Sunday, November 29, 2015

Pengen Liburan

Pengen banget liburan, dari jaman hamil Alif sampe hamil adeknya, belum ada kesampean.. Barusan iseng nyari-nyari penginapan.. Tiap nemu penginapan yang emaknya kepengen banget, si dedek nendang heboh..
i know sweetheart.. Cozy banget tempatnya, tapi harganya masi out of budget..
Terus gimana?
Ya nggak gimana-gimana, liat aja nanti jadi liburan apa nggak. huehehehe...

Thursday, November 19, 2015

Sponsored Review : Beauty Barn Aromatherapy

Waktu pertama kali ditawarin buat nge-review produk Beauty Barn, saya langung lonjak-lonjak kegirangan. Selain karena saya memang puas banget sama produk Beauty Barn yang saya pakai *baca disini*, saya memang berniat untuk nyobain produk-produk lain, walaupun dicicil nyobainnya. Pucuk dicinta ulam tiba, malah ditawarin buat ngereview. Alhamdulillah rezeki, walau dalam hati takut ngecewain juga sih. Soalnya saya nggak mau ngereview yang asal gitu, semua produk harus sudah pernah saya / anak saya coba pakai, jadi tahu persis kegunaan dan khasiatnya. Makanya review ini agak lama kesimpen di draft, nunggu semua produk yang dikirim benar-benar saya coba.


Kali ini saya mau review Beauty Barn Aromatherapy, produk dalam kategori ini menurut saya fokus ke healing ya, bukan ke pencegahan atau daily treatment, walau ada juga produk yang bisa digunakan untuk pencegahan seperti Virus Free. Menurut yang saya baca, Aromatherapy merupakan salah satu metode penyembuhan yang tertua dengan menggunakan minyak esensial, baik dengan di oleskan maupun di hirup aromanya. Produk Aromatherapy Beauty Barn ini menggunakan minyak esensial yang alami dari tumbuh-tumbuhan, tanpa pewangi buatan, tanpa campuran minyak yang mengandung mineral ataupun petroleum oil.  Saya dikirimi 4 buah produk, yaitu Fever Down, Breath in Rub, Tummy Fix dan Heal Good

Semua produk Aromatherapy Beauty Barn dikemas dalam botol berwarna gelap, hal ini dilakukan untuk mencegah essential oil rusak dan menguap karena essential oil ini mudah sekali menguap dan rusak jika terpapar panas. Beberapa essential oil yang saya punya juga dikemas dalam botol gelap. Sebagai tambahan informasi, jika khawatir dengan kulit bayi yang masih terlalu sensitif, produk aromatherapy Beauty Barn bisa di-dilute / diencerkan terlebih dahulu dengan vegetable oil yang pure, seperti Virgin Coconut Oil, olive oil ataupun almond oil. Pastikan minyak yang digunakan merupakan minyak dari tumbuhan yang pure tanpa tambahan zat kimia. Jangan pernah mencampur essential oil dengan minyak yang berbasis mineral seperti baby oil ataupun yang berbahan dasar petroleum oil. Karena kandungan kimia dalam minyak-minyak tersebut menimbulkan efek negatif apabila tercampur dengan essential oil. [Dan nggak cuma untuk produk Beauty Barn ya, jika memiliki essential oil dari Brand berbeda, perlakuannya juga sama. No chemical, no mineral / petroleum oil].


Fever Down


Dikemas dalam botol plastik berwarna gelap dengan tutup pump yang saya suka. Tutup model pump ini meminimalisir resiko tumpah ataupun kebanyakan ketika menuang isinya. Apalagi kalau anak demam, biasanya manja luar biasa dan maunya nempel terus, sehingga tangan ibunya yang cuma dua harus harus multi tasking dan sigap. Dengan tutup pump, cukup tekan ke telapak tangan lalu oleskan minyak secukupnya. Tanpa resiko tumpah.

Fever Down ini di klaim bisa digunakan untuk bayi dibawah 12 bulan maupun untuk yang berusia di atas 12 bulan. Digunakan sebagai pertolongan pertama ketika suhu tubuh anak mulai meninggi atau ketika mulai demam. Diklaim bisa membantu menurunkan suhu tubuh anak dengan aroma yang menenangkan. Untuk anak dibawah 12 bulan, gunakan sedikit saja ditelapak kaki kemudian pijat perlahan. Untuk anak di atas 12 bulan, usapkan di belakang leher dan dibelakang telinga. Kalau saya, saya usapkan di sepanjang tulang belakang juga sambil saya pijat-pijat pelan.

Teksturnya cenderung cair dan berwarna bening, mudah sekali meresap. Aromanya segar dengan bau peppermint yang cukup tajam. Setelah di oles dan meresap, aromanya tercium samar-samar dan beneran menenangkan. Bahan-bahannya terdiri dari peppermint, lavender, lemon, cajuput, eucalyptus, sweet almond oil, coconut oil.  

Beberapa waktu lalu ketika Alif demam, langsung saya oleskan Fever Down, di ulang setiap 2 jam. Tapi karena suhu tubuhnya nggak kunjung turun, sedangkan Alif punya riwayat kejang demam, maka Alif tetap saya minumkan paracetamol. Lalu sekitar sebulan lalu Alif agak sumeng karena kelamaan berenang dan mau flu, saya oleskan fever down, nggak cuma di belakang leher dan belakang telinga, tapi juga di sepanjang tulang belakang dan telapak kaki sambil saya pijat pelan. Saya ulang tiap satu-dua jam. Alhamdulillah nggak sampe demam dan harus minum obat, besokannya Alif sudah seger dan ceria lagi. Walau sungguh, perjuangan makein Fever Down ini luar biasa penuh bujuk rayu karena anaknya teriak-teriak nggak suka baunya. Tapi begitu enakan aja langsung loncat-loncat nggak bisa diem lagi. Fyi, Alif usianya 35 bulan sekarang. Kesimpulan saya, walaupun nggak secara langsung menyembuhkan, tetapi fever down membantu menenangkan dan membuat Alif sedikit rileks.

Netto : 60 ml

Breath In Rub

Dikemas dalam bentuk stick seperti lipbalm, kemasannya super handy dan mudah sekali dibawa kemana-mana. Tinggal buka, putar bawahnya dan oleskan, super simple. Teksturnya padat tapi empuk dan langsung melt begitu di oleskan ke kulit dan oily. Jadi cukup oles sedikit, ratakan sambil di pijat dan diusap pelan untuk mengeluarkan aroma dan kehangatannya.

Disegel
Warnanya hijau sedikit keabuan dengan aroma dan tekstur setelah di oles sekilas mirip V*cks Vaporub. Tapi kalau dicermati beda banget aromanya, selain aroma peppermint yang dominan, sekilas tercium samar bau kayu putih dan entah bau apa yang kesannya warm. Setalah saya lihat ingredientsnya, bau warm itu sepertinya muncul dari kayu manis. Selain peppermint, cinnamon dan eucalyptus, Breath in Rub juga mengandung lavender, lemon, tea tree, cajuput, chamomile, beeswax dan rice brand oil.


Breath ini rub ini memang untuk dioles dan di gosokkan ke dada dan punggung ketika anak terserang batuk pilek, untuk melegakan pernafasan dan meredakan batuknya, tapi hanya untuk anak yang berusia di atas 12 bulan. Pas saya batuk pilek kemarin saya juga cobain, aromanya enak banget bikin rileks. Tapi mungkin kulit saya kulit badak jadi nggak berasa anget. Hehehehe... Kalo buat anak-anak mah pasti terasa hangat. Saya pakaikan ke Alif juga ketika Alif akhirnya ketularan emaknya batpil. Saya oleskan di dada dan punggungnya tiap 2-3 jam. Lumayan bikin Alif tidur dengan nyenyak, padahal saya yakin hidungnya mampet dan tenggorokannya gatal. Kali ini Alif anteng pas dipakein, soalnya sambil saya pijit-pijit juga. Berasa anget dan enakan kayaknya, makanya nggak protes.

Netto : 15 gram


Tummy Fix


Dikemas dalam botol kaca gelap, tutupnya bentuk drop dengan tabung kecil dari kaca juga. Nah botolnya selain disegel dengan kuat, dimassukkan juga dalam kotak yang bentuknya lucu berwarna dan bermotif sama. Ingredients terdapat di kotaknya itu. Cara buka botolnya agak tricky, harus ditekan ke bawah sambil di putar. Ini bagus banget, supaya nggak gampang kebuka dan tumpah mengingat beberapa tetes oil saja sudah cukup.


Tummy fix dibuat dari campuran aneka macam minyak esensial yang dikenal sejak jaman dulu dapat digunakan untuk meredakan diare dan muntah. Diketahui juga minyak-minyak tersebut bisa meringankan beberapa masalah pencernaan seperti sakit perut, kolik, kembung, sebah, dan konstipasi. Terdiri dari peppermint, lavender, rosemary, ginger cinnamon, clove, orange, sweet basil, patchouli, chamomile, myrrh, coconut oil. Dengan gabungan berbagai macam minyak ini, saya agak maklum kalau aromanya tercium cukup keras dan "obat" banget. Kata papa saya malah baunya kayak minya angin. Errrrr..... ~~'

Disegel

Warnanya hijau muda agak kekuningan, teksturnya encer dan mudah meresap. Dapat digunakan bahkan untuk bayi yang baru lahir. Untuk bayi dan yang memiliki kulit sensitif, sebaiknya tummy fix ini di dilute / di encerkan lagi dengan minyak nabati lain. 1-2 tetes tummy fix dicampur dengan 3-5 tetes minyak lain baru di oleskan. Cara pakainya, cukup teteskan 1-2 tetes di pusar, lalu pijat dengan gerakan memutar searah jarum jam mulai dari pusar ke arah luar dengan perlahan. Di perut terasa hangat dan aromanya walaupun beneran kenceng banget, bisa bikin lupa sama sakitnya.


Saya pakein ke perut saya sendiri waktu super sebah dan kembung, terus saya ketiduran. Bangun tidur alhamdulillah perut udah enakan dan langsung *maaf* buang angin terus-terusan. Kangmas juga pernah saya pakein pas lagi diare, alhamdulillah mules-mulesnya agak berkurang. Nah, Alif pernah bangun tidur bikin panik. Nangis-nangis kejer bilang sakit perut. Tumben banget sampe nangis kejer. Minta telpon abahnya, pas nelpon nangis bilang sakit perut. Melukin saya kenceeeng banget. Langsung saya olesin tummy fix dan pijet pelaan banget. 10 menit kemudian Alif buang angin dan pupup. Nampaknya masuk angin karena sedikit cair dan campur angin pas pupup. Sehari saya ulangin 2-3 kali, alhamdulillaah nggak sampe diare dan siangnya Alif udah ceria nggak inget sama sakit perutnya.

Netto : 20 ml

Heal Good

Ini favorite saya kedua setelah soother ointment. Multipurpose banget Heal Good ini. Kemasannya sama seperti Tummmy fix, botol kaca gelap dengan tutup drop dan tabung kecil kaca. Di segel kuat dan dimasukkan dalam kotak lucu juga, sayangnya kotaknya keburu di sobek-sobek Alif jadi nggak sempet saya foto dan nggak sempet nyatet ingredients nya. Hiksss... Nanti kalo saya order lanngsung saya update deh ingredients Heal good. Sementara ini berdarakan hasil googling, Heal good terdiri dari lavender, tea tree, myrrh dan chamomile. Cara buka botolnya juga sama seperti Tmmy fix, tekan ke bawah sambil di putar.


Warnanya kuning muda bening dengan aroma lavender yang sedikit dominan. Baunya segar dan nggak menyengat. Diklaim bisa digunakan sebagai pengganti b*tadine ataau obat merah namun tidak terasa perih, sebagai disenfeksi luka dan mempercepat proses penyembuhan pada kulit. Bisa digunakan untuk luka terbuka, juga untuk digigit serangga dan eczema. Digunakan untuk anak di atas 12 bulan. Untuk penggunaan di wajah harus di dilute terlebih dahulu.



Pertama kali saya cobain Heal good ini ke kangmas pas abis futsal. Namanya laki-laki ya, babak belur abis futsal biasa banget kan. Pas saya tetesin katanya nggak perih tapi rasanya agak panas. Pas saya luka saya coba tetesin, emang agak anget sih, tapi nggak perih kayak pakai betadine gitu. Mungkin karena kangmas lukanya dalem jadi berasa panas. Pas Alif luka, saya coba tetesin. Anaknya ribut sakit sambil mewek. Mungkin terasa panas, tapi bilangnya sakit. Baiklah, next time kalo buat Alif harus di dilute dulu biar nggak terlalu panas. Tapi kalo di pakai teratur, luka jadi lebih cepat menutup dan sembuh. Saya merhatiin luka-lukanya kangmas soalnya, cepet banget keringnya. Terus seminggu kemarin Alif tiba-tiba muncul bentol-bentol merah dan anaknya bilang gatal sambil terus digaruk. Awalnya saya kira alergi. Tapi makanan udah dipantang masih muncul aja. Saya olesin Heal good, alhamdulillah gatal berkurang karena Alif nggak serinng garuk-garuk dan dalam 2-3 hari memudar serta mengering bentolnya. Karen penasaran si bentol masih tumbuh di tempat lain, akhirnya ke dokter kulit juga. Kata dokter digigit binatang sejenis kutu gitu. Lah, dirumah nggak pakai karpet, gorden. Soga juga bukan bulu-bulu, seprei rutin di ganti. Entah binatang mana yang tega gigit Alif, soalnya saya dan abahnya nggak ada yang bentol-bentol. Selain salep dari dokter, masih saya pakein heal good juga biar anaknya nggak garuk-garuk terus. Alhamdulillah udah nggak pernah ribut gatal lagi 2 hari ini.

Netto : 10 ml

After all, saya puas banget saya produk-produknya Beauty Barn. Ada beberapa item yang akan saya purchase karena memang berguna banget dan cocok sama keluarga saya dan beberapa item lain yang masih saya incar. Memang harga sedikit lebih mahal, tapi dibandingkan produk sejenis buatan luar, produk Beauty Barn lebih terjangkau menurut saya. Terima kasih Beauty Barn sudah mengirimkan produk berkualitas untuk keluarga saya.

Oiya sebagai catatan, reaksi setiap anak / orang terhadap essential oil berbeda-beda ya. Ada yang cocok banget, ada yang biasa aja, atau bahkan ada yang nggak cocok. Lalu essesntial oil ini bukan obat, jadi nggak bisa cuma bergantung sama si oil ini. Esssential oil sifatnya hanya membantu penyembuhan dan bukan obat, hasilnya nggak instan. Misal seperti Alif yang punya riwayat kejang demam, nggak bisa cuma pakai fever down dengan harapan demamnya turun. pada kondisi dan situasi tertentu, diperlukan juga obat dokter. Atau pada kondisi gatal-gatal Alif, walaupun sembuh dengan heal good tetap harus dicari penyebabnya. Jadi, sebagai ibu kita harus wise dan bijak dalam menentukan segala sesuaatu. Bagi saya essential oil sifatnya membantu penyembuhan [beberapa oil juga dipercaya bisa digunakan sebagai pencegahan]. Ada kalanya saya biarkan sistem imun yang bekerja, namun ada kalanya juga saya harus berkonsultasi dengan dokter ketika dalam beberapa waktu gejala masih sama atau bahkan memburuk. Kembali ke alam bukan berarti antipati dengan yang lain kan? Selalu bijak dalam menilai dan menentukan sesuatu :)

Wednesday, November 18, 2015

Wangsa Jelita : Lavender Beauty Oil, Rose Natural body butter


Sebelum posting si dede, nge-review dulu ya.. Ngelemesin jari dan ngangetin otak, lama nggak dipake soalnya. Huehehe..

Pertama kali tau soal Wangsa Jelita dari postingan beberapa beauty blogger yang blog-nya saya follow. Rata-rata review mereka bagus, apalagi ini merupakan produksi anak negeri. Jadi bangga dong pakai produk buatan Indonesia yang kualitasnya nggak kalah sama produk import. Selain review yang bagus, buatan anak Indonesia, saya tertarik buat nyobain produknya karena di klaim bebas zat preservatives, termasuk free parabens. Udah pada tau kan kalau paraben ini disebut-sebut sebagai salah satu zat pemicu kanker. Sejak hamil pertama, saya aware banget sama produk-produk yang saya pakai. Makanya saya cenderung kumel dan dekil karena nggak pakai skin care apa-apa, pelembab pun jaraaang banget dan ujung-ujungnya pelembab saya habis dipakai Alif buat mainan di seluruh lantai kamar. Begitu tau ada produk yang cukup terjangkau, jadi penasaran. Tapi nggak langsung beli sih, alesannya klasik. Males. Hahahahaha... Tapi begitu tau bisa pesen via web, langsung deh klak klik klak klik, dan masuklah Lavender Beauty Oil dan Rose Body Butter ke dalam troli belanja saya.

Pas dateng, seneng banget deh. Produknya di bungkus bubble wrap dengan rapi dan di masukkan dalam kardus lalu di ikat pita. Berasa dapet kado dari mana gitu. Kardusnya nggak sempet di foto, keburu renyek sama anak sholih kesayangan *grin*

Lavender Beauty Oil


Beli ini karena katanya multi fungsi banget, bisa buat pelembab muka, badan, rambut, buat make up remover dan aromanya menenangkan. Siapa yang nggak tertarik sama produk multi fungsi? Saya beli yang kemasan 100 ml. Botolnya ramping dengan tutup spray, terbuat dari plastik dengan label berwarna ungu bergambar lavender. Enaknya tutup spray, saya bisa atur seberapa banyak saya mau pakai tanpa takut keglogokan pas di tuang. Dibawa travelling juga enak karena nggak gampang tumpah.

Warnanya sedikit kekuningan dengan tekstur cair dan nggak sticky.Gampang banget meresap dan nggak meninggalkan efek oily ataupun sticky. Menurut saya, aroma lavendernya lumayan kenceng, buat yang nggak suka aroma yang agak kenceng kayaknya kurang cocok. Tapi seiring dengan meresapnya si oil, aromanya jadi lembut dan bikin rileks. Bawaannya pengen goler-goler kalo abis pake ini. Biasanya saya pake di bagian-bagian tubuh yang kering dan juga kulit wajah sebelum tidur. Enak deh, kulit wajah jadi lembab dan supple. Cara pakainya, semprotin ke telapak tangan, gosok-gosok sebentar lalu tap tap ke wajah. Nggak perlu banyak atau sampai berminyak gitu, sedikit aja cukup. Abis itu pijat-pijat pelan, biar meresap. Kalo saya abisannya langsung kriyep-kriyep dan bobo pules deh.


Berhubung si oil ini abisnya lama banget, pas kemarin ketauan hamil langsung saya oles-oles di perut, pinggang, panggul dan payudara deh buat melembabkan dan mencegah strechmark. Idealnya sih pakai edisi minyak buat bumil, karena belum sempet beli pakai yang lavender dulu aja deh.. Oiya, untuk fungsi sebagai make up remover malah saya belum pernah nyoba, soalnya agak males kalo minyak-minyak gitu. Rasanya aneh di muka. Ini sih saya nya aja yang aneh. hehe...


Rose Natural Body Butter


Yang saya foto ini kayaknya kemasan lama, karena kemasan body butter yang baru nggak begini. Emang saya belinya udah lama sih, tapi nggak kunjung posting review. hehehe...

Dikemas dalam wadah bulat plastik dengan berat 100 gram, body butter ini enak di cemplungin ke dalam tas buat dibawa-bawa. Karena wadahnya nggak tebel, jadi nggak menuh-menuhin tas. Kapanpun perlu tinggal colek-colek deh. Di website-nya tertera kalau body butter ini cocok untuk kulit yang sangat kering, tapi kulit saya cenderung normal, alhamdulillaah cocok dan terasa melembabkan juga.


Teksturnya thick dan agak sulit untuk di baurkan, butuh banyak banget buat melembabkan tangan dan kaki saya, makanya cepet banget habisnya. Body butter ini juga cepat meresap, jadi perasaan belum rata makenya tapi udah keburu meresap. Terasa melembabkan, tapi bukan yang lembab banget. Nggak sticky dan lengket, tapi kalo dipakai wudhu agak sedikit licin dan perlu apply ulang. 

Aromanya enak bangeeet, lembuut. Kalo lagi colek-colek gitu nggak terlalu tercium aromanya saking lembutnya. Tapi pas udah di oles, kulit jadi harum dan aroma rose-nya lembut banget. Jadi bukan harum mawar yang nyegrak gitu, tapi lembut kayak lagi nyiumin bunga mawar beneran. Buat saya, kalo untuk dipakai harian kurang cocok dan terlalu boros. Saya prefer body lotionnya (next review). Tapi untuk travelling, body butternya lebih praktis. Balik lagi, tergantung selera ya..

Repurchase ?
Yes

Tuesday, November 17, 2015

Baby #2

Aloha... Halooo....
Lama nggak update apa-apa, blognya nganggur dan penuh debu. Hihihi.. Ya abis gimana dong, jangankan posting di blog, ngurusin anak ganteng kesayangan aja keteteran pake banget, apalagi di tengah kondisi yang agak drop kayak beberapa minggu bulan belakangan ini...

Well, fotonya sudah menggambarkan apa yang mau saya ketik disini ya.. hehehe... Alhamdulillaah, Alloh kasih saya dan kangmas kepercayaan lagi dengan menitipkan calon bayi di rahim saya. Calon adiknya Alif ini insya Alloh sudah memasuki usia 20 minggu. Iya, 20 minggu, dan baru mau saya ceritain disini. Lihatlah betapa saya bertransformasi dari males banget menjadi amat sangat super males sekali. LOL.

Rasanya gimana?
Nano-nano banget. Karena kan awalnya kami mau konsul dulu ya ke dsog sebelum program mengingat pengen dapetin yang beda jenis kelamin plus riwayat premature pas Alif itu. Tapiiiiiiii pas kemarenan itu nyobain nggak pakai pengaman, lah alhamdulillah langsung jadi. Nggak nyangka banget, soalnya kan pas dapetin Alif agak lama dan effortnya lumayan. Kali ini alhamdulillaah Alloh langsung kasih..

Awalnya nggal nyangka aja hamil. Pas mudik lebaran kemaren ditanyain udah hamil belum, saya jawab belum. Entah kenapa pada nanya, mungkin gara-gara saya tambah gendud kali ya. *sigh* Tapi badan kok rasanya gampang capek, perut juga sebah terus. Mikirnya palingan kecapekan dan masuk angin aja.. Lalu udah di rumah, kok makin nggak enak.. PD juga berasa sakit banget. Feeling saya dua, kalo nggak mau mens ya hamil. Minta kangmas beliin tespek, di coba sekali hasilnya negatif. Ya udah berarti mau mens kali ya, soalnya belum telat juga pas make tespek. Tapi perasaan berkata lain... Hehehe... Soalnya beberapa bulan terakhir tumbenan banget si tamu datang teratur dan predictable, biasanya mah telat terus dan siklusnya nggak teratur. Lalu beberapa hari kemudian masih belum mens juga, mood udah naek turun kayak roller coaster, udah telat dari mens sebelumnya tapi baru 3 hari. Minta kangmas beliin tespek lagi, tapi dapetnya merk sensit*f. Pengalaman dulu sama merk ini malah nggak jelas dan lebih jelas pakai merk yg murah. Hehehe... Kata kangmas nggak ada yang lain. Ya sudahlah... Besokannya bangun siang seperti biasa, inget punya tespek, di pake lagi deh tespeknya. Nggak ngarepin apa-apa, pas lagi nungguin sambil ngantuk-ngantuk duduk di toilet kok langsung berubah jadi 2 strip dengan sangat cepat. 2 strip yang jelas banget, beda kayak waktu hamil Alif. Rasanya deg-degan... Hahahaha....


Ambil henpon terus di foto deh. Beberapa saat kemudian, whatsapp kangmas bilang kayaknya Alif mau punya dede nih. Reaksinya si kangmas, nggak percaya. Lalu speechless dan nervous. Pengen ketawa, dia nervous. Kayak apaan aja coba pake nervous segala. Saya juga nervous banget sih. Tapi saat itu belum bilang sama siapa-siapa. Saking nggak percaya, besoknya tesepk lagi, hasilnya sama aja. Well, alhamdulillaah... Alloh kasih rezeki yang nggak terduga. Langsung telpon RS langganan dan daftar buat ke Dsog langganan. Belum mau bilang sama siapa-siapa, termasuk ortu. Abis kan masih belum jelas ya, belum ke dsog. Lah si kangmas keceplosan pas mau berangkat ke dokter sama si mamah kalo saya hamil. Berasa durhaka deh nggak ngasih tau nyokap duluan. Syukurnya si mama nggak ngambek dan cuman bilang kenapa nggak konsul dulu? Errrr... Ini mah keburu jadi ... -____-'

Abis dari dokter, bilang sama ii, cerita dan minta doain sama temen-temen di grup dan sahabat di the narsis. Karena hasil periksa dokter nggak begitu bagus. Hikss.... Sempet ngerasa down dan sediih banget, takut juga. Tapi kata kangmas bismillah aja, insya Alloh si dede kuat kayak kakaknya dulu. Mama, ii, mama papa mertua dan temen-temen alhamdulillah ikut ngedukung dan ngedoain saya dan si dede. Rasanya sedikit tenang walau harus sedikit tega sama Alif. Sediiih... Nggak bisa gendong-gendong Alif dan Alifnya juga sediiih nggak bisa main pesawat, kuda-kudaan, dan gendong bunda.... :(

Postingan perkembangan si dede nanti saya bikin terpisah, insya Alloh kalo rajin. *hammer*

Dan ada satu kejutan lagi, ternyata adik ipar saya juga hamil!! Hpl-nya juga deketan karena Hpht nya juga cuma beda beberapa hari, duluan si adik ipar. What a coincidence. Seru juga nih cerita kehamilan kali ini. Doakan kami selalu sehat, si dede berkembang dengan baik dan sempurna, kehamilannya sehat lancar dan mudah hingga melahirkan nanti. Aamiin...

Wednesday, November 11, 2015

Andai

Andai saja beliau masih ada, mungkin tidak serumit ini..
Mungkin saja lebih tenang dan terarah..
Mungkin..
Ah sudahlah..
Hati kecil berkata beliau ada bersama kami, hanya saja tak terlihat..

*alfatihah*