Tuesday, August 04, 2015

Review : Beauty Barn Indonesia


Karena Alif kulitnya sakit dan masih dalam perawatan seperti yang saya ceritain disini, saya mencoba mencari alternatif produk yang minim (kalo bisa malah tanpa) zat kimia berbahaya dan aman untuk kulit sensitif. Hasilnya, mayoritas adalah produk import dan harganya lumayan bikin dompet ngap-ngapan :))) Lalu saya nemu satu produk dalam negeri yang bikin saya penasaran, plus harganya sedikit lebih terjangkau dan mengklaim kalau mereka memakai bahan-bahan organik yang alami dan meminimalisir menggunakan bahan kimia, tanpa zat pengawet, aman untuk kulit bayi baru lahir ataupun kulit dengaan kondisi eczema atau atopik. Namanya Beauty Barn. Saya baca di web-nya juga Beauty Barn ini berawal karena sang owner nggak menemukan produk yang benar-benar aman dan less chemical untuk anak-anaknya yang memiliki kulit sensitif. Maka ownernya trial dan error sendiri sampai menemukan formula yang pas dan aman. Tag-nya adalah, "Natural Skincare For Children". Tapi setelah saya gugling reviewnyaa, yang make produknya nggak cuma bayi dan anak-anak, tetapii juga orang dewasa. Karena terbukti aman untuk bayi, berarti aman juga untuk orang dewasa kan? Sebenarnya saya cuma nemu sedikit review tentang keampuhan produk ini, kalaupun ada kurang detail dan kurang informatif, jadi kurang yakin dan kurang ada gambaran gimana-gimananya. Tapi akhirnya nekat ajalah, semoga cocok dan kondisi kulitnya Alif membaik.

Disegel dengaan kuat :)
Saya order produk Beauty Barn ada yang via Bilna, ada yang via Babyzania. Begitu produknya sampe agak kaget juga, soalnya ukurannya lumayan kecil. Hihihihi.... Packagingnya bagus, desainnya oke banget, lucu dengan warna-warna soft. Lalu semua produk disegel dengan plastik, dan segelnya bukan segel abal-abal yang plastiknya tipis dan gampang dilepas. Segelnya nempel kuat dan melapisi produknya dengan baik. Di setiap produk, terlampir ingredients dengan amat sangat lengkap sekali sehingga kalau ada anak-anak yang alergi atau sensitif terhadap bahan tertentu, bisa dengan mudah menghindari produknya. Juga tertera masa kadaluarsa produk, dan masa pakai produk setelah dibuka. Jarang lho saya nemu produk lokal yang mencantumkan masa pakai produk setelah dibuka. Ini menjadi nilai plus banget.  

Saya membeli 4 buah produk Beauty Barn, yaitu Hair and Body Wash, Cooling Body Powder, Bugs Off Body Spray dan  All Purpose Soother Ointment. Saya akan review satu-satu ya... Semoga nggak kepanjangan dan nggak bosan bacanya...


All Natural Gentle Hair and Body Wash

Klik foto untuk gambar yang lebih besar
Di klaim memiliki ph 5,5 yang akan membuat kulit dan rambut terasa lembut. Tanpa sls / sles, tanpa paraben, tanpa pewangi buatan, non toxic, dan aman untuk bayi yang baru lahir. Bahan aktifnya adalah oat, alpukat, calendula, dan madu. Tapi saya lihat juga mengandung almond oil, lavender oil, dan chamomile oil. 


Teksturnya agak creamy dan sedikit encer. Ketika dipakai agak licin seperti memakai cleanser. Tidak berbusa kalau dipakai dibadan, kalau dipakai di rambut mengeluarkan sedikit busa. Gampang dibilas, tapi menimbulkan efek licin dan kesannya belum bersih bilasnya. Menurut saya mungkin karena kandungan natural oilnya yang banyak, jadi terasa licin. Tapi setelah kering, licinnya nggak tersisa, kulit terasa lembab dan supple. (Saya tau soalnya saya nyobain make juga. Hahahahaha...). Di Alif, kulitnya kelihatan lebih sehat, dan rambutnya jadi lembut, tapi nggak lemes banget kayak pakai shampoo yang biasa dipakai. Lebih sehat dan bisa jigrak malahan. Hihihi... Setelah 3 hari pemakakaian, hampir nggak terdengar Alif rewel kegatelan minta di usap-usap. Artinya, Alif cocok pakai sabun ini dan terbukti tidak membuat kulit tambah kering. Wanginya warm, dan lembut, nggak menusuk hidung, tapi bukan wangi yang soft kayak wangi bunga-bunga gitu ya. Menurut saya aromanya lebih ke wangi rempah-rempah yang warm gitu.

Netto : 100 ml, Price : 120 k


Cooling Body Powder

Klik foto untuk gambar yang lebih besar
Tidak mengandung Talc, yang mana talc itu berbahaya jika terhirup dan bisa menutup pori-pori. Bahan aktifnya adalah lavender, chamomile, dan daun peppermint. Di klaim memiliki efek mendinginkan yang bisa mengurangi gatal, dan menenangkan kulit yang teriritasi. Sebagai pengganti talc, Beauty barn menggunakan tapioca powder. Juga mengandunng zinc dan jojoba oil.

Lubangnya besar, dan disegel sticker juga
Teksurnya berbutir agak kasar, nggak halus kayak bedak-bedak bayi gitu. Ini memenimalisir butiran-butirannya mudah berterbangan dan terhirup. Warnanya juga nggak putih, tapi krem kecokelatan dan berbutir kecil-kecil. Teksturnya dan warnanya mirip lada halus yang beli dipasar kalo kata saya. Hehehehe... Biarpun masih berbutir, tapi ketika diratakan nggak bikin kulit terasa sakit. Butirannya kasar karena mereka tidak menggunakan ekstraknya, tapi menggunakan tanaman asli yang dihaluskan.

Tekstur tidak halus dan ada butiram-butiran kecil
Wanginya enak banget, seger. Wangi yang kentara banget wangi peppermintnya, lavendernya cuma kecium hintnya aja setelah dipakai. Efek coolingnya kalo menurut saya kurang, mungkin karena dalam fikiran saya efek coolingnya itu seperti ada sensasi tingling kayak bedak purol atau herocyn gitu. Ehehehehe... Kalo buat anak-anak dan bayi sih pasti cukup ya rasa dinginnya. Saya pakein ke Alif anaknya seneng banget dan rasa gatal-gatal kalo pas keringatan cepet hilang. Alifnya jadi anteng dan nggak rewel minta usep-usep terus :)

Netto : 35 Gram, Price : 80 k


All Purpose Soother Ointment

Klik foto untuk gambar yang lebih besar

Di klaim bisa untuk menenangkan kulit yang bermasalah. Bisa untuk ruam, eczema, luka terpotong. atau juga digigit serangga. Yah namanya juga all purpose yah, bisa untuk segala macem. Hihihihi... Bahan aktifnya sweet almond oil, bergamot tea tree, dan myyrh. Sayaa juga lihat ada beeswax, extract rosemary, lavender oil, dan lemongrass. Kandungannya banyak yang mirip sama bugs off, tapi soother ointment ini kandungannya lebih banyak.


Bentuknya stik, kayak lipbalm gitu. Jadi tinggal puter bawahnya, keluar deh. Lalu tinggal oles dan ratakan. Handy banget kemasannya, gampang dibawa kemana-mana dan nggak menuh-menuhin tas. Tekturnya saya kira creamy, tapi ternyata setelah dioleskan ke kulit jadi oily seperti meleleh gitu, jadi gampang diratakan. Cepat menyerap juga tapi masih ada efek sedikit berminyak. Kayaknya dia nggak terserap semua, jadi kayak ada semacam lapisan tipis yang melapisi dan melindungi kulit, nggak cuma meresap dan menyembuhkan dari dalam. Nah untuk aromanya, saya kurang suka nih. Bau sereh dan rempah-rempahnya kenceng banget, sedikit mirip minyak aromatherapy fresh care gitu. Nggak ada hint lavender atau rosemary nya sama sekali. Sedangkan saya orangnya sensitif banget dan nggak suka sama bau-bauan kayak minyak angin, minyak tawon atau fresh care. Wangi yang saya tolerir dan suka cuma kayu putih dan minyak telon. Tapi demi Alif, saya tahan-tahanin deh. Terus aromanya juga lama-lama mengabur dan menghilang, nggak sekenceng waktu pertama diolesin. Jadi masih bisa saya tolerir :)

Untuk Alif, balm ini saya oleskan dan ratakan di kaki dan tangan ketika Alif sudah tidur, soalnyaaaaa...... Anaknya persis banget emaknya, hidungnya sensitif sama bau-bauan. Pernah saya pakein siang-siang, teriak-teriak lalu kabur dan bilang nggak mau. Ditanya kenapa, sambil ngernyit dan merem-merem dia bilang, bau nda, matanya Aif sakit. Hhhhh... Nggak suka sama baunya dia, pernah dipakaen lactacyd, sama juga teriak-teriak bilang bau. Jadi dipakein kalo ALif lagi tidur, biar nggak kabur dan bawel bocahnya.

Efeknya bagus banget, dalam 2 hari kulit yang bekas atopik yang kasar-kasar sudah mulai menghalus dan kelihatan lebih sehat. Bintik-bintik atopiknya juga memudar dengan cepat sekali. Lalu saya kan alergi msg yah, kalo jajan melulu pasti muncul gatal di lengan dan paha mirip eczema gitu. Gatalnya bukan main. Saya coba oleskan balm ini, dalam dua hari kulit geradakannya menghalus dan gatalnya berkurang. Bisa jadi penyelamat ketika alergi kambuh dan nggak mungkin bawa kangen water :)

Netto : 15 gram, Price : 100 k


Bugs Off Body Spray

Klik foto untuk gambar yang lebih besar

Di klaim mengandung bahan alami yang bisa menghindarkan dari gigitan nyamuk dan serangga. Bahan aktifnya neem, citronella, lemongrass, dan tea tree oil. Juga mengandung vitamin E, lavender dan rosemary extract. 


Warnanya kekuningan, teksturnya nggak terlalu pekat dan kental, cenderung sedikit cair. Mudah diaplikasikan karena menggunakan spray. Tinggal semprot dan ratakan. Gampang menyerap dan nggak ninggalin kesan berminyak. Ampuh banget buat ngusir nyamuk. Ini saya ngetik-ngetik dari tadi ditemenin ngiung-ngiung si nyamuk ngegodain. Saya semprot, ratain, aman tuh. Padahal cuma semprot di satu kaki. Mabok sama baunya kali ya si nyamuk ini. Hahahaha...

Walaupun super ampuh, tapi kalo ngomongin aromanya, saya nyerah. Bau sereh dan rempah-rempahnya jauh lebih kenceng daripada si soother ointment. Nyegrak banget dan ngingetin saya sama bau minyak tawon dan bau minyak urut dari pandeglang sana. Serius nggak bohong, kangmas aja sampe mengernyit. Apa karena saya nggak suka ya sama bau-bauan kayak gitu jadi rasanya hidung saya sensitif banget. Memang sih lama-lama bau serehnya ilang dan kalo kulit di cium-cium ada wangi-wangi lembut kayak lavendernya gitu. Tapi buat saya, awal nyemprotnya itu duh, pe-er banget nahan-nahanin aromanya. Mungkin bagi yang suka wangi warm dan spicy rempah-rempah gitu bakalan suka sama baunya. Aslinya sih seger dan anget aromanya, cuma lagi-lagi karena saya nggak suka jadinya sensitif banget. Hikssss... T_T

Netto : 60 ml, Price : 90 k

Review keseluruhan :
( + )
- Tanpa zat-zat berbahaya
- Tanpa Pengawet
- Terbuat dari tumbuh-tumbuhan, no animal based ingredient
- Ampuh banget
- Lembut di kulit
- Ada keterangan masa pakai setelah dibuka
- Ingredients super lengkap
- Kemasan handy dan lucu

( - )
- A bit pricey
- Aromanya sedikit mengganggu untuk beberapa produk.

Duh, panjang ya mak postingannya? Mudah-mudahan nggak bosen ya bacanya. Review ini saya buat setelah 3-4 hari pemakaian. Nanti kalau udah sebulan pemakaian (produk yang dipakai Alif) rencananya akan saya review lagi efeknya ke Alif. Doakan Alif makin sehat ya..

Repurchase?
Yes, terutama soother ointment dan cooling powdernya. 

Kalau saya boleh saran untuk Beauty Barn Indonesia, bikin size yang gedean biar lebih hemat, dan untuk bugs off-nya, semoga aromanya bisa lebih lembut dan nggak sereh banget ya....

Saturday, August 01, 2015

Alif bruntusan

Jadiiii... sekitar 2 bulan lalu, di paha kirinya Alif muncul kayak bruntusan kecil- kecil warna merah, kadang dia bilang gatel, kadang nggak. Tapi bruntusnya nggak ilang-ilang, si abah di ajak ke dokter katanya nggak apa-apa, paling alergi. Alif memang kalo kebanyakan makan ayan dan telur negeri emang alergi, tapi nggak beruntus gitu.

Lalu pas puasa kemarin nyebar bruntusnya ke  paha kanan. Jeng jeng jeng, mana udah deket lebaran. Dimandiin pakai lactacyd nggak ngaruh juga. Langsung janjian sama dsa deh, mengingat mau mudik dan lebaran itu dokter paling cuma ada dokter jaga. Jum'at (10/07) siang ke RS, kata dsa coba dipantang dulu makannya sama disuruh pakai salep elox.

Udah dipantang makan, udah pakai salep, kok malah nyebar bruntusnya, sampe ke punggung dan lutut. Awalnya cuma bentol putih gitu banyak, lama-lama jadi gerombol merah kecil-kecil kayak ada isinya tapi nggak ada isinya dan anaknya mulai heboh sakit (gatal). Senin (13/07) balik lagi ke dsa, dan dsa angkat tangan karena merasa sudah bukan bidangnya, disaranin ke spesialis kulit. Saya langsung daftar cari spesialis kulit untuk alergi, tapi hari senin nggak praktek. Terus ya udah spesialis kulit siapa aja deh, pokoknya ketemu dokter yang lebih faham. Adanya jam 7 malam ternyata. Pulang dulu, istirahat. Abis buka puasa langsung ke rs lagi.

Ketemu sama dokter Catharina, dokternya cantik. Pas diperiksa biasa deh si Alif melejit-melejit, lalu malah mainan di kolong tempat tidur. Menurut dokter catharina, bisa jadi karena debu dan binatang. Ya wajar sih, Alif demen goler-goler dan guling-gulingan dimana aja. Diresepin salep yang saya dengan dodolnya lupa nanya isinya apa aja (dan ternyata menurut dokter Windy mengandung steroid), sama lotion physiogel dipake tiap abis mandi. Baju-baju alif dicuci pakai deterjen bayi, nggak boleh pakai pewangi dan pelembut. Pe-er banget, secara baju-baju mainnya mayoritas dekilnya ampun jadi harus direndem dan dikucek pakai sabun penghilang noda :(

Tapiiii... Tetap aja ternyata. Makin nyebar ke perut, punggung, seluruh tangan dan kaki bahkan jidat, hidung dan pipi. Ngelihatnya sedih banget, kayak anak-anak nggak keurus yang kulitnya pada sakit gudikan gitu. Terus kalo kegerahan suka bilang sakit dan gatal.. T_T Apalagi pas mudik, gerah dikit rewel gatal, mau tidur rewel.. :(

Begitu balik dari Mojokerto langsung ke Rs daftar ke dokter Windy yang kemarin menurut dokter Diah spesialis alergi juga. Ke dokter jum'at (17/07), ternyata dokter adanya sabtu. Langsung daftar ke spesialis kulit dan sekalian ke dokter gigi. Cerita dokter gigi insya Alloh di post terpisah.

Sabtu (18/07) ke RS lagi dan ke dokter gigi dulu karena dokter Windy lagi ada tindakan. Setelah diperiksa, menurut dokter windy, kulitnya Alif bisa sampai kayak gitu karena super kering dan sensitif. Bukan karena debu, alergi, atau virus kayak herpes atau scabies. Karena kulitnya kering, jadi jaringannya melebar dan muncul bentol-bentol dari kutikulanya. Dan kulit jadi super sensitif, ketika kering atau kena keringat, efeknya biasanya gatal dan perih. Penyebabnya macam-macam, bisa karena terpapar zat kimia terus-terusan (sabun, pelembut, pengharum, toiletries yang nggak cocok), cuaca, atau kondisi lingkungan yang kurang bersih misalnya karpet yang berdebu, kasur yang ada binatang kecil-kecilnya, dll. Penanganannya, sabun mandinya diganti, jadi pakai yang lembut dan tanpa sabun, merk physiogel. Lotion physiogelnya juga harus sering-sering dipakai, minimal 5x sehari. Kalo keringatan, di lap keringatnya, dibilas / semprot air, di keringkan lalu ganti baju. Cara ngeringin badan nggak boleh digosok, tapi di totol-totol. Sabun cuci harus yang lembut dan nggak boleh pakai softener, nggak boleh pakai kamper juga di lemari. Lalu seprei, lantai harus bersih. Seprei juga harusnya nggak boleh pakai softener, ya tapi kalo di londri pegimana ya.. ^^'

Alhamdulillah sekarang kulitnya udah mendingan, sisa di tangan dan lutut ke bawah yang masih belum mulus, masih ada sisa-sisa gatal dan bentol. Yang lain sudah halus dan nggak ada geradakan bentol-bentol. Cuma kalo keringatan di tengkuk dan punggung masih suka gatal. Bilangnya, "nda ate mua gigit amuk". Dikira gatal itu cuma karena digigit nyamuk. Kalau saya gugling sih, antara dermatitis Atopik atau eczema yah, tapi di buku kesehatannya dokter Windy nulisnya Atopik. Duh, ada-ada aja sih nak...

Serius agak rempong, mengingat emaknya punya kulit badak yang cuek bener sama skinker, eh anaknya tiba-tiba kulitnya super kering dan sensitif. Yah mudah-mudahan nggak berlanjut dan cuma sakit musiman aja... Pe-er emaknya buat cari produk yang minimal zat kimianya dan lebih natural, which is little bit pricey dibanding produk yang biasa dipakai.. Dan pe-er buat adeknya nanti juga, supaya nggak terpapar banyak bahan kimia yang mana sulit banget ternyata.. Ahh.. Yang penting sehat selalu ya nak...