Monday, May 18, 2015

Si Anak Kicik Hampir Ilang

Yep, hari sabtu kemarin (16/05) Alif hampir aja hilang di mol gara-gara emaknya kurang fokus. That's totally my fault and i'm really feel bad about it. Berawal dari abahnya yang kepingin beli shihlin di food court mol kelapa gading, si bocah yang nampaknya udah bosen mainan mobil dan ipad kabur ngintilin abahnya. Saya lihatin terus pas dia nyusul abahnya, nyampe selamet sampe counter shihlin. Tapi kok aneh, abahnya cuek aja dan tetep fokus di counter. Saya telpon nggak bisa. Tapi anaknya disitu aja sih muter-muter. Abis itu kayaknya dia mau balik, tapi nggak langsung lurus ke saya tapi belok-belok sambil ngelihatin pengunjung lain. Saya lihatin terus dan lama-lama karena nggak ketemu dia mulai teriak-teriak abaaah... abaaah aiiipp... Langsung saya kabur, gendong secepat kilat balik ke kursi karena meja masih berantakan gadget dan makanan.

Alif minta minum. Abis minum kabur lagi mau ke abah. Saya anterin sampe ke tengah jalan terus saya bilang, luruuuus aja ya, itu abah kelihatan. Saya lihat Ali jalan terus, maka saya balik lagi duduk sambil beresin meja. Sekejap mata nggak lama saya lihat abahnya datang, tapi sendirian. Saya tanya Alif mana abahnya nanya balik katanya Alif mau minum. Saya bilang Alif balik lagi ke kamu. Muntab deh abahnya langsung panik nyariin dan saya buru-buru beresin meja. Dua kali muterin sayap kanan sampe ke arah eskalator nggak dapet mulai ngomel-ngomel si kangmas. Bete jugak saya, tadi bukannya anaknya di pegangin. Saya bilang ya udah saya yang cari. Saya cari ke sayap kanan nggak ada, penasaran sama ruangan tempat ob bolak balik naro piring kotor. Takutnya dia masuk situ. Saya tanya sama ob yang mau masuk lihat anak kecil pakai baju merah nggak? Dia masuk dan nanyain temannya, katanya nggak ada. Dueeerrrr...!!!!

Dalam hati udah mulai deg-degan, udah mulai dilihatin pengunjung yang lain juga. Tapi otak saya langsung nyusun list apa aja yang harus dilakuin kalau Alif nggak ketemu setelah muterin food court. Abis itu Ob yang saya tanyain nanya balik, "bu anaknya cepak ya? Pake baju merah spiderman?" Cepat-cepat saya bilang iya. Dia bilang, saya lihat tpi ke arah sana bu.. (nunjuk ke kiri food court)". Saya langsung minta arahin kemana dan saya ikutin. Kangmas mukanya udah kayak makan orang, ngikutin saya dan jalan duluan di depan. Saya lihatin ke kiri terus dan lihat Alif, lagi bingung kayaknya. Saya panggil kangmas dan kangmas langsung lari meluk dan gendong Alif. Saya bilang makasiy ke ob lalu langsung pergi ngikutin kangmas yang melukin Alif nggak lepas-lepas.

Sumpah, 3 menit terlama dalam hidup saya. Itu mol lagi penuh-penuhnya karena week end kejepit, ada acara kuliner, ada acara Fashion Food Festival yang bikin mol tambah sesak, kalo si Alif ilang kayak mana nyarinya? Alhamdulillaah anaknya nggak jadi hilang, dan kebetulan pakai baju merah jadi lebih gampang kelihatan.

Di rumah kangmas bilang kalo Alif hilang bisa mati dia. Terus cerita pas Alif ketemu mukanya udah kayak mau nangis sambil panggil abah abah, dan malah diketawain sama orang-orang. Ternyata pas Alif datang pertama nyusul kangmas Alif nggak lagsung nemuin kagmas tapi malah main dan tidur-tiduran, kangmas tahunya karena orang pada ngetawain Alif. Poor my baby... Biasanya dia kalo nyusul tuh teriak-teriak dan langsung meluk atau nabrakin diri kalau udah kekejar, tumbenan banget kemarin nggak. Alif juga udah ngerti lurus dan belok kanan, makanya saya yakin dia bisa balik lagi ke tempat abahnya. Mungkin kemarin Alif lagi ngantuk jadi linglung dan hilang arah. Alhamdulillaah ya Alloh Alif masih sehat selamat dan nggak kurang satu apapun.

Pelajarannya adalah, Jangan pernah ngelepas anak sendirian dan hanya diawasi pandangan mata. Sekejap mata bisa belok dan hilang, sekejap mata bisa digendong dan diculik orang, sekejap mata bisa jatoh atau apalah, naudzubillah min dzaalik. Selalu pegang dan gendong anak kita, kalau tidur atau lagi jalan bolehlah ditaro stroller, tapi HARUS selalu ada disampingnya. Biarpun udah ngerti dan makin besar, mereka belum bisa diserahi tanggung jawab untk jalan dan berkeliaran sendirian tanpa orang tua disisi mereka. Lalu harus ada identitas yang disematkan di anak, seandainya terlepas, orang bisa tahu anak ini namanya siapa dan harus hubungi kemana. Saya berfikir buat bikin gelang atau tag yang ada nama dan bisa tulis nomor handphone. Neneknya juga setuju, karena saya dan Nang juga waktu kecil pakai gelang dengan nama kami masing-masing. Habis ini gugling-gugling lah. Harus ajarin nyebut namanya dan hafalin nama ortunya juga nih. Tapi mudah-mudahan habis ini nggak ada kejadian kayak gini lagi. Emak bapaknya harus selalu waspada dan cepat tanggap dalam ngehadepin Alif.

Semoga Alif  nggak kapok berada di keramaian dan selalu menjadi anak yang pemberani. Aamiin... 
*peluk erat-erat*

Sunday, May 17, 2015

Review : Head To Toe Best Friend Soap by The Soap Corner

Head to toe soap? Kalo sabun bayi mah banyak ya yang head to toe, kalau buat dewasa kayaknya jarang, dan saya baru nemu kemarinan ini. Pas iseng beli brush best friend soap di moporie.com (review nyusul) seminggu yang lalu, saya lihat ada liquid soap namanya head to toe best friend soap, harganya affordable untuk kemasan 250 ml, yaitu idr 70.000. Saya fikir, asik nih kalo buat travelling, cukup bawa satu botol bisa buat sabun, shampoo dan pembersih muka juga. Terus beli yang kemasan 250 ml deh...

Beberapa hari kemudian pesenan saya nyampe, malamnya langsung di foto dan dicobain sabunnya.. First impression, botolnya gede juga. Kalo mau buat pergi-pergi harus dituang ke botol yang lebih kecil kayaknya biar nggak makan tempat. Botolnya bentuk pump dan masih disegel dengan rapat. Saya suka botol bentuk pump gini, nggak gampang tumpah dan nggak resiko tutupnya patah karena keseringan dibuka tutup. Lalu pas lihat isinya, warnanya nggak seperti sabun cair pada umumnya yang berwarna soft dan cantik gitu. Warna head to toe soap ini cokelat gelap, agak hitam malah kalau di foto. Warnanya mengingatkan saya akan kinca (kuah gula merah), ataupun cuko pempek. Ishhh.. ketauan kalo saya doyan makan deh, lihat sabun aja ingetnya ke makanan. Hahahaha.. :)))

Tertulis kalau sabun ini terbuat dari susu kambing alami yang organik, dan diperkaya dengan pro-vitamin b5, vitamin e, minyak zaitun, minyak alpukat, dan shea butter. Sabun ini juga diklaim bebas dari sls/sles, paraben, dan silikon. Jadi benar-benar alami tanpa zat-zat kimia yang membahayakan.

Tekstur sabunnya cair dan encer, hampir seperti tekstur air, nggak kental kayak sabun cair pada umumnya. Lalu ketika saya pakai, busanya banyak. Memang nggak sebanyak sabun biasa yang mengandung sls/sles, tapi diluar ekspektasi saya. Saya pikir namanya tanpa sls/sles, busanya dikiiit banget dan hampir nggak ada kayak pembersih mukanya himalayan, ternyata si head to toe soap ini busanya ada dan nggak sedikit banget. Bersihnya juga cepet dan nggak ninggalin kesan licin kayak belum bersih gitu. after tastenya sedikit kesat, tapi nggak kering dan kaku, kulit malah lembab dan enak rasanya.

Tapiii.... kayaknya saya nggak cocok sampoan pake ini. Rambut saya rontoknya banyak banget. Parah deh rontoknya. Saya coba dua kali, sama aja hasilnya, rontok juga. Pas dipakein rambut jadi kesat gitu, habisannya juga kesat banget dan mudah kusut. Mungkin karena nggak mengandung silikon, yang mana silikon di sampo-sampo itu memang bikin rambut licin, lemas dan mudah diatur. Tapi di kulit kepala enak, nggak gatel dan ketombe berkurang. Cuman ya itu, nggak nahan sama rontoknya. Next mungkin saya mau coba peppermint / kukui nut soap bar-nya, mudah-mudahan cocok. 

Oiya, saya nggak nyobain di muka karena kulit muka lagi nggak jelas kondisinya. Terusan, baunya juga agak aneh. Hehehe... Tadinya saya kira baunya susu kambing banget, taunya nggak. Baunya kayak karamel hangus, atau apa ya, agak susah di deskripsikan, tapi bukan berarti baunya nggak enak. Cuma sedikit aneh aja. Tercium pas lagi mandi, udahannya sih nggak tercium apa-apa di kulit dan di rambut. Kangmas ikutan nyobain pake, katanya enak dipake, cuma nggak terbiasa sama baunya. Mungkin next time bisa ditambahin natural essential oil biar aromanya agak enak? Hehehe... Repurchase nggak? Maybe. Soalnya mau cobain varian handmade soapnya moporie yang lain.

Tuesday, May 12, 2015

Tumis Bola-Bola Daging

Tumis bola-bola daging Salah satu masakan kesukaan saya dan si adek. Bikinnya nggak terlalu susah, resep dasarnya saya modif dikit, jadi bisa buat campuran menu mpasi juga. Sekarang menu ini jadi salah satu menu kesukaan Alif :) Bahan : - Daging cincang - Air utk merebus - Margarine / Minyak Bumbu : - Bawang putih, geprek cincang halus - Bawang merah, iris - Bawang bombay iris tipis - Cabe merah besar, buang biji, iris serong - Tomat, potong kecil2 - Garam, gula, lada, pala bubuk - Kaldu bubuk (optional) Cara : - Didihkan air secukupnya. - Campur daging cincang dengan garam, lada, dan pala hingga rata. Bulatkan / bentuk bola-bola kecil sesuai selera (cukup dikepal-kepal)) . Masukkan ke dalam air yang telah mendidih, masak sampai mengapung dan matang. Sisihkan. - Dalam wajan, panaskan margarine / minyak (saya pakai campuran keduanya). - Tumis bawang2an sampai harum, masukkan cabai iris. - Masukkan air kaldu (air dari merebus bola daging) secukupnya, biarkan mendidih. - Masukkan tomat dan bola-bola daging. - Bumbui dg gulgar, lada, dan kaldu bubuk (optional, saya nggak pakai). - Masak sampai tomat agak layu. Koreksi rasa. Catatan : 1. Saya pakai bawang bombay yang banyaaaak, jadi rasanya nendang dan gurih manis alami. Kalau mau pedas pakai cabe keriting dan cabe rawit. 2. Mama saya suka nambahin potongan kentang, karena almarhumah nenek suka sekali sama kentang. Alternatif pengganti nasi. Hehehe... 3. Untuk mpasi: - Daging hanya saya bumbui pala dan lada sedikiiiiit. Awal-awal malah nggak dibumbui. - Daging saya bentuk seukuran sekali makan untuk campuran mpasi. Satu bola daging bisa dihancurkan, lalu dicampur ke nasi tim, tumis sayuran, telur dadar, frittata, campuran saus bolognese, carbonara, dan sebagainya. - Pada air utk merebus, saya masukkan bawang bombay yang dibelah 4, daun bawang dan seledri yang diikat, daun salam yang disobek-sobek, lalu dibungkus kain tipis. Setelah matang bumbu2 diambil dan kaldu di saring. Kaldu dan daging bisa disimpan di freezer. Taruh dalam porsi sekali makan / sekali masak. Bisa ditaruh terpisah atau bersamaan. - Kaldu bisa untuk campuran nasi tim, bubur, atau kuah2 pada sayuran.

A photo posted by Qq (@mrs.haveedzqi) on

Saturday, May 09, 2015

Gonta ganti template

Sayaaaa..... Lagi bosen sama template lama yang dirapihin kangmas itu. Pengin ganti yang cute tapi simpel. Bilang sama kangmas minta tolong di desainin, katanya nggak sempet dan saya diminta cari online aja terus beli template. Aaaaaahhh..., ku tak mauuuuu...... Maunya dibikinin kangmaaasss... *merajuk*

Tapi rasa bosan yang mendera bikin saya akhirnya gugling nyari template gratisan yang sesuai selera. Agak susah karena ada yang cute tapi warnanya nggak oke. Ada yg oke tapi hasil akhirnya nggak oke. Begitulah, pencarian mencari template yang sesuai dan geretongan susah juga ternyata. Jadi maaf ya kalo saya gonta ganti template mulu dan jadi berantakan atau malah nggak enak dilihat. Semoga bisa ketemu yang pas terus beli domain deh. Hehehehe....

Friday, May 08, 2015

Parfume Reject, Yes or No?

Disclaimer : Postingan ini murni pendapat dan pengalaman saya pribadi, foto-foto merupakan koleksi pribadi tanpa editan, hanya di grid saja. Postingan ini bertujuan untuk curhatan dan sharing, tidak bermaksud menjelekkan ataupun menuduh pihak-pihak tertentu.


Jadiiii... a couple days ago, belum nyampe dua mingguan  yang lalu lah, saya lihat salah seorang teman saya memposting di fb kalau dia menjual parfum The Body Shop reject dengan harga miring dan jauh lebih murah daripada di counter. Sebenernya saya pernah tertarik pengen beli parfum yang katanya reject ini, tapi bolak balik ragu, takut palsu. Pas lihat postingan tersebut, muncul rasa penasaran lagi. Apalagi yang jual teman yang memang saya kenal banget, pikir saya nggak mungkin lah dia nipu, anaknya juga baik. Saya ini yang biasanya kalo lihat foto dan beli barang online detail banget efek temenan bertahun-tahun sama manusia super teliti bernama indah, kali ini foto-foto yang agak buram dan nggak menunjukkan detail nggak saya ambil pusing, dan saya mencoba percaya saja. Singkat kata, saya pesan dua buah parfum, satu edt Aqua Lily 30 ml yang di counter sudah dc, dan satu Amazonian Wild Lily 50 ml pesanan Uning, sahabat saya.

Pas mau pesan, saya kan tanya-tanya dulu ya, setiap saya tanya stok selalu bilang tanya orang gudangnya dulu. Oke, berarti dia ngambil dari orang, nggak jual langsung. Hargapun kemudian saya dapet lebih murah untuk yang 50 ml. Tadinya dia bilang 165 ribu, endingnya karena saya beli dua buah parfum jadi 150 ribu. Lalu pas saya bilang mau ambil di rumah ibunya aja (rumah ibunya dekat dengan rumah saya) biar sekalian silaturahmi, dia kekeuh kalau barangnya dikirim saja, bahkan free ongkir. Agak membingungkan, tapi okelah gapapa. Mungkin dia sibuk jadi nggak sempet ke rumah ibunya.
Kalo di foto kelihatan mulus banget deh :(
Beberapa hari kemudian si parfum datang ke rumah dan saya buka dengan suka cita. Packaging oke, dibungkus bubble wrap dan masih disumpel-sumpel dengan koran lagi. Pas saya buka bubble wrapnya, terpana banget deh saya. Dalam fikiran saya, yang namanya reject adalah barang baru yang nggak lulus quality control. Kalau baru, selama apapun di gudang akan tetap kelihatan baru kan? Yaa.. boncel-boncel catnya atau pencetannya nggak bisa atau apalah yang nggak parah-parah banget. Sedangkan yang saya terima, nggak kelihatan baru sama sekali dan terlihat jelas seperti botol lama yang sudah berkali-kali dipakai. Amazonian wild lily sedikit masih lebih oke walau dekil banget dan ada retak plus tutupnya nggak kenceng kayak udah keseringan dibuka tutup. [Belakangan pas saya coba foto sendiri, botol butek emang nggak kelihatan banget kalau di foto, pantes aja fotonya jualannya botolnya mulus-mulus]. Sedangkan yang aqua lily, hmmmh... No comment, lihat pict nya aja yah... Lalu saya cek tanggal kadaluarsanya, si wild lily msh ada, sedangkan aqua lily ga ada dan ada lengket2 seperti sisa sticker lem yang terkelupas.
Terkelupasnya juga kalo difoto nggak kelihatan :(
Lalu setelah saya coba aromanya, oemji... kenceng dan nyengat, nggak kayak aroma aqua lily yang lembut tapi segar. Saya fikir mungkin karena kelamaan di gudang atau penyimpanan yang salah jadi wanginya berubah. Serius wanginya kenceng banget, sebelum saya semprot aja telapak tangan saya udah berasa wangi banget,

No need to explain, lihat sendiri gimana keadaannya
Mencoba berbaik sangka, saya tanya dan komplain ke teman saya tersebut. Saya bilang kondisi botol tidak seperti reject, tapi seperti bekas, beserta foto-foto si botol biar jelas. Teman saya tanya, botolnya butek? Wanginya gimana? Saya bilang okelah wanginya, sesuai. Dia bilang, yang penting kan wanginya? Dan dia mencoba bertanya / konfirmasi ke orang gudangnya. Dia juga bilang selama ini nggak ada yang komplain, walaupun dapat botol polosan. Dia juga kekeuh kalo asli, nggak ada yang nggak ori. Kalo nggak ada label expirednya biasanya kelupaan pas packing. Lalu dia juga bilang hapenya lagi error nggak bisa buka foto. *sigh*

Wait.

Botol polos?
Kelupaan tempel label pas packing?
Nanya botolnya gimana sama saya?


Something strange really happen here and ring my bell.

Kalau dia nanya botolnya gimana, tandanya dia nggak tau kan kondisi barang yang dikirim ke saya? Dia dropship gitu? Crap.

Kalau botol polos atau sampe lupa tempel label, artinya itu bukan parfum reject dong? [Dalam fikiran saya] kalo reject kan si parfum udah selesai dikemas tapi nggak lolos seleksi. Yakali bisa lupa nempel label atau lupa ngecap gambar? Mustahil banget buat perusahaan segede TBS. Nugget homemade aja pasti nyantumin tanggal expired kok, lah ini masa TBS bisa lupa? Jangan-jangan bukan reject tapi oplosan nih. Crap.
Lusuh dekil banget, reject atau bekas?
Tapiiii... saya masih berusaha berbaik sangka dan saya tunggu konfirmasinya aja deh kalo gitu. Begitu konfirmasi tiba, saya cuma bisa menghela nafas dan.... Ya sudahlah.. Orang gudangnya bilang kalau expirednya 2016, kondisi botol memang beda-beda dan kemulusan 80% tapi isi asli sesuai pabriknya. Dan ada yang pesan aqua lily berbarengan dengan saya tapi nggak komplain. Well, intinya biar kata botol buluk tapi isinya sesuai isi pabrik dan asli lalu cuman saya seorang yang rempong komplain. Apalagi testi yang dipajang adalah testi yg puas dengan WANGInya dan seolah nggak mementingkan kemasannya. Great!

Chat dengan seller part 1
Chat dengan seller part 2
Sebenernya saya masih mau komplain dan memberikan pendapat saya, tapi saya kehilangan minat. Karena selain teman saya sudah minta maaf, pun kalau saya bilang ini itu ini itu si orang gudang (dan temen saya) itu akan tetap berpendapat yang penting isinya dan isinya asli plus botol memang kondisi 80% seperti yang di promoin. Dalam hal ini, mungkin teman saya itu nggak benar-benar tau kondisi barang yang dijualnya. *another sigh*

Abis itu saya japri sahabat saya dan saya minta maaf kalau titipannya itu nggak jadi saya kasihin, biar buat saya aja dan saya tanggung akibatnya. Saya nggak mau jual barang yang keasliannya saya ragukan. Sahabat saya itu cuma bilang fine gapapa dan dia juga agak curiga dari awal tapi nggak mau bilang sama saya. Terus tjurhat deh sama si ija jugak. Hahahahah...

Abis kejadian itu baru saya gugling-gugling soal parfum reject. Sempet terdampar di forum FD, sempet ke blog orang juga, dan yang bikin menohok adalah artikel perbandingan parfum asli - parfum kw - parfum oplosan - parfum reject disini. Penjelasannya masuk akal banget dan dari ciri-cirinya memang parfum yang saya beli nggak mungkin original.

Di forum juga ada yang kerja di industri seperti industri parfum yang bilang, kalau barang reject itu nggak mungkin dijual keluar, pasti dihancurkan atau di remake kalau memang masih bisa  dan biaya remake dibebankan ke konsumen, makanya parfum original itu mahal. Kalau parfum reject dijual, rugilah itu pabrik, pun bikin jelek nama si perusahaan karena meloloskan barang nggak lulus QC.

Ada lagi yang bilang, misalnya itu parfum udah dc, lah mau reject darimana? Namanya dc pasti pabrik udah nggak bikin lagi, nah gimana dapetinnya coba? Kalo cuma sebijik dua biji sih mungkin karena stok lama, tapi ini kalau stoknya banyak dan barangnya dc udah lama, coba aja mikir dengan logika. Darimana barang rejectnya? Masuk akal banget, apalagi Aqua lily udah dc lama banget. Kelihatan dari botolnya yang udah gompal-gompal lapisan plastiknya, bekas stiker expired datenya, dan label yang dekil plus lusuh makin meyakinkan saya kalau yang saya beli bukan merupakan parfume The Body Shop Original yang reject.

Dari segi wangi, ada yang menjelaskan (sesuai juga dengan artikel yang pernah saya baca di majalah) kalau parfum itu ada 3 gradasi wangi. Yaitu wangi / aroma setelah disemprotkan, beberapa saat setelah disemprotkan dan alkoholnya menguap, dan wangi ketika telah menyatu dengan aroma tubuh kita. Istilahnya top note, heart note (middle note) dan base note. Itulah kenapa parfum yang ketika dipakai orang lain wanginya enak, ketika kita pakainya wanginya jadi berbeda. Karena wangi akhir si parfum bergantung dengan aroma tubuh masing-masing orang. Katanya, gradasi wangi ini yang sulit ditiru oleh para pemalsu parfum. Memang si parfum yang saya beli ini pas saya tes, seharian setelah main sama si bocil, nyuci piring, masak, tetep sama aja nggak berubah aromanya. Nggak seperti parfum-parfum lain yang saya punya....
*more info for top note, middle note and base note parfum, you may click here and here.

Lalu kenapa seller dan suppliernya bisa mengklaim kalau barang mereka dijamin keaslian isinya? Wallahua'alam bissawab.. Menurut saya, itu hanya mereka yang tau, dan itu urusan mereka dengan Tuhan mereka.

Saya?
Cukup tau saja. Alhamdulillah dengan kejadian ini jadi banyak belajar, banyak cari tau, banyak baca-baca lagi. Jadi nambah pengalaman. Jadi nambah pemahaman, juga jadi tau mudharatnya sistem dropship. Sebel sih pastinya, secara totalnya more than two hundred thou which is lumayan banget buat saya. Tapi ya sudahlah, kata kangmas ikhlasin aja. Mungkin saya kurang sedekah :D


Jadi, parfum reject yes or no?
Kalo saya sih no. Mendingan nabung dulu lalu beli parfum yang sudah jelas keasliannya saja atau sekalian beli parfum refill / isi ulang. Toh mereka jujur mengatakan kalau mereka mengisi ulang parfum, tidak mengaku asli. Yakali mau beli barang original tapi mureee. Ehehehee... No hard feeling ya buat yang nggak setuju sama postingan saya ini, sekali lagi, ini pendapat dan pengalaman saya pribadi.

Monday, May 04, 2015

Pingin Pukpuk Oliver Queen :D

Caution : Postingan ini mengandung spoiler.


Setelah ngefans sama Dean Winchester dan Sherlock versi Benedict Cumberbatch, saya ngefans juga akhirnya sama si Oliver Queen. Abisnya kangmas nggak kunjung donlotin Supernatural, terus Sherlock season 4 nya Masya Alloh entah harus sabar sampe berapa lama saya nunggunya, nggak tayang-tayang juga. *nangis di pojokan* Yang ditonton tiap minggu Forever, Arrow, The Flash dan yang ngena banget ya Arrow. Forever keren sih, tapi udah tua banget yang jadi Henry Morgan. Barry Allen oke, tapi too cute dan terlalu labil, kurang gimana gitu. Kalo Oliver Queen? Duh mak, elap iler deh saya. Ganteng, badannya oke, laki banget, dan yang bikin saya meleleh, selain sayang banget sama adiknya, dese selalu ngorbanin dirinya buat kepentingan orang lain termasuk perasaannya ke Felicity. Booo'.... Geregatan tingkat dewa deh kalo si Ollie udah kayak begitu. *berasa kenal akrab :)))))

Serial Arrow based on komik Green Arrow keluarannya DC comics, kalo saya gugling-gugling alurnya juga dibikin mirip kayak yang di komik. Awal mula komiknya dan lain-lainnya saya nggak hapal, historynya panjaaang. Sepanjang history para superheroes keluaran Amrik sana. Pas Arrow awal-awal keluar pecinta komik disana rada skeptis, soalnya yang nanyangin CW Networks, sama kayak yang nayangin Supernatural dan Vampire diaries, pada mikir ceritanya bakal drama dan nggak jelas kayak gitu juga. Tapi ternyata, banyak juga yang nonton. Rating di IMDB aja 8,3. Menurut saya, dari segi cerita dan segi action cukup berimbang. Dramanya juga nggak too much, alurnya yang maju mundur bikin saya makin penasaran. Ditambah aktingnya Stephen Amell yang ciamik dan body six packnya yang pas banget ituh rasanya nggak nyesel kadang harus ngabisin kuota inet rumah buat donlot seriesnya.

Terus kenapa pingin pukpuk si Ollie?

Tatapan kayak gini ini nih yang bikin saya pingin meluk pukpuk
Gara-gara episode kemarin yang bikin nangis bombay. Jadi Oliver demi menghidupkan kembali si Thea, nerima tawarannya si Ra's untuk jadi the next Ra's Al Ghul dan mimpin The League of Assassins. Kirain kan cuman gantiin doang ya terus udah gitu beres. Ternyata proses jadi penggantinya itu rempong udah kayak emak-emak yang mau piknik ke Ancol, Oliver nggak cuma harus latihan keras yang mana sebenernya dia udah terbiasa, tapi juga dicuci otaknya buat ngelupain masa lalunya sebagai Oliver Queen, ngelupain starling City, ngelupain orang-oarang yang dia sayang dan peduliin, belum lagi harus bunuh ini itu sebagai pembuktian keseriusannya dan kalao udah lupa sama The Old Oliver Queen. Saya kok kebawa perasaan nontonnya, ngelihat Arrow's team yang sediiih banget Oliver jadi berubah, ngelihat Felicity yang nangis sesenggukan sedih dan kehilangan Oliver, ngelihat Diggle yang seperti kehilangan saudara lagi, ngelihat Thea yang juga sedih dan merasa bersalah banget. Paling kebawa perasaan waktu lihat tatapan Oliver ke mereka, kalo kata Tompi mah, menghujam jantung. Tatapan yang gimana ya, pura-pura sadis dan nggak peduli padahal peduli dan khawatir banget, tatapan dan tindak tanduknya yang berusaha meminimalisir untuk melukai Arrow team tapi tetep biar kelihatan udah berubah dihadapan si Ra's, tatapan yang bingung, sedih, campur aduk gitu deh. Bawaannya pengen saya pukpuk.... Parahnya, sampe kebawa mimpi pingin pukpuk Olivernya. Huahaahhahahahahahahaha.... *tutup muka pake bantal*

Mimpi yang aneh, saya di dalam mimpi jadi bagian dari Arrow's team, tapi malah nyusahin dan si Oliver juga care gitu sama saya. Berasa jadi felicity deh disitu. *ngarep* Terus entah ada kejadian apa, tatapannya si Oliver sendu gitu, terus saya pukpuk deh. Saya bilang sabar ya, si Ra's emang sadis gitu orangnya. Cuekin ajalah. Abis itu saya bangun dan bengong. Asli, begong. Terlalu menghayati nih. Hahahahahaha......

Pic source here
Dari awal saya nonton Arrow, emang magnetnya si Oliver ini ekspresinya dan tatapan matanya yang entah kenapa dahsyat banget. Serius, itu muka dan tatapannya tuh kebaca, seakan-akan tanpa dialog saya tau perasaannya dia kayak apa. *sok menganalisa* Beda sama Barry Allen di The Flash, masih berasa datar ekspresinya. Well, beda jam tayang juga sih, Arrow udah season 3 mau season 4, The Flash baru mau 1 season. Oliver juga lebih heroik, dia mengorbankan banyak hal, kehilangan banyak orang yang dia sayang, difitnah, dijadiin musuh sama temen sendiri, sampe ngorbanin perasaannya sendiri. Kalo Barry Allen menrut saya lebih egois, tujuannya dia cuma nemuin yang bunuh ibunya dan ngeluarin bapaknya dari penjara, kurang heroik dan kurang mencabik-cabik perasaan. Sepertinya bagian mencabik-cabik perasaaan itu yang bikin saya stuck dan demen ngeliatin Stephen Amell macem abege alay. *ketauan banget demennya yang dramatis*

The way he look at her.... 
Bagian mencabik-cabik perasaan yang paling geregetan adalah bagian cinta diam-diamnya Felicity-Oliver. Well, Oliver pacaran sama Laurel, selingkuh sama Sara adeknya Laurel lalu di pulau Yuan yi dese jatuh cinta sama Shado tapi Shado meninggal karena gimana juga lebih milih Sara, pas balik ke starling sama Laurel lagi terus putus abis itu sama Sara dan Sara meninggal. Felicity dari awal diam-diam naruh hati sama Oliver, feeling saya Oliver juga care banget. Saya nggak bisa lupa tatapan jealous Felicity ke Sara. Nggak bisa lupa lagi pas Felicity ngakuin perasaanya ke Oliver. Lalu pas Oliver bilang i love you sebelum berangkat ke Nanda pharbat, itu saya melting dan ikutan deg-degan. Finally.... Saya berasa jadi fans garis keras Olicity deh, sampe search hestek #Olicity di Ig dan suka sama foto-fotonya, Saya selalu terbawa perasaan kalo soal Olicity. Cinta diam-diamnya, tatapan matanya, duh..... meleleh banget. Entah saya aja yang mellow apa emang akting mereka berdua keren dan berasa real jadinya saya juga ikutan kebawa perasaan. Hihihihihi..... 

Ada yang nggak meleleh ditatap kayak gini sama abang ganteng?
Pic Source here
Overall, saya demen banget nonton Arrow. Konfliknya kadang nggak terduga, plus sekarang suka ada muncul tokoh-tokoh dari The Flash jadi ada sedikit penyegaran juga. Plus lagi, itu emaknya Stephen amell waktu hamil ngidam apa sih anaknya bisa ganteng menggiurkan gitu macem es krim di musim kemarau, bikin nagih. *pasang slabernya Alif* Kalo mau nonton, mumpung baru 3 season, masih bisa banget kalo mau marathon nonton. Tapi jangan ngepens sama si Ollie yah, biar saya ajah yang jadi pengagum rahasia si Ollie. Nyahahahahahhaha..... *dilirik tajam sama mas bojo*
Aaaaaakkk... That Smile!!! *tutup muka*
Pic Source here


Sunday, May 03, 2015

Make Up Review : Wardah Exclusive Lipstick Orchid Pink (21)




Rajin amat neng ude ngeripiu lipensetip lagi?

Ada yang dalam hati ngedumel begitu abis baca judul postingan saya? Ya abis, ripiu yang kemarin itu adalah ripiu berbulan-bulan lalu yang baru saya kelarin kemaren. Terus minggu kemarin khilaf beli lipstik lagi gara-gara iseng lihat-lihat shadenya pas nunggu mbak BA Wardah ambilin bedak yang saya cari buat ii. *penting bener gitu buat diceritain?*

Sebenernya saya penasaran sama produk-produknya Wardah, tapi kok ya dua kali nemu mbak BA nya jutek nggak ramah dan nggak informatif, apalagi mbak BA di kerfur itc cemas, bikin males deh. Kalo saya tanya, dijawab singkat-singkat. Ya emang dijawab sih, tapi kan saya juga butuh penjelasan dan bantuan pilih shade pilih ini pilih itu yang mana nggak saya dapetin sama sekali. Nggak ramah pulak. Cuma ditunjukin ini ini itu itu. Ih sebel. -*tjurhat*

Balik lagi ke lipstik, berhubung pas nemu shadenya cakep, kemasannya juga bagus, warna ijo dan saya belum punya lipen dengan kemasan warna ijo, cuss deh dibawa ke kasir. Ternyataaaa... Shadenya mirip banget sama lipstik Pixy yang saya punya. Huahahaha... Tuh kaaan, emang saya mah nggak bisa jauh dr lipstik pink. Pink lagi pink lagi... Nanti kalo ngeripiu si Pixy dijejerin deh warnanya.

So, here's the abal-abal review :

Ingredients
Kemasannya biasalah ya, dibungkus kardus tipis gitu warna ijo yang bukan ijo muda tapi juga bukan ijo tua. Agak toska tapi nggak toska banget. Ya ijo Wardah lah anggep aja gitu. Ehehehehe.... Kemasan lipstiknya bukan dari plastik, semacam dari logam tipis gitu, enak dingin dan ringan kalo dipegang. Desainnya simple, cuman warna ijo dan tulisan Wardah warna silver. 


Pilihan warnanya ada banyak, tapi entah kenapa saya pilih yang nomor 21, Orchid Pink. Mau pilih-pilih yang lain dan colek-colek mbaknya jutek dan nggak sabaran, jadi males deh.


Pas dibuka, menurut saya warna pinknya nggak ngejreng banget, undertonenya yellow, jadi kelihatan lebih warm. Saya kira agak-agak sedikit coral gitu pas dipakai, ternyata nggak. Pas saya swatch warnanya agak sheer dan slidenya di kulit gampang. Tapi slide di kulit dan slide di bibir jauh beda pemirsah. Di bibir susah banget makenya, lari-lari dia, nggak set langsung nempel di bibir gitu. Harus beberapa kali oles dengan kesabaran tingkat dewa kalo mau rata. Lebih gampang kalo pakai lip brush, tapi buat emak-emak yang harus dandan super cepat, pakai lip brush nggak bisa jadi opsi. Pasrah aja deh kalo belang belentong.


Sebenernya lipstiknya enak dipake, tapi menurut saya pribadi agak oily dan gimana gitu rasanya di bibir. Tulisannya si exclusive lipstik ini mengandung squalene, vitamin e, olive oil dan jojoba oil yang fungsinya untuk melembabkan bibir, tapi jadinya berat, agak berminyak dan lari-lari pas dipake.

Swatch
Staying power gimana? Yaaa... Begitulah.  Kalo abis makan bubar jalan. Kemarin saya ngetes dibuat makan somay dan minum teh botol, masih ada sisa di bibir. Tapi abis itu nggak lama ilang. Gampang transfer juga, kalo nyiumin si bocah mah pipinya langsung merah-merah kena lipstik emaknya. Hahahahaha.... 

Dibawah ini adalah foto penampakan si saya yang udah ngantuk mau tidur tapi gatel pengen foto penampakan si Wardah Exclusive Lipstik Orchid Pink. Maafkan muka yang udah siap tidur ini. Motonya di depan lampu biar terang, aslinya si lipstik sedikit lebih gelap pinknya, nggak semuda ini. Terus itu muka saya nggak mulus kayak gitu, geradakan dan banyak milianya. Efek kamera depan settingannya entah kenapa, jadi gitu deh :D


 Brand : Wardah, Exclusive Lipstick
Shade : Orchid Pink, no. 21
Price : idr 36.000
Repurchase : Maybe