beresinnya ya gitu deh. Tapi yang penting mau dan ngerti untuk ngeberesin. Paling sebel kalo dibilang bunda aja yang beresin. Grrrmmbl.. Makanya sebisa mungkin nggak saya beresin, paling enggak ada effort dari Alif untuk membantu membereskan, terus kalo udah beres dia suka bilang "Alif pinter bunda, beresin mainannya." Yang lucu kalau dia udah komit untuk beresin sendiri mainannya. sambil beresin dia bilang "Alif beresin ya, nanti alif boleh mainin lagi. diberesin dulu yaa..." Duuuhhh.... Geregetaaaan.....

Anteng di mikrolet
Terus, makin gede gini Alif udah bisa di ajak kemana-mana berduaan aja sama emaknya naik angkutan umum. Nggak cuma berdua sih, Alif pernah naik bus trans bareng saya mama ii juga abahnya. Naik mikrolet, metromini juga pernah, tapi nggak pernah berdua, selalu ada nenek atau abahnya. Beberapa waktu lalu, bener-bener berdua sama saya. Jadi pagi-pagi saya ambil hasil lab di anter kangmas, abis itu kan kangmas kerja. Dari lab saya ajak naik  mikrolet ke bank, di bank juga lumayan anteng, nggak heboh parah kayak waktu masih lebih kecil. Beberapa hari kemudian saaya ajak nge-bajaj berdua ke kenari cari keran air, dari kenari naik jembatan penyemberangan terus naik mikrolet ke apotik beli vitamin, dari situ baru deh pulang naik taksi. Bener-bener anteng dan nggak nyusahin, nggak minta gendong, cuma di tuntun dan dipegangin. Nggak heboh dan bikin rusuh. Waktu ditanya nek ii katanya "Bunda sama dede, Alif nggak gendong, jalan aja." Ah nak, gimana nggak makin sayang dan jatuh cinta bundanya.... Walau masih suka bilang "Alif aja sama bunda, dede nanti sama abah aja." Hehehehe.... Nggak apa-apa nak, pelan-pelan aja ya belajar sayang sama dede.

Anteng main ipad nungguin bunda di bank
Anak ini memang paling menikmati kalau di ajak naik kendaraan umum, dan favoritenya adalah bajaj. Kalo naik taksi / mobil, ampun nggak bisa diem melejit sana melejit sini pegang ini pegang itu pencet ini pencet itu. Dan Alif nggak mau naik ojek / di bonceng motor selain sama abahnya / om nangnya. Ngamuk nangis kejer. Entah kenapa. Sama engkongnya juga nggak mau, cuma mau naik dan demen banget naik mobet keliling-kelililng kalo sama engkongnya. 

Sekarang ini juga lagi seneng banget manjat / naik kursi. Sudah ngerti kalau ingin sesuatu tapi nggak kejangkau, ambil kursi plastik lalu naikin. Lagi seneng banget cuci tangan dan mainin air di tepaat cuci porong belakang. Geret kursi, naik buka keran main air deh. Terus udah bisa nyalain lampu kamar, jinjit dikit, pegaangan tembok, cetek deh. Lampu kamar mandi juga udah bisa, naik ke tempat baju kotor, cetek deh. Terus bantuin nyapu-nyapu, bantuin nyiram padahal emaang maunya main air. Well, pokoknya ada aja deh alasannya buat main air. Hahahaha...

Sehat-sehat dan makin pintar ya anak bunda yang sholih.... Sayang sekali sama Alif.... :*

Saturday, February 20, 2016

31 - 32 weeks, Baby #2


Kontrol di minggu ke 31 nggak ada print usg-nya, soalnya printernya lagi rusak. Hahahaha... Kali ini dapat nomor urut 3, luar biasa sekali kan? Rekor banget selama jadi pasien dokter Oni bisa dapat nomer 3. Tapi tetep, diperiksanya pas udah maghrib lewat karena dokternya baru datang. Kali ini ditemenin lagi sama mama dan ii tapi mama nggak sempet masuk, soalnya pas mama sholat udah keburu dipanggil. Ii aja yang ikut masuk. 

Sebelum kontrol (hari kamis, 04/02) saya ke lab dan periksa darah. Alif ditinggal di rumah sama mama karena pagi-pagi banget udah bangun, nggak kuat ngejar-ngejarnya kalo cuma sendirian di lab soalnya bakalan lama. Biasa, cek gula darah puasa. Malem udah mulai puasa, nyampe langsung ambil darah terus disuruh pipis. Lupa tes apa, di celupin semacam kertas gitu dan hasilnya warnanya biru toska yang artinya negatif. Petugas pertama yang ambil darah resik banget, nyari pembuluh darahnya pelan-pelan dan nusukin jarumnya nggak sakit. Tapi kan abis itu minum air gula yang super manis, 1 jam kemudian ambil darah lagi. Buru-buru banget orangnya, bener aja bikin memar gede. Lalu 1 jam lagi ambil darah lagi, petugasnya beda lagi dan grusa grusu juga, biru juga tuh. Abis itu langsung pulang dan menemukan Alif cerita kalo abis naik mikrolet sama enek ke pasar, makan bakso, dan nangis karena minta dibukain pintu sama bunda. ~~'

Hasil lab-nya alhamdulillah bagus... Hb agak rendah, walau udah minum penambah darah, yaitu 11,1.  Entah turunan atau apa, hb mama juga rendah. Waktu hamil Alif juga rendah. Tapi kayaknya ini mendingan karena dari awal udah di doping zat besi. Gula darah puasa dan gula darah setelah puasa hasilnya juga bagus dan normal alhamdulillaah padahal saya udah parno karena sering minum manis. Sungguh nggak bisa nahan buat nggak minum manis hamil kali ini XD

Lalu kontrol hari jum'at (05/02), berat badan saya naik lagi 1,5 jadi 59,5 kilo. Jeng jeng jeng, warning banget ini biar nggak banyak makan manis, biar nggak banyak banget nambahnya. Tensi masih 90/70 dan dokter nggak masalah sama tensi saya. Beliau bilang labih suka tensi yang rendah karena normal dan umumnya ibu hamil emang tensinya turun, kalo tensinya tinggi dan naik malah serem dan harus di waspadai. 

Si dedek gimana? Alhamdulilaah, beratnya udah 1708 gram. Panjang tulang paha 6,01 cm, Lingkar kepala 28,1 cm, lingkar perut 27,02 cm. Sesuai dengan perkiraan usia janin. Lalu dokter juga ngukur volume ketuban, alhamdulillaah ya Alloh ketubannya cukup, pengukuran dari 4 kuadran, jumlahnya 13. Semoga terus cukup sampai waktunya melahirkan. Aamiin..

Kontrol selanjutnya 2 minggu lagi, di usia kehamilan 33. Saya tanya kapan bisaa ukur ketebalan rahim, dokter bilang masih lama sekitar usia 37 minggu. Lalu saya tanya kalo untuk cek retina kapan? Katanya kalo retina boleh kapan aja bebas. Baiklaah... Semoga nggak ketunda-tunda ya cek retina ini. Kalo retinanya nggak masalah, saya mau ikut senam hamil dan insya Alloh mau Vbac. Semoga ketebalan rahimnya juga cukup dan kehamilannya nggak ada masalah. Aamiin...

Minggu-minggu ini si dede makin jelas dan berasa uget-ugetnya dan kalo saya kebanyakan duduk pinggang punggung udah sakit banget. Tapi alhamdulillah masih kuat nyicil beres-beres kamar. Hehehe... Alif juga alhamdulillah makin kooperatif dan jarang minta gendong, semoga Alif selalu sehat dan makin mengerti, dedenya sehat berkambang dengan baik dan sempurna lahir batin dan lahir ketika sudah cukup waktu. Semoga saya sehat terus sampe nanti dan persiapannya beres sebelum melahirkan. Aamiin..

Wednesday, February 17, 2016

Semoga ya nak...


Semoga ya nak, Alloh kasih jalan untuk keluarga kita memperjuangkan hak atas tanah di depan.. Kalau sudah bisa dipagar dan ada rezekinya, bunda belikan Alif ayunan, seperti dulu bunda ingin belikan almarhumah mpik alif ayunan.

Semoga ya nak, Alloh kasih kesempatan bunda untuk menyenangkan enek dengan membelikan ayunan supaya enek bisa santai-santai di tanah yang memang hak-nya.

Suatu hari nanti ya nak... Doakan ya nak...

*Penuh kerinduan untuk dirinya di atas sana

Wednesday, February 10, 2016

Solusinya adalah manjat :D


Kemarin, Alif ribuuut aja minta playdoh yang saya simpen di atas kaca karena playdoh yang sengaja saya pisahin buat main-main udah pada kering dan nempel-nempel ubin. Tadi dia minta lagi, tapi masih belum saya kasih, apalagi saya abis bersihin ubin dari playdoy yang menempel dengan indahnya dimana-mana. Cukup bikin makmil yang hamil tua ini sakit pinggang.

Nah malam tadi pas saya masih makan, abahnya masih nonton, Alif yang sebelumnya sibuk berantakin telor-teloran dan buku-buku tiba-tiba nutup pintu kamar. Pikir saya, palingan pupup, kebiasaan banget dia mah. Nggak berapa lama Alif keluar dengan antusias dan nunjukin playdoh di tangannya dengan riang gembira. "Bundaaa.. Ni alif mainan playdoh. Ada bunda playdohnya, banyaak panjang, Alif bikin apa ya bunda."

Sepersekian detik saya mikir, playdohnya kan jauh di atas kaca. Gimana dia ngambilnya? Lalu saya tanya, Alif dapat dari mana. Diajaknya saya ke kamar dan nunjuk ke atas kaca, 
"Tuuu dari situ bunda."
"Waw... Alif ambilnya gimana, coba kasih tau bunda."
"Alif naik sini terus sini, gitu tuh naiknya."
*sambil nunjuk buffet*
"Coba dong bunda mau lihat gimana sih caranya."
"Gitu tu bunda, naik sini terus sini, tuuh.. Bisa kan bunda Alifnya."
"Iya anak bunda pintar, hati-hati ya turunnya."
"Iya bunda, Alif main playdoh ya bikin lempeng."


Ternyataaa, box mainannya di geser, lalu Alif naik ke atas box sebagai pijakan untuk naik ke buffet, dari buffet tinggal jinjit dikit dapat deh playdoh yang susah payah saya umpetin taro atas.

Amazed banget, kayaknya dari kemarin sampe tadi Alif mikir gimana caranya biar bisa ambil playdoh di atas kaca sana. Dan Alif bisa menemukan caranya, dengan cari pijakan dan manjat. Abahnya juga amazed, diminta ulangin lagi dan Alif excited banget ulanginnya. Sebagai penghargaan atas usahanya, saya biarin deh dia main dengan playdoh segitu banyak. Anaknya girang nggak ketulungan, bisa ambil yang diinginkan dengan usaha sendiri dan nggak dimarahin emaknya.

Saya?
Selain kagum dengan kemampuan problem solvingnya, kagum juga dengan keras kepala dan kegigihannya untuk berusaha mendapatkan apa yang diinginkan dengan cara yang positif. Masalah keras kepaladan gigih ini sih saya berasa ngaca. Hahahahaa....


Ah, anak 38 bulan saya sudah makin besar dan pintar.. Semoga makin pintar dan kreatif ya nak. Aamiin..

Sunday, February 07, 2016

27 - 30 weeks, Baby #2


Minggu-minggu dimana bisa makan banyak sudah berlalu, sekarang masanya engap, mulai sakit pinggang, gampang kram kaki, dan sebah karena nggak bisa makan banyak. Biasa lah, si bayi makin besar dan tambah nekan lambung, jadi aja kapasitas makanan yang masuk juga sedikit. Kudunya sih, makan sedikit-sedikit tapi sering, tapi karena sebah jadi malas makan sering, suka lupa juga sering kekenyangan. Sungguh bukan contoh yang baik :D

Kontrol setelah tahun baru di minggu ke 27, nggak inget dapat nomer berapa tapi ii nggak ikut karena capek. Mama juga nggak ikut. Jadi cuman bertigaan aja... Timbang, bb naik 2 kilo jadi 58 kilo, tensi 90 / 60. Agak rendah, mungkin karena saya mulai puasa untuk bayar hutang. Masuk, cerita kalo masih keputihan lalu kata dokter udah nggak usah diapa-apain, masak diliatin mulu. Errrrr.... 

Lalu usg seperti biasa. Alhamdulillah si dede beratnya udah 989 gram, ketuban cukup. Panjang tulang paha 5,04 cm, lingkar perut 22,10 cm, lingkar kepala 6,6 cm dan posisi kepala udah dibawah. Alhamdulillaah, soalnya di minggu-minggu kemarin kepalanya masih diatas dan terasa banget pas dia muter. Pas menjelang kontrol baru muter di bawah kepalanya, mudah-mudahan posisi kepala bagus terus ya nak. Cuma, dokter mendeteksi ada lilitan di leher 1 kali. Tapi nggak bahaya dan nggak kencang. Kangmas udah agak parno, tapi seinget saya Alif dulu juga sempet ada lilitan, minggu ke 22 apa ya kalo nggak salah tapi bisa lepas sendiri. Saya bilang sama kangmas, masih bisa muter dan lepas sendiri, insya Alloh kalo kata dokter nggak bahaya ya nggak kenapa-kenapa. Jenis kelaminnya makin jelas, laki-laki lagi. Semoga sehat sempurna ya anak sholih... 

Oiya dokter juga kasih surat pengantar untuk tes aneka macem seperti biasa, nanti tesnya menjelang kontrol di minggu ke 32. Rada deg-degan sih, tapi semoga semua baik-baik aja :)

Setelah tau ada lilitan, soundingnya nambah lagi. "Muternya pelan-pelan ya nak, lilitannya di lepas aja." sambil di usep-usep. Insya Alloh si dede ngerti. Lalu masuk minggu ke 29, gerakanya udah nggak nendang-nendang lagi, tapi juga mulai ngulet dan uget-uget sehingga entah lutut atau sikunya nonjol dan menggeliat-geliat di perut. Rasanya? Luar biasa, tetep amazed banget kayak waktu hamil pertama. Seneng kalo pas geliat-geliat gitu saya pencet-pencet lalu di balas geliat-geliat.

Saya juga akhirnya memutuskan beli kertas laksmus, mengingat kasus Alif yang ketuban rembes dan ini kadang masih suka keluaar cairan. Saya beli kertas laksmus merah. Alhamdulillaah selama ini bukan ketuban yang keluar. Dan saya perhatiin biasanya cairan keluar kalo saya kepingin pipis atau setelah pipis. Feeking saya sih cuma cairan ms.V dan sedikit keputihan. 

Alif gimana? Alhamdulillah makin kooperatif, cuma sedikit sensitif dan agak gampang nangis. Tapi sudah bisa elus-elus dan sayang dede. Kolokannya sih masih banget, tapi saya puas-puasin sama Alif mumpung belum ada adeknya.

Alhamdulillaah juga sampe minggu ke 30 akhirnya saya bisa lunas bayar hutang puasa yang kemarin dengan penuh perjuangan karena laperan dan kudu minum yang banyak biar nggak dehidrasi. Insya Alloh nggak ada tanggungan hutang bulan ramadhan yang akan datang. Alhamdulillaah si dedek kooperatif, kakaknya juga. Insya Alloh dedek juga ngerti dan nanti mudah diajarin untuk puasa. Aamiinn..

A few more weeks to go...
Banyak yang harus di lakuin dan diberesin, semoga selalu sehat dan semangaaat. Hehehehe....

Saturday, January 16, 2016

Wedding + Family + Pregnancy Photos

Mbak Arum Wedding Day
Date : January 03rd 2016
Day : Sunday
Venue : Departemen Pertanian Ragunan
Time : 08.00 - 13.30

Akhirnya punya foto keluarga yang "agak" bener ;p
Cerita :
Berangkat pagi-pagi banget, karena dek Davi kudu di dandanin pakai beskap. Alifnya Alhamdulillah bangun sendiri, tapi karena minum obat batpil jadi agak rungsing dan ngantuk, pas menjelang resepsi malah tidur puleees nggak bangun-bangun. Jadi aja emaknya nungguin anak lanang ganteng kesayangan yang bobo pules, lalu diambilin berbagai macam makanan sama kangmas, mama dan si adek. Udah kayak tuan puteri ajah, Saya sampe pegel dan sakit pinggang duduk melulu, tapi kalo berdiri lama juga gempor sih. Rempong deh makmil ini. Huahahaha.. Saking rempongnya, sampe numpahin jus jambu dan ngenain tas pesta serta kain sendiri. Belang belentong tuh tas pesat ketumpahan jus jambu XD

Terus karena anak lanang bobo, niat foto di background abstrak gagal deh, padahal pengen banget foto keluarga disitu. Mumpung dandan rapi, resmi, geretongan pulak. Plus, udah niat banget bikin kebaya kutu baru tapi bisa dipake hamil. Akhirnya sama mas tuki penjahit langganan dibikinin model baby doll gitu. Kalo kainnya hunting online, dan nutup perut banget, karetnya di atas perut jadi dijamin aman dan nggak melorot. See... Niat kan? Hahaha... Apalah daya, walau akhirnya sempet foto rame-rame juga dengan background photo booth tapi udah dengan dandanan acak adul plus udah pada ganti baju plus Alif nggak bisa diem karena heboh sama balon helikopter yang dibeliin abah dan berujung meletus itu balon. Hhhhhh.... Alif malah nggak ada foto sama om Api-nya. Dan nggak ada foto sama nek ii- mbah zuh. Karena yaa.. Begitulah. Hehehe....

Here it is... Maaf kan kalo ada foto narsis saya dimana-mana. 


Punya foto berdua yang nggak selfie juga setelah sekian lama :D
Tetep selfie dimana-mana :)
Sleepy Alif and Yang kakung
Cakep ya? Soalnya make kamera depan xiaomi yang kacrut sejak di upgrade :(
Alif dan Om nang
My Handsome Baby Boy :*
Me, My First Born and Baby in the bump

Susah di foto, blur terus...
The Bhumiwardhana's
Ini foto yang agak mendingan
See, heboh kan?
My 26 weeks Baby Bump

No filter, edit lighting aja dikit


Before After Camera 360. Beda ya? Hahahaha...

Soft lens : X2 new Diva in Brown
Inner Hijab : Evanabian

Muka kayak boneka dan super mulus, lagi-lagi gara-gara kamera depan xiaomi
Sendal baruuuu... Khusus kondangan XD
IwearUp, Loulou Gold
Edit lighting, brightness dan tingkat kemulusan muka di camera 360 :)))
I'm Using :

*Face*
- Smashbox Foundation Primer
- Covergirl Outlast Stay Fabulous 3 in 1 Foundation
- Oriflame Face Pressed Powder
- NYX Powder Blush Taupe
- Oriflame Giordani Gold Bronzing Pearls Natural Radiance

*Eye and Brow*
- Sariayu Brow liner
- NYX Jumbo Eye Pencil Milk
- Oriflame Eye Shadow
- Maybelline Hyper Glossy Liquid Liner Black
- Oriflame Very Me Double Trouble Eye Liner Pencil Night Glow
Yukki Yuna Eyelashes, Dolly Sparkle

*Lip*
- Oriflame Tender Care
-NYX Smlc Antwerp

Headpiece : Namareta

Friday, January 08, 2016

22 - 26 weeks, baby #2

Minggu ke-22 alhamdulillaah berjalan dengan lancar, mual muntah sudah jarang banget, makan udah kayak orang nggak pernah dikasih makan, cumaaaa beberapa waktu belakangan di minggu ke-19 kayaknya mulai ada cairan-cairan gitu berasa keluar. Beneran parno banget, abisan kan Alif dulu ketubannya rembes ya, khawatir yang ini ketuban. Tapi feeling sih cuma cairan ms.v aja sama keputihan gitu. Tapi tetep parno. Huhuhu....

Kontrol kali ini dapat nomor 6, dan entah kenapa abis nomor 3 langsung loncat ke nomor 6. Kayaknya nomor 4-5 nggak ada jadi rezeki saya nggak antri lama-lama. Ii yang udah rapi mau nyusul sampe nggak jadi karena keburu dipanggil masuk, jadi cuma mama kangmas dan Alif deh. Berat badan saya naik sekilo, jadi 56 kilo. Tensi 100/70. Dan dokternya komentar kalo BB saya naiknya sopan. Yah dok, semoga aja naiknya sopan terus ya, kalo ujug-ujug jadi nggak sopan bisa pusing ntar balikinnya. Hihihihi....

Periksa-periksa, usg, alhamdulillaah ketuban cukup. Alhamdulillaah banget ya Alloh... Lalu si dedek beratnya juga naik jadi 606 gram, tulang paha 4,1 cm, lingkar perut 19,4 cm, lingkar kepala 5,2 cm, syukur alhamdulillaah sesuai semua dengan usia kehamilan. Cuma kepalanya masih di atas, jadi sama dokter saya disuruh sering-sering nungging, atau pas sujud yang lamaan dikit. Insya Alloh masih bisa muter, kan masih banyak ruangan di perut. Si dedek naik hampir 400 gram dan emaknya naik sekilo, berarti mayoritas jatoh ke si dedek semua. Yang penting sehat ya dek....

Naahh... Pas dokternya iseng-iseng mau lihat kelaminnya lagi, di tutupin dong itu kelaminnya pakai tangannya. Dokternya sampe ketawa ngakak, ini lucu amat sih pakai di umpetin segala pakai telapak tangannya. Akhirnya di capture tuh sama dokter tangannya si dedek. Asli, jadi heboh gitu seruangan. Deek, kecil-kecil udah bisa ngehibur aja sih kamu. Terus abis itu saya minta periksa dalem, takut banget kalo cairan yang keluar itu ketuban. Dokternya bilang bulan depan aja sih, tapi saya kekeuh, biar lega. Ya udah di periksa, dan emang cuma cairan ms.v dan keputihan aja. Harus sering ganti cd dan dikasih obat. Baiklaah.... Vitaminnya sih masih sama, seloxy, osfit dha dan emineton. Kontrol lagi bulan depan, yang mana kena tahun baru, jadi setelah tahun baru kontrolnya.

Di minggu 22 - 26 ini alhamdulillaah gerakan si dedek makin terasa dan luar biasa aktif. Masalahnya adalah, karena kepalanya masih di atas, mayoritas gerakannya di perut bagian bawah. Suka banget dia nendang-nendang kandung kemih yang bikin saya jadi super beser dan terasa ngilu itu kandung kemihnya, Nggak usah di jelasin ya rasanya kayak apa, luar biasa deh pokoknya. Terus kalo saya nungging-nungging nih, dia malah kayak ngeledekin, makin nendang-nendang kandung kemih. Pernah sesekali dia muter, kerasa siku dan lututnya nonjol-nonjol di atas, tapi nggak lama muter lagi. Sampe gugling segala cara selain nungging yang bisa bikin kepala bayi muter, tapi jarang juga sih di praktekinnya. Cuma sering elus-elus dan ajak si dedek buat muter biar kepalanya di bawah. 

Pas minggu ke 26, kebetulan ada acara nikahan mbak arum, sepupu kangmas. Sekalian deh narsis foto-foto perut gendut, foto keluarga ala-ala juga, mumpung saya niat dandan ampe make fake lashes segala. Huahahaha.... Nanti di posting kepisah deh foto-foto narsisnya, biar nggak kecampur sama report si dedek di perut. Ngomongin foto, saya juga ngeh kalo perut saya jauh lebih buncit dan gede dibanding waktu hamil Alif di usia kehamilan yang sama. Baca-baca sih, karena pas hamil Alif kan otot-otot masih kenceng ya, masih *uhuk* muda belia pula. Sekarang ini udah masuk kepala 3, otot perut udah mulai merenggang, jadi ya wajar katanya. Tapi baju-baju jadi nggak ada yang muat, masa saya kudu shopping dan belanja mulu sih. Hahahaha.... Alasan banget yaaa.... XD

Oiya pas minggu ke 25 sempet ketemuan juga sama temen-temen the narsis, kita main ke gading dan main ke rumahnya Uning juga. Ah senaaang sekali, abisan kangen berat. Udah berapa lama juga kita nggak ketemu. Doa saya, kita tetep bisa silaturahmi... Dan dua orang sahabat saya segera nyusul di beri amanah keturunan yang sholih-sholihah. Aamiin...

14 weeks to go, semoga sehat-sehat dan lancar semuanya. Aamiin....

Tuesday, January 05, 2016

18 - 21 weeks, Baby #2


Tahun baruuu... Harus rajin posting, jangan malah makin malas. Hahahaha...... Postingan perdana di 2016 ini dibuka dengan cerita kehamilan si dedek ketika usia 18 - 21 minggu. Berawal dari sebel dapet nomor belakang mulu, akhirnya sekitar 2 minggu sebelum kontrol saya udah daftar. Alhamdulillaah, dapet nomer 8. Sesuatu bukan? *Joged-joged* Dan karena dapet nomer 8, saya nawarin ii buat dateng ke RS juga, biar bisa lihat si dedek. Alhamdulillah ii mau dan seneng, karena kan pas Alif yang lihat cuma mama aja karena antriannya ampun. Pas hari kontrol ternyata kangmas ada meeting, jadi nggak bisa pulang dulu jemput. Ya udah saya sama Alif aja berangkat dari rumah jam 5-an. Eh mama nggak tega, jadi aja di anterin mama deh. Alhamdulillah sih, jadi nggak terlalu terasa waktu nunggu, kita ngegosip dan ngerumpi, karena ternyata dokternya terlambat. Pas mau maghrib baru datang. Alhamdulillah juga saya nggak sendirian ngejaar-ngejar Alif. 

Di minggu ke-18 ini berat badan saya naik langsung 3 kilo jadi 55 kilo, tensi 100 / 70. Dahsyat banget, itu feeling saya 2 minggu nambah 3 kilo. Soalnya kan baru sejak 16 minggu bisa makan banyak dan ngemil-ngemil banyak. Ngemilnya karbo pula. Tengah malam lapar bikin mie, abis itu minum manis. Ya gimana nggak naik 3 kilo. Agak syok juga sih saya, tapi karena kan kemarin udah sempet turun 2 kilo, naik 3 kilo nggak apa deh. Semoga nggak naik 3 kilo mulu, bisa kayak bola ntaran :D

Pas masuk jadi heboh rame gitu, kan saya, mama, ii, kangmas dan Alif. Usg, alhamdulillah semua hasilnya baik dan perkembangannya juga bagus, sesuai dengan usia kehamilan. Ketuban cukup. Berat si dedek udah 227 gram, panjangnya dari 2,4 cm jadi 14,2 cm. Tulang paha dari 1,3 cm jadi 2,8 cm, lingkar kepala dari 7,5 cm jadi 15,9cm, lingkar perut dari 6,9 jadi 11,8. Lumayan pesat perkembangannya, alhamdulillaah. Dan dokternya lupa kalo udah ngasi tau jenis kelamin. Alhamdulillah tetep laki-laki jenis kelaminnya :)

Ngomongin 18 minggu, di postingan kemarin, saya nunggu-nunggu banget gerakan si dedek yang konon katanya kalo kehamilan kedua dan selanjutnya terasa lebih cepet. Tapi di saya nggak ngaruh, kehamilan kedua ini gerakan janin terasa ketika sudah 18 minggu, sama kayak kehamilan pertama yang saya ceritain disini. Ketika udah 18 minggu dan si dedek masih belum terasa gerakannya saya agak panik, khawatir kenapa-kenapa. Alhamdulillah di 18 minggu 1 hari, si dedek mulai terasa gerakannya. Memang baru kedutan-kedutan aja dan belum terlalu sering, tapi alhamdulillah sudah terasa. Kayaknya mau nyamain kakaknya nih, berasa di 18 minggu. Hihihi...

Secara keseluruhan, minggu ke 18 - 21 ini cukup menyenangkan, walau masih deg-degan juga. Soalnya pas Alif semua lancar dan baik-baik saja, lalu mulai bermasalah di minggu ke 24. Jadi saya tetep harus waspada dan nggak boleh lengah. Di minggu ini saya udah bisa makan banyak tanpa muntah (kecuali pas sikat gigi), bisa makan buah sayur dan minum air putih minimal 2 liter, bisa minum manis lagi, terus udah berani gendong Alif sesekali, udah bisa jeniperan tiap pagi, sebah dan kembung berlalu, perut mulai buncit, jadi udah mulai make celana dan baju hamil plus daster walau masih bisa tengkurap juga sesekali. Terus juga saya udah berani dipijit. Duh rasanya enteng banget badan abis dipijit, tidur juga lebih nyenyak. Nanti soal pijit ini kalo nggak malas saya bikin postingan terpisah. Lalu Alif alhamdulillah makin kooperatif, kecuali lagi datang kolokan dan manjanya. Di minggu ini juga ngerasain ditinggal dines lagi sama kangmas selama 9 hari. Alhamdulillah saya nggak sakit dan tepar kayak waktu hamil Alif dan ditinggal kangmas. Alif juga pinter, asal bisa sype sama kangmas udah seneng banget dia. Alhamdulillaah... Insya Alloh akan baik dan mudah hingga melahirkan nanti, mohon doanya yaa...