Saturday, August 01, 2015

Alif bruntusan

Jadiiii... sekitar 2 bulan lalu, di paha kirinya Alif muncul kayak bruntusan kecil- kecil warna merah, kadang dia bilang gatel, kadang nggak. Tapi bruntusnya nggak ilang-ilang, si abah di ajak ke dokter katanya nggak apa-apa, paling alergi. Alif memang kalo kebanyakan makan ayan dan telur negeri emang alergi, tapi nggak beruntus gitu.

Lalu pas puasa kemarin nyebar bruntusnya ke  paha kanan. Jeng jeng jeng, mana udah deket lebaran. Dimandiin pakai lactacyd nggak ngaruh juga. Langsung janjian sama dsa deh, mengingat mau mudik dan lebaran itu dokter paling cuma ada dokter jaga. Jum'at (10/07) siang ke RS, kata dsa coba dipantang dulu makannya sama disuruh pakai salep elox.

Udah dipantang makan, udah pakai salep, kok malah nyebar bruntusnya, sampe ke punggung dan lutut. Awalnya cuma bentol putih gitu banyak, lama-lama jadi gerombol merah kecil-kecil kayak ada isinya tapi nggak ada isinya dan anaknya mulai heboh sakit (gatal). Senin (13/07) balik lagi ke dsa, dan dsa angkat tangan karena merasa sudah bukan bidangnya, disaranin ke spesialis kulit. Saya langsung daftar cari spesialis kulit untuk alergi, tapi hari senin nggak praktek. Terus ya udah spesialis kulit siapa aja deh, pokoknya ketemu dokter yang lebih faham. Adanya jam 7 malam ternyata. Pulang dulu, istirahat. Abis buka puasa langsung ke rs lagi.

Ketemu sama dokter Catharina, dokternya cantik. Pas diperiksa biasa deh si Alif melejit-melejit, lalu malah mainan di kolong tempat tidur. Menurut dokter catharina, bisa jadi karena debu dan binatang. Ya wajar sih, Alif demen goler-goler dan guling-gulingan dimana aja. Diresepin salep yang saya dengan dodolnya lupa nanya isinya apa aja (dan ternyata menurut dokter Windy mengandung steroid), sama lotion physiogel dipake tiap abis mandi. Baju-baju alif dicuci pakai deterjen bayi, nggak boleh pakai pewangi dan pelembut. Pe-er banget, secara baju-baju mainnya mayoritas dekilnya ampun jadi harus direndem dan dikucek pakai sabun penghilang noda :(

Tapiiii... Tetap aja ternyata. Makin nyebar ke perut, punggung, seluruh tangan dan kaki bahkan jidat, hidung dan pipi. Ngelihatnya sedih banget, kayak anak-anak nggak keurus yang kulitnya pada sakit gudikan gitu. Terus kalo kegerahan suka bilang sakit dan gatal.. T_T Apalagi pas mudik, gerah dikit rewel gatal, mau tidur rewel.. :(

Begitu balik dari Mojokerto langsung ke Rs daftar ke dokter Windy yang kemarin menurut dokter Diah spesialis alergi juga. Ke dokter jum'at (17/07), ternyata dokter adanya sabtu. Langsung daftar ke spesialis kulit dan sekalian ke dokter gigi. Cerita dokter gigi insya Alloh di post terpisah.

Sabtu (18/07) ke RS lagi dan ke dokter gigi dulu karena dokter Windy lagi ada tindakan. Setelah diperiksa, menurut dokter windy, kulitnya Alif bisa sampai kayak gitu karena super kering dan sensitif. Bukan karena debu, alergi, atau virus kayak herpes atau scabies. Karena kulitnya kering, jadi jaringannya melebar dan muncul bentol-bentol dari kutikulanya. Dan kulit jadi super sensitif, ketika kering atau kena keringat, efeknya biasanya gatal dan perih. Penyebabnya macam-macam, bisa karena terpapar zat kimia terus-terusan (sabun, pelembut, pengharum, toiletries yang nggak cocok), cuaca, atau kondisi lingkungan yang kurang bersih misalnya karpet yang berdebu, kasur yang ada binatang kecil-kecilnya, dll. Penanganannya, sabun mandinya diganti, jadi pakai yang lembut dan tanpa sabun, merk physiogel. Lotion physiogelnya juga harus sering-sering dipakai, minimal 5x sehari. Kalo keringatan, di lap keringatnya, dibilas / semprot air, di keringkan lalu ganti baju. Cara ngeringin badan nggak boleh digosok, tapi di totol-totol. Sabun cuci harus yang lembut dan nggak boleh pakai softener, nggak boleh pakai kamper juga di lemari. Lalu seprei, lantai harus bersih. Seprei juga harusnya nggak boleh pakai softener, ya tapi kalo di londri pegimana ya.. ^^'

Alhamdulillah sekarang kulitnya udah mendingan, sisa di tangan dan lutut ke bawah yang masih belum mulus, masih ada sisa-sisa gatal dan bentol. Yang lain sudah halus dan nggak ada geradakan bentol-bentol. Cuma kalo keringatan di tengkuk dan punggung masih suka gatal. Bilangnya, "nda ate mua gigit amuk". Dikira gatal itu cuma karena digigit nyamuk. Kalau saya gugling sih, antara dermatitis Atopik atau eczema yah, tapi di buku kesehatannya dokter Windy nulisnya Atopik. Duh, ada-ada aja sih nak...

Serius agak rempong, mengingat emaknya punya kulit badak yang cuek bener sama skinker, eh anaknya tiba-tiba kulitnya super kering dan sensitif. Yah mudah-mudahan nggak berlanjut dan cuma sakit musiman aja... Pe-er emaknya buat cari produk yang minimal zat kimianya dan lebih natural, which is little bit pricey dibanding produk yang biasa dipakai.. Dan pe-er buat adeknya nanti juga, supaya nggak terpapar banyak bahan kimia yang mana sulit banget ternyata.. Ahh.. Yang penting sehat selalu ya nak...

0 comments:

Post a Comment