Sunday, May 17, 2015

Review : Head To Toe Best Friend Soap by The Soap Corner

Head to toe soap? Kalo sabun bayi mah banyak ya yang head to toe, kalau buat dewasa kayaknya jarang, dan saya baru nemu kemarinan ini. Pas iseng beli brush best friend soap di moporie.com (review nyusul) seminggu yang lalu, saya lihat ada liquid soap namanya head to toe best friend soap, harganya affordable untuk kemasan 250 ml, yaitu idr 70.000. Saya fikir, asik nih kalo buat travelling, cukup bawa satu botol bisa buat sabun, shampoo dan pembersih muka juga. Terus beli yang kemasan 250 ml deh...

Beberapa hari kemudian pesenan saya nyampe, malamnya langsung di foto dan dicobain sabunnya.. First impression, botolnya gede juga. Kalo mau buat pergi-pergi harus dituang ke botol yang lebih kecil kayaknya biar nggak makan tempat. Botolnya bentuk pump dan masih disegel dengan rapat. Saya suka botol bentuk pump gini, nggak gampang tumpah dan nggak resiko tutupnya patah karena keseringan dibuka tutup. Lalu pas lihat isinya, warnanya nggak seperti sabun cair pada umumnya yang berwarna soft dan cantik gitu. Warna head to toe soap ini cokelat gelap, agak hitam malah kalau di foto. Warnanya mengingatkan saya akan kinca (kuah gula merah), ataupun cuko pempek. Ishhh.. ketauan kalo saya doyan makan deh, lihat sabun aja ingetnya ke makanan. Hahahaha.. :)))

Tertulis kalau sabun ini terbuat dari susu kambing alami yang organik, dan diperkaya dengan pro-vitamin b5, vitamin e, minyak zaitun, minyak alpukat, dan shea butter. Sabun ini juga diklaim bebas dari sls/sles, paraben, dan silikon. Jadi benar-benar alami tanpa zat-zat kimia yang membahayakan.

Tekstur sabunnya cair dan encer, hampir seperti tekstur air, nggak kental kayak sabun cair pada umumnya. Lalu ketika saya pakai, busanya banyak. Memang nggak sebanyak sabun biasa yang mengandung sls/sles, tapi diluar ekspektasi saya. Saya pikir namanya tanpa sls/sles, busanya dikiiit banget dan hampir nggak ada kayak pembersih mukanya himalayan, ternyata si head to toe soap ini busanya ada dan nggak sedikit banget. Bersihnya juga cepet dan nggak ninggalin kesan licin kayak belum bersih gitu. after tastenya sedikit kesat, tapi nggak kering dan kaku, kulit malah lembab dan enak rasanya.

Tapiii.... kayaknya saya nggak cocok sampoan pake ini. Rambut saya rontoknya banyak banget. Parah deh rontoknya. Saya coba dua kali, sama aja hasilnya, rontok juga. Pas dipakein rambut jadi kesat gitu, habisannya juga kesat banget dan mudah kusut. Mungkin karena nggak mengandung silikon, yang mana silikon di sampo-sampo itu memang bikin rambut licin, lemas dan mudah diatur. Tapi di kulit kepala enak, nggak gatel dan ketombe berkurang. Cuman ya itu, nggak nahan sama rontoknya. Next mungkin saya mau coba peppermint / kukui nut soap bar-nya, mudah-mudahan cocok. 

Oiya, saya nggak nyobain di muka karena kulit muka lagi nggak jelas kondisinya. Terusan, baunya juga agak aneh. Hehehe... Tadinya saya kira baunya susu kambing banget, taunya nggak. Baunya kayak karamel hangus, atau apa ya, agak susah di deskripsikan, tapi bukan berarti baunya nggak enak. Cuma sedikit aneh aja. Tercium pas lagi mandi, udahannya sih nggak tercium apa-apa di kulit dan di rambut. Kangmas ikutan nyobain pake, katanya enak dipake, cuma nggak terbiasa sama baunya. Mungkin next time bisa ditambahin natural essential oil biar aromanya agak enak? Hehehe... Repurchase nggak? Maybe. Soalnya mau cobain varian handmade soapnya moporie yang lain.

0 comments:

Post a Comment