Monday, October 27, 2014

Membaca dan buku-buku

Pic Source Here
Saya suka banget membaca, terutama membaca komik dan novel. Lagipula, siapa sih yang nggak suka baca komik? Errr... Ada juga sih beberapa orang yang saya kenal yang nggak suka membaca, tapi mostly saya dekat dengan orang-orang yang suka membaca, walaupun mugkin hanya baca komik. Hihihihi....

Masa kecil saya penuh dengan buku dan membaca. Ibu saya, suka membelikan saya buku-buku bacaan, termasuk buku dongeng nusantara sampe dongeng internasional, komik, bahkan berlangganan majalah Bobo, majalah anak-anak yang terkenal semasa saya kecil. 

Saya besar di dalam keluarga yang menyukai membaca. Almarhumah nenek saya, juga suka sekali membaca. Disela-sela membereskan belanjaan pasar, saya sering melihat nenek membaca berita-berita pada sobekan kertas koran pembungkus belanjaan. Kalau sedang berkunjung dan harus menunggu, nenek saya suka sekali sembari membaca koran, majalah, atau tabloid yang terkadang bergeletakan dibawah meja tamu, tak perduli edisi baru atau lama. Ibu saya, penggila komik Ko ping ho semasa kecilnya dan penyuka novel misteri. Ibu saya sering bercerita, kalau lagi baca komik suka ngumpet di kolong meja, takut ketahuan nenek saya lalu di suruh belajar. Saya pertama kali baca novel Agatha Christie ya dari novelnya ibu saya. Tante saya pun demikian. Demi mengejar beasiswa, berbagai macam buku dilahapnya. Ada satu lemari besar di rumah yang penuh oleh buku-buku tante saya. Tante saya lalu menikah dengan rekan sejawatnya ketika mengajar di sebuah Universitas, yang juga menyukai belajar dan membaca. Om saya ini bahkan rajin mengunjungi berbagai bookfair demi mendapatkan buku berkualitas dengan harga murah. Tapi beda kelas sih bacaan saya dengan bacaan om dan tante saya. *kebaca jelas nampaknya dari kalimat awal postingan ini* Adik saya juga termasuk penyuka membaca, walaupun idem sama saya, doyannya baca komik. Hahaha..

Dulu kalau pergi ke toko buku saya bebas memilih buku apa saja, berdasarkan budget mama saya tentunya. Begitupun tante saya, nggak pelit kalau beliin saya dan adik saya. Sering banget uang jajan saya tabung demi membeli buku-buku yang saya pingin. Saya inget, beli komik dari harganya 2800 sampe sekarang sebijinya ada yang 25000. Ampun itu komik dan buku-buku naik harganya bikin sakit kepala. Jaman saya kuliah, kalau ke bookfair sama sahabat-sahabat saya, bawa uang 200 ribu itu udah muntah-muntah istilahnya. Buku yang kita beli dapet banyaaak banget sampe kewalahan bawanya. Sekarang? Ampun deh, 200 ribu cuman dapet beberapa gelintir doang.

Beberapa buku-buku dari jaman saya kecil masih ada dan tersimpan rapi, beberapa sudah entah kemana. Saya bertekad, buku-buku milik saya harus bisa turun dan dibaca oleh anak-anak saya. Saya juga seneng banget sih beli buku dongeng anak-anak gitu, selain seneng bacanya, bisa buat bacaan anak-anak saya juga kan. *ngeles cantik :))

Saya beruntung menikah dan bersuamikan seseorang yang juga suka membaca dan mengoleksi buku. Walau, lagi-lagi beda banget bacaan kangmas sama bacaan saya. Bacaan saya mah super duper ceteeeekkkk, bacaan kangmas termasuk dalam jajaran bacaan bermutu dan membuka wawasan. Dulu saya pernah ngebatin, jangan sampe saya menikah sama orang yang nggak suka baca buku, apalagi sampe ngelarang saya beli buku. Alamaak, saya bakal tersiksa banget. Saya ada lihat salah satu kawan saya, penggila buku dan komik, lalu setelah menikah, pasangannya melarang buat ngebeli komik dan buku kesukaannya dengan alasan mubazir, lebih baik buat beli susu atau diapers. Saya nggak tau hatinya gimana aslinya, walau kelihatan banget dia berusaha baik-baik saja. Tapi kalo saya digituin, nggak bisa ngebayangin. Alhamdulillah Alloh sayang sekali sama saya, dikasihNya saya suami yang baik hati dan se-visi soal buku dan membaca. Furnitur yang pertama kali kami beli setelah menikah adalah rak buku. Abisan lemari buku saya udah nggak bisa menampung koleksi buku-buku kami. Sebentar lagi saya dan kangmas berencana pesan lemari buku, mudah-mudahan rezekinya segera ada. Aamiin... Suka sedih lihat buku bertebaran dan nggak kesimpen rapi..

Impian saya kalau nanti punya rumah sendiri, harus ada satu ruangan untuk perpustakaan pribadi yang cozy. Dan tekad saya, anak-anak saya juga harus bisa menyukai membaca dan mencintai buku. Buku adalah jendela dunia. Wahyu Alloh yang pertama kali di turunkan kepada Nabi Muhammad SAW adalah perintah membaca. Iqra'. Bacalah. Memang bukan hanya sekedar membaca, tapi membaca hal-hal yang bermanfaat, hal-hal yang menambah keilmuan dan keimanan, hal-hal yang membawa kebaikan. Dengan membaca Al-qur'an dan tafsirnya, saya yakin akan sangat menambah keimanan dan kecintaan kita kepada Sang Pencipta, Allah SWT. Dengan membaca buku-buku ilmu pengetahuan, akan menambah wawasan, memberikan banyak hal yang baik untuk kehidupan. Kalo komik? Ada beberapa ilmu yang saya dapat bahkan dari sebuah komik atau sebuah novel, bukan dari buku pelajaran di sekolah. Serius. Tapi balik lagi ke jenis komik dan novelnya ya. Ada banyak juga komik dan novel yang nggak mendidik dan nggak baik untuk dibaca. Sebagai konsumen, sebagai orang tua, kita harus pintar-pintar memilih dan menyaring bacaan apa yang pantas kita baca dan anak-anak kita baca.

Banyak hal yang bisa di dapat dari kebiasaan membaca. Nggak perduli di cap nerd atau kutu buku. Yang suka ngecap macem-macem biasanya mah nggak ngerti manfaat dan kebaikan dalam sebuah buku dan kebiasaan membaca. Ada satu quote yang saya suka banget...

The more that you read, the more things you know.
The more that you learn, the more places you'll go.
-Dr. Seuss-

Jadi, nggak ada salahnya kan memulai sebuah kebiasaan baik?
Selamat membaca, semuanya... :)

0 comments:

Post a Comment