Friday, May 08, 2015

Parfume Reject, Yes or No?

Disclaimer : Postingan ini murni pendapat dan pengalaman saya pribadi, foto-foto merupakan koleksi pribadi tanpa editan, hanya di grid saja. Postingan ini bertujuan untuk curhatan dan sharing, tidak bermaksud menjelekkan ataupun menuduh pihak-pihak tertentu.


Jadiiii... a couple days ago, belum nyampe dua mingguan  yang lalu lah, saya lihat salah seorang teman saya memposting di fb kalau dia menjual parfum The Body Shop reject dengan harga miring dan jauh lebih murah daripada di counter. Sebenernya saya pernah tertarik pengen beli parfum yang katanya reject ini, tapi bolak balik ragu, takut palsu. Pas lihat postingan tersebut, muncul rasa penasaran lagi. Apalagi yang jual teman yang memang saya kenal banget, pikir saya nggak mungkin lah dia nipu, anaknya juga baik. Saya ini yang biasanya kalo lihat foto dan beli barang online detail banget efek temenan bertahun-tahun sama manusia super teliti bernama indah, kali ini foto-foto yang agak buram dan nggak menunjukkan detail nggak saya ambil pusing, dan saya mencoba percaya saja. Singkat kata, saya pesan dua buah parfum, satu edt Aqua Lily 30 ml yang di counter sudah dc, dan satu Amazonian Wild Lily 50 ml pesanan Uning, sahabat saya.

Pas mau pesan, saya kan tanya-tanya dulu ya, setiap saya tanya stok selalu bilang tanya orang gudangnya dulu. Oke, berarti dia ngambil dari orang, nggak jual langsung. Hargapun kemudian saya dapet lebih murah untuk yang 50 ml. Tadinya dia bilang 165 ribu, endingnya karena saya beli dua buah parfum jadi 150 ribu. Lalu pas saya bilang mau ambil di rumah ibunya aja (rumah ibunya dekat dengan rumah saya) biar sekalian silaturahmi, dia kekeuh kalau barangnya dikirim saja, bahkan free ongkir. Agak membingungkan, tapi okelah gapapa. Mungkin dia sibuk jadi nggak sempet ke rumah ibunya.
Kalo di foto kelihatan mulus banget deh :(
Beberapa hari kemudian si parfum datang ke rumah dan saya buka dengan suka cita. Packaging oke, dibungkus bubble wrap dan masih disumpel-sumpel dengan koran lagi. Pas saya buka bubble wrapnya, terpana banget deh saya. Dalam fikiran saya, yang namanya reject adalah barang baru yang nggak lulus quality control. Kalau baru, selama apapun di gudang akan tetap kelihatan baru kan? Yaa.. boncel-boncel catnya atau pencetannya nggak bisa atau apalah yang nggak parah-parah banget. Sedangkan yang saya terima, nggak kelihatan baru sama sekali dan terlihat jelas seperti botol lama yang sudah berkali-kali dipakai. Amazonian wild lily sedikit masih lebih oke walau dekil banget dan ada retak plus tutupnya nggak kenceng kayak udah keseringan dibuka tutup. [Belakangan pas saya coba foto sendiri, botol butek emang nggak kelihatan banget kalau di foto, pantes aja fotonya jualannya botolnya mulus-mulus]. Sedangkan yang aqua lily, hmmmh... No comment, lihat pict nya aja yah... Lalu saya cek tanggal kadaluarsanya, si wild lily msh ada, sedangkan aqua lily ga ada dan ada lengket2 seperti sisa sticker lem yang terkelupas.
Terkelupasnya juga kalo difoto nggak kelihatan :(
Lalu setelah saya coba aromanya, oemji... kenceng dan nyengat, nggak kayak aroma aqua lily yang lembut tapi segar. Saya fikir mungkin karena kelamaan di gudang atau penyimpanan yang salah jadi wanginya berubah. Serius wanginya kenceng banget, sebelum saya semprot aja telapak tangan saya udah berasa wangi banget,

No need to explain, lihat sendiri gimana keadaannya
Mencoba berbaik sangka, saya tanya dan komplain ke teman saya tersebut. Saya bilang kondisi botol tidak seperti reject, tapi seperti bekas, beserta foto-foto si botol biar jelas. Teman saya tanya, botolnya butek? Wanginya gimana? Saya bilang okelah wanginya, sesuai. Dia bilang, yang penting kan wanginya? Dan dia mencoba bertanya / konfirmasi ke orang gudangnya. Dia juga bilang selama ini nggak ada yang komplain, walaupun dapat botol polosan. Dia juga kekeuh kalo asli, nggak ada yang nggak ori. Kalo nggak ada label expirednya biasanya kelupaan pas packing. Lalu dia juga bilang hapenya lagi error nggak bisa buka foto. *sigh*

Wait.

Botol polos?
Kelupaan tempel label pas packing?
Nanya botolnya gimana sama saya?


Something strange really happen here and ring my bell.

Kalau dia nanya botolnya gimana, tandanya dia nggak tau kan kondisi barang yang dikirim ke saya? Dia dropship gitu? Crap.

Kalau botol polos atau sampe lupa tempel label, artinya itu bukan parfum reject dong? [Dalam fikiran saya] kalo reject kan si parfum udah selesai dikemas tapi nggak lolos seleksi. Yakali bisa lupa nempel label atau lupa ngecap gambar? Mustahil banget buat perusahaan segede TBS. Nugget homemade aja pasti nyantumin tanggal expired kok, lah ini masa TBS bisa lupa? Jangan-jangan bukan reject tapi oplosan nih. Crap.
Lusuh dekil banget, reject atau bekas?
Tapiiii... saya masih berusaha berbaik sangka dan saya tunggu konfirmasinya aja deh kalo gitu. Begitu konfirmasi tiba, saya cuma bisa menghela nafas dan.... Ya sudahlah.. Orang gudangnya bilang kalau expirednya 2016, kondisi botol memang beda-beda dan kemulusan 80% tapi isi asli sesuai pabriknya. Dan ada yang pesan aqua lily berbarengan dengan saya tapi nggak komplain. Well, intinya biar kata botol buluk tapi isinya sesuai isi pabrik dan asli lalu cuman saya seorang yang rempong komplain. Apalagi testi yang dipajang adalah testi yg puas dengan WANGInya dan seolah nggak mementingkan kemasannya. Great!

Chat dengan seller part 1
Chat dengan seller part 2
Sebenernya saya masih mau komplain dan memberikan pendapat saya, tapi saya kehilangan minat. Karena selain teman saya sudah minta maaf, pun kalau saya bilang ini itu ini itu si orang gudang (dan temen saya) itu akan tetap berpendapat yang penting isinya dan isinya asli plus botol memang kondisi 80% seperti yang di promoin. Dalam hal ini, mungkin teman saya itu nggak benar-benar tau kondisi barang yang dijualnya. *another sigh*

Abis itu saya japri sahabat saya dan saya minta maaf kalau titipannya itu nggak jadi saya kasihin, biar buat saya aja dan saya tanggung akibatnya. Saya nggak mau jual barang yang keasliannya saya ragukan. Sahabat saya itu cuma bilang fine gapapa dan dia juga agak curiga dari awal tapi nggak mau bilang sama saya. Terus tjurhat deh sama si ija jugak. Hahahahah...

Abis kejadian itu baru saya gugling-gugling soal parfum reject. Sempet terdampar di forum FD, sempet ke blog orang juga, dan yang bikin menohok adalah artikel perbandingan parfum asli - parfum kw - parfum oplosan - parfum reject disini. Penjelasannya masuk akal banget dan dari ciri-cirinya memang parfum yang saya beli nggak mungkin original.

Di forum juga ada yang kerja di industri seperti industri parfum yang bilang, kalau barang reject itu nggak mungkin dijual keluar, pasti dihancurkan atau di remake kalau memang masih bisa  dan biaya remake dibebankan ke konsumen, makanya parfum original itu mahal. Kalau parfum reject dijual, rugilah itu pabrik, pun bikin jelek nama si perusahaan karena meloloskan barang nggak lulus QC.

Ada lagi yang bilang, misalnya itu parfum udah dc, lah mau reject darimana? Namanya dc pasti pabrik udah nggak bikin lagi, nah gimana dapetinnya coba? Kalo cuma sebijik dua biji sih mungkin karena stok lama, tapi ini kalau stoknya banyak dan barangnya dc udah lama, coba aja mikir dengan logika. Darimana barang rejectnya? Masuk akal banget, apalagi Aqua lily udah dc lama banget. Kelihatan dari botolnya yang udah gompal-gompal lapisan plastiknya, bekas stiker expired datenya, dan label yang dekil plus lusuh makin meyakinkan saya kalau yang saya beli bukan merupakan parfume The Body Shop Original yang reject.

Dari segi wangi, ada yang menjelaskan (sesuai juga dengan artikel yang pernah saya baca di majalah) kalau parfum itu ada 3 gradasi wangi. Yaitu wangi / aroma setelah disemprotkan, beberapa saat setelah disemprotkan dan alkoholnya menguap, dan wangi ketika telah menyatu dengan aroma tubuh kita. Istilahnya top note, heart note (middle note) dan base note. Itulah kenapa parfum yang ketika dipakai orang lain wanginya enak, ketika kita pakainya wanginya jadi berbeda. Karena wangi akhir si parfum bergantung dengan aroma tubuh masing-masing orang. Katanya, gradasi wangi ini yang sulit ditiru oleh para pemalsu parfum. Memang si parfum yang saya beli ini pas saya tes, seharian setelah main sama si bocil, nyuci piring, masak, tetep sama aja nggak berubah aromanya. Nggak seperti parfum-parfum lain yang saya punya....
*more info for top note, middle note and base note parfum, you may click here and here.

Lalu kenapa seller dan suppliernya bisa mengklaim kalau barang mereka dijamin keaslian isinya? Wallahua'alam bissawab.. Menurut saya, itu hanya mereka yang tau, dan itu urusan mereka dengan Tuhan mereka.

Saya?
Cukup tau saja. Alhamdulillah dengan kejadian ini jadi banyak belajar, banyak cari tau, banyak baca-baca lagi. Jadi nambah pengalaman. Jadi nambah pemahaman, juga jadi tau mudharatnya sistem dropship. Sebel sih pastinya, secara totalnya more than two hundred thou which is lumayan banget buat saya. Tapi ya sudahlah, kata kangmas ikhlasin aja. Mungkin saya kurang sedekah :D


Jadi, parfum reject yes or no?
Kalo saya sih no. Mendingan nabung dulu lalu beli parfum yang sudah jelas keasliannya saja atau sekalian beli parfum refill / isi ulang. Toh mereka jujur mengatakan kalau mereka mengisi ulang parfum, tidak mengaku asli. Yakali mau beli barang original tapi mureee. Ehehehee... No hard feeling ya buat yang nggak setuju sama postingan saya ini, sekali lagi, ini pendapat dan pengalaman saya pribadi.

15 comments:

demam berdarah said...

Thanks for any other informative site
Jelly Gamat Gold G
Obat Diabates alami
obat ambeien alami
Obat Stroke Ringan
obat penyakit lupus

Feriesky Swastika said...

Hai salam kenal ya
Aku pernah tuuh beli parfum reject di the largest indonesian community, tahun 2006an, masih lugu, beli 2 pula -.-
Testinya banyak bgt, ratusan kali, hamoir semua bilang ori.. begitu nyampe botol sih oke ya, paling ada baret halus. Baunya ga tau sama apa ngga karena ga pernah beli yg asli -.-
Begitu semprot, astagaaa berminyaak bgt, sampe setengah jam masih berminyak, mana semprot di dada berasa binaraga deh.. boro2 base, middle sama top note.abis itu ga pernah lagi beli parfum2 reject, ori singapur, ori eropa, meh... ori mah ori aja keles -.-
Kw ya kw aja ga usah ngaku ori, itu mah penipuan namanya. Mana harganya ga bisa dibilang murah juga...

fikaluvly said...

Waaaahhh... lagi cari2 pengganti aqua lily TBS, malah nyasar kesini. Malah ketemu info begini ini! Trims kak udah kasih info soal lapisan wangi parfum. Nanya dong, tolong dijawab yaaa :D

Minyak wangi (entah bisa disebut sebagai parfum ato enggak, saya jg gak paham) yg diolesin langsung, gak pake pump, itu apa ori ya? sebagaimana "katanya" kalo yg diolesin itu gak pake alkohol, kalo yg ada pump-nya pake alkohol, nah kalo info "katanya" benar, trus bedainnya yg ori sama kawe gimana ya, untuk minyak wangi oles?

Qq said...

@feriesky Emberaaaan.. Suka sebel sama yang ngaku-ngaku ori, padahal kw. Kalo kw mah ngaku aja yah, biar lega juga yang beli.. Eniwei, salam kenal juga yah.. Sorry late reply banget...

Qq said...

@fikaluvly Halo dear... Maaf ya late response banget... Kalo yang kayak gitu beda-beda juga ya [menurut aku]. Dulu Avon, ada mengeluarkan jenis parfum roll gitu, dan itu asli loh. Dia ngeluarin beberapa varian aroma, dalam bentuk roll jadi bisa dimasukin pouch dan bisa re-apply kapan pun tanpa menuh-menuhin pouch ataupun keberatan.

Menurut aku ori apa nggak tergantung yang bikin siapa. Misal kayak yang aku bilang, yang bikin dan ngeluarin Avon, kalo belinya di agen Avon (avon dulu semacam mlm) dijamin Ori. Tapi kalo di toko bibit parfum, menurut aku bukan ori.

Parfum itu juga ada tingkatannya, ada eau de cologne, eau de toilette, eau de perfume, dan perfume. Yang membedakan adalah kandungan alkoholnya. Yang paling banyak kandungan alkoholnya adalah eau de cologne, sedangkan perfume, mengandung sangat sedikit sekali alkohol atau bahkan ada yang nggak mengandung alkohol. Nggak semua perfume (yang sedikit / nggak mengandung alkohol) itu di oles, ada juga yang di semprot walau jarang banget. Soalnya kalo perfume sedikit aja dia udah wangiii banget, karena minimnya kandungan alkohol itu. Yang passti kalo eau de cologne cepet banget nguap dan hilang aromanya, karena kan alkohol itu cepet banget menguap, sedangkan perfume cenderung awet dan long lasting. Perfume punya ku malah ada yang udah di cuci bajunya aromanya masih nempel dikit.

Untuk tau perfume (yang sedikit / tdk mengandung alkohol) itu ori apa nggak, kamu harus tau brandnya dulu. Apakah brand yang kamu beli memang mengeluarkan varian tersebut (varian perfume oles / perfume non alkohol). Kalau mengeluarkan, pastikan kamu beli di tempat yang terpercaya. Tapi kalau beli di toko parfum yang menjual bibit parfum, menurut aku sih nggak ori yah. Karena mereka meniru aroma parfum brand-brand tertentu.

Ini menurut pendapat aku yah. Cmmiw..
Semoga nggak mbulet penjelasannya :)

Rusadi Madey said...

Untung belum beli, padahal udh pingin beli karena tergiur harga nya dan testi banyak bgt , :)

Siti Tenricapa said...

Hi mba qq salam kenal.. Wah infonya berguna bgt.. Izin share linknya ya di blogku mba.. Menurutku klo mau aman beli di website resminya the body shop Indonesia aja mba.. Dulu aku sempat tertarik mau beli yg murah dan diklaim original reject krn bla bla bla.. Tp wkt itu melihat review2.. Kok feelingnya ga bagus terhadap ori reject.. Intinya daripada kecewa, aku beli https://www.thebodyshop.co.id (males ngemall mending online aja, jangan mudah tergiur dengan yang murah takutnya malah dapat oplosan/suntikan/refilan.. Harga memang ga bohong ya mba.. Atau bener juga kalau memang mau beli refil mending sekalian beli refilan toh murah krn memang jelas bukan ori.. Suka bete si sm penjual yg bilangnya ori pdhl ga ori.. Klo aku lebih suka penjual yg jujur, ori ya ori, kw ya kw,, dan pernah baca dari hasil googling sih, masa iya barang reject bs sampe byk, dan brg discontinue dipabrik masa iya dipasaran dijual bebas dg harga yg murah.. Hehehe lebih baik beli di counter atau di website resmi aja.. ^^ *justmyopinion

norma nita said...

Saya jg td nya mau beli,, tp setelah baca ini jd g jdi deh,,

norma nita said...

Saya jg td nya mau beli,, tp setelah baca ini jd g jdi deh,,

Riski Nurilawati said...

selamat malam.... hehehehe... iya. malahan aku curiga sebenernya ori reject itu parfum isi ulang... kan kalau sekedar nari botol yang penyek kan semua orang bisa elakukan toh?? hehehehehe.. iu pendapatku. tapi selaku pecinta parfum, saya malah menemukan ada yang menggunakan istilah unbox untuk parfum ori reject ini. lalu parfum ori rejet sendiri juga mcm2. ada yang kalau dipakai di kulit kerasa panas, dan bahkan ada yang nggak. itu pengalamanku. karena seringnya beli parfum reject, orising, KW1 KWS, sampai ori yang murah... hehehehe.. tq ya??

alferina maria said...

Bantun jawab ya kak. Kalo yang di oles itu namanya parfum oil ( no alkogol karna oil). Tingkat ketahanan wanginya paling lama di banding yang ada campuran alkoholnya.
Cuma kalo bedakan parfum oil kw sama ori itu yang aku ngga paham..hehehe

Amel Tyrex said...

Kamu beruntung wanginya masih sama. Aku coba2 beli ori rijek di dekat kantorku. Aku cobain semua wanginya.. dan beda sama wangi beneran. Beda beneran ya. Bukan cuma wangi sama tapi beda dikit dikit gitu. Terus botol bagian bawah ada kayak lem gitu, mungkin refillnya dr situ ya.

Amel Tyrex said...

Kamu beruntung wanginya masih sama. Aku coba2 beli ori rijek di dekat kantorku. Aku cobain semua wanginya.. dan beda sama wangi beneran. Beda beneran ya. Bukan cuma wangi sama tapi beda dikit dikit gitu. Terus botol bagian bawah ada kayak lem gitu, mungkin refillnya dr situ ya.

John Kresna said...

nice info... bener-bener penjelasan yang make sense dan mencerahkan buat para newbie yang agak-agak tergoda tipu daya pedagang parfum yang mengelabui dengan istilah "reject", "ori eropa", "ori singapur", dan lain-lain. Semoga banyak yang terbuka matanya soal ini dan para pedagang yang niatnya emang nipu mendapatkan karmanya

abdul rozaq said...

Ga mungkin barang reject...kalau toh reject pasti masuk ke pabrik lagi,ga mungkin dijual murah,kalau itu terjadi konsumen lebih pilih barang reject,toh yg dibeli wanginya bukan botolnya..yg jelas saya sudah pernah ketipu parfume palsu dg embel embel parfume reject..hehe

Post a Comment