Saturday, March 31, 2012

Blooming Jasmine

Pas mau ngegembok pagar ngeliat putih-putih kecil di pohon melati yang di teras. 
Kyaaaa!!! Berbunga lagiiiii. Terus ada juga kuntumnya yang masih kecil-kecil, ada beberapa. Ya Allah, seneng banget. Sampe ngembeng ngeliatnya. Kalo nenek masih ada, beliau pasti seneng banget dan semangat nengokin tiap hari. Langsung di fotoin deh, sampe naek-naek ke teras. Soalnya yang di teras udah lama banget nggak berbunga. Terus yang mekar saya petikin, di bawa ke kamar. Saya ciumin terus, sampe bersin. Ada semutnya ternyata. Dan sambil ngembeng pastinya.. :')

Friday, March 30, 2012

Saat Nyangkut di SeVeL

Ceritanya saya norak, belom pernah ke SeVel aka Seven Eleven. Penasaran mau kesitu sejak ada di matraman, tapi apalah daya males banget ngeliatnya rame banget mulu sampe pada akhirnya bertebaran dimana-mana, tapi tetep ya bo', penuh T_T
One day kangmas ke kantor sorean karena lagi ada yang di urus. Karena kelaperan atau nggak tega sama kenorakan saya, belok aja gitu ke sevel. Yang kedua kalinya pas abis belanja di tip top, males pulang, jadinya numpang pacaran dulu deh macem abege. Haha... Dua kali ke sevel, yang paling saya doyan cuman lasagnanya. Lembut en enak banget. Kalo kangmas sih nggak laen dari chips sekatong gede make saos sama cheese chicken katsu. 
Cheese chicken katsu & Lasagna
Crunchy yummy snacks

Thursday, March 29, 2012

Travis: Closer


I've had enough of this parade
I'm thinking of the words to say
We open up unfinished parts
Broken up it's so mellow

And when I see you then i know you will be next to me
And when I need you then I know you will be there with me
I'll never leave you

Just need to get closer, closer
Lean on me now
Lean on me now
Closer, closer
Lean on me now
Lean on me now

Keep waking up (waking up)
Without you here (without you here)
Another day (another day)
Another year (another year)
I seek the truth (seek the truth) 
We set apart (we set apart)
Thinking of (thinking of)
A second chance (a second chance)

And when I see you then i know *you* will be next to me
And when I need you then I know you will be there with me
I'll never leave you

Just need to get closer, closer
Lean on me now
Lean on me now
Closer, closer
Lean on me now
Lean on me now
Lean on me now

And when I see you then i know *you* will be next to me
And when I need you then I know you will be there with me
I'll never leave you

Just need to get closer, closer
Lean on me now
Lean on me now
Closer, closer
Lean on me now
Lean on me now
Lean on me now

Closer, closer
Closer, closer

Note:
Heard this song for the first time while i randomly clicking the radio on my mp4. Dang!! The lyrics seems so fit on me, and kangmas. We're still having long distance relationship that time. Listening to this remind me of that bitter sweet memories as a LDR couple. Like Travis said, "Just need to get closer". :)

Kenangan Tentang Melati

Segelintir melati yang berbunga di teras
Sendirian di kamar karena kangmas terancam nggak pulang, masang aromatherapy jasmine yang saya beli iseng-iseng atas nama penasaran waktu pacaran minggu lalu. Wangi ini... Wangi yang biasa saya hirup berbulan-bulan lalu, ketika nenek saya masih ada dan pohon-pohon melati di depan rumah masih menghasilkan bunga yang bikin ruang tamu selalu harum dan nenek saya kegirangan merangkainya. 
Sebelum saya menikah, pagar rumah saya nggak bisa di geser, stuck dengan deretan pepohonan yang bersandar kesana dan tumbuh melebihi pagar itu sendiri. Salah satunya adalah pohon melati, yang potnya sampai pecah hingga berakar jauh ke tanah menembus lantai semen dibawahnya dan tumbuh menjulang merimbuni pagar dengan hijau daunnya. Pohon yang nggak berenti berbunga dan menghantar bau yang bersaing dengan bau kemuning di ujung satunya. Almarhumah nenek saya dengan setia setiap malam memetiki bunganya, bahkan sampai naik-naik kursi dan menarik-narik dengan sejenis kaitan khusus kalau saya nggak membantunya memetik. Hujan nggak bikin nenek saya berenti metik, beliau selalu begitu bahagia memetik melati yang saking banyaknya walau udah dipetikin masih aja ada yang berjatuhan layu nggak kepetik. Setelah dipetik, nenek akan merangkai bunga-bunga tersebut, sambil nonton sinetron, nungguin saya atau mama pulang, nungguin telpon dari ii atau nang, bahkan hingga larut malam. Melati tersebut di tusuk di batang-batang yang kering, bervariasi dengan batang baru berdaun dan berbunga melati yang mekar, di taruh di gelas aqua bekas, [atau apa saya yang bekas] yang di isi air, dan di taruh di meja tamu.  Wanginya selalu menyebar, dan saya suka. Tanpa kesan mistis. Beberapa kuntum yang tak terangkai sering dibawa ke kamarnya. Harum. Ketika melati-melati tersebut kering, nenek sering mencampurnya di seduhan teh daun, aromanya yang alami menguar lezat membuat saya lupa tentang apa itu teh celup. 
Menjelang saya menikah pagar dibenerin, dan pohon-pohon tersebut harus di pindah ke pot-pot besar dan di taruh di belakang dekat dapur. Rupanya tak lagi besar dan rimbun, bahkan sempat layu karena harus beradaptasi dengan pot baru dan akarnya yang tertanam ke tanah nggak semuanya bisa keambil. Nenek saya sedih. Sedikit ngambek. Karena nggak ada lagi rimbun melati untuk di petik dan di rangkai setiap malam. Melati yang ada di teras jarang berbunga, mungkin merasa tersaing dengan melati di pagar. Kalaupun berbunga hanya satu-dua, tidak rimbun. Saya dan mama berusaha membuat pohon-pohon tersebut berbunga rimbun lagi, termasuk menyiramnya setiap hari dengan air bekas cucian beras. Tapi nihil. Hingga nenek saya berangkat haji, dan kemudian nggak pulang lagi ke rumah ini, pohon melati yang  kini pindah ke belakang dan yang di teras hanya berbunga sesekali. Bahkan beberapa waktu setelah nenek nggak ada pohon-pohon melati tersebut layu dan kena kutu sampai harus di botakin semua daunnya. Saya yakin pohon-pohon melati juga merasa kehilangan nenek. Bahkan sampai sekarang yang di belakang masih belum mau berbunga lagi walau daunnya sudah mulai banyak. 
Wangi aromatherapy yang menguar di kamar ini membuat saya terdampar di bilik rindu, tentang nenek. Dan bunga melati kesayangannya.....

Tuesday, March 27, 2012

FOTD: Greeny Purplish

Saya lagi demen latian dandan. Seneng banget mantengin beauty blog terus jadi ngeces kepengenan punya make up tools yang macemnya aja saya nggak pernah apal sampe jadi pengen sekolah make up. *yak, ngimpi aja*
Kalo kata mama saya sih emang aja dasarnya saya centil. Xixixixi... ;p
So, this is my FOTD aka face of the day. Errrr.... Not really today sebenenya, kemarenan lah. Tapi kalo diganti jadi FOTY kan aneh. Huehehehe....
Make up yang saya pake [masih] di dominasi sama oriflame, mengingat itu jualannya mama saya dan saya sering dikasi gratisan *grin* Cuman eye shadow base saya pake la tulip, eye linernya silky girl, pensil alisnya viva, sama cream blushnya PAC yang KD.

Wednesday, March 21, 2012

Pecel campur aduk

Pecel enak banget :p~
Nasi pecel tuh emang enaaak banget. Apalagi kalo ditambahin sama bakwan sayuran. Nyaammm.... Setanggok rebusan sayuran bisa habis cuman sama saya dan kangmas. Sayurannya bisa apa aja, tergantung yang ada di kulkas. Kayak yang ini, saya rebus apa aja yang ada di kulkas. 2 iket kangkung. 2 plastik buncis [dibagi dua buat bakwan]. 2 genggam toge [dibagi dua buat bakwan]. 3 buah kacang panjang. Dan brokoli. Tadinya mau sama wortel juga, tapi abis dipake buat bakwannya. Nggak harus ada daun singkong dan daun pepaya [big no for the last one, paiiitttt] Pernah juga pake bayam. Sehat banget kaan? Tapi masalahnya sampe sekarang saya nggak bisa bikin bumbu pecel yang enak dan pas di lidah sesuai selera. Errr... Nggak pernah nyoba bikin sih, seems so rempong soalnya. Udah gitu ada yu jualan sayur yang biasa bikin bumbu pecel enaaak dan bahan-bahannya terjamin. Jadinya nyetok deh di kulkas. Kalo kepengen pecel tinggal ambil bumbu dari kulkas, siram pake aer panas, aduk-aduk. Jadi deh. Bisa encer atau agak kentel, sesuai selera aja. Terus rebus-rebus sayur dan bikin bakwan. Gampang kan? Hehehe... *pemalas detected*

Try my Luck on Lue's Giveaway

Another blog walking, found this sweetie cute blog. Skin blognya cewek banget, cute. Si empunya juga lagi ngadain giveaway. Well, gonna try my luck on this giveaway mengingat pemenangnya cuman dua orang. Hadiahnya itu lutju banget, saya jadi ngeces :p~
Bener kan? Lutju dan menggemaskan... Cara ngedapetinnya bisa dilihat disini ya. Wish me luck....

Tuesday, March 20, 2012

2nd posting tentang #suami [copas]

Picture taken from here
Semalem abis nyetrika ceritanya iseng twitteran, nungguin kangmas kelar maen game onlen. Nemu Adhitya Mulya kultwit lagi tentang #suami. Menurut saya kali ini lebih berat dan tajam dari tweet tentang  #suami sebelumnya. Tapi saya nggak ngerasa tertohok kok, secara ya saya istri, bukan suami. Dan suami saya Insya Allah jujur dan terus terang soal  aset dan penghasilan sama saya. Hehehehe.... 
Pemikirannya Adhit bagus dan to the point. Makanya saya copas lagi disini. Biar bisa buat bahan belajar mengingat saya dan kangmas masih newbie di dunia pernikahan :)
Seperti yang sebelumnya juga, yang typo nggak saya benerin. Maaf jugak kalo warna warni. Efek mood baik saya yang entah kenapa terjun bebas :D
  • Tengah malem. Pada tidur ya? Mau share dikit ttg suami. Hestek  #suami  ya.
  • Waktu baru masuk kerja dulu ada pegawai senior, mid 40s. Tipikal pegawai senior yg sotoy yg ngasih nasehat di saat kita ga butuh.  #suami 
  • At 1 lunch dia tiba2 kasih nasehat ttg bgm manage incomenya. Katanya, istri ga usah tau berapa gaji  #suami. Cukup dia kasih n istri manage.
  • Ada balance yang dia  #suami pegang sendiri. Untuk senang2. Katanya, dia udah cape kerja. Dia layak dpt balance ini. Keeps him happy
  • I literally wanted to shove my fist up his anus. Too bad we're having lunch.  #suami
  • I have a different opinion about how  #suami manage income u/ keluarga. Agak ekstrim sih. Many of u wldnt agree. But here it is:...
  • Setiap manusia dlm hidupnya sbaiknya mengerjakan u/ menyiapkan diri menjawab pertanyaan di alam kubur  #suami horor ye? But here's d thing...
  • Gue selalu takut nanti ditanya, have u done your best providing for your family? Kalo ga bisa jawab, ngeri siksanya.  #suami
  • Dari situ, I grew up thinking, once married, MY fun time is over. Take responsibility. Ga ada tuh sembunyiin gaji dari keluarga.  #suami 
  • Logikanya: why would I lie to the very same people that I am responsible for? (even in the afterlife)? Itu namanya mangkir tgg jawab.  #suami 
  • So, once married, I stop spending. Start saving, gak ada sembunyi2 gaji. Istri tahu semua aset. I've saaid this many timesn say again  #suami 
  • #suami meninggal 9 tahun lbh cepat dari istri. If we love her, I will mae sure I leave her n family in good state. Bukannya malah bikinrepot
  • Kalo kita sayang istri kita, kita akan kasih tau semuanya. Krn kalo ga, istri anak bisa repot bgt urus warisan. Malah bisa ditipu.  #suami
  • Ada yg aset  #suami , si anak istri gak tau. Pasca wafat, tau2nya ditempatin istri kedua. Duarrr... Itu sih namanya dari dulu gak niat setia.
  • If we're loyal, we hv nothing to hide. If we hide something, then either 1. We dont love them, 2. Don't trust them 3. Kta niat nakal  #suami 
  • #suami yg baik itu bahkan saat udah ga ada, bisa memberikan ketenangan pada org2 yg dia cintai. Doa merekka jadi lancar juga menyertai.
  • Ada juga  #suami yg sembunyiin aset krn ga tahan istrinya boros. Atau kebalikannya. Yah itu mah beda konteks dari twit gue ya.
  • bagi pasangan yg ga dikasih tau berapa phasilan or aset pasangannya, just be careful. U might need to rethink d entire marriage altogether.
  • Its about responsibility. Kalo gak mau responsible, then why bother marry someone. Have all the salary to yourself.  #suami
  • Itu aja sih sharing gue. Agak ekstrim mungkin bagi beberapa. But it works for me. And my family. Because they're my responsibility.  #suami
  • I guess, d most important part of this, is: why wld I lie to d same ppl that I'm responsible for? Tidak kah itu malah dosa namanya? Mangkir.
  • Ok tweeps, segitu aja. Mohon maaf kalo ada yg tertohok atau tersinggung. Can always unfollow. This is just what I believe in.  #suami

Wednesday, March 14, 2012

Another Woman Story

Picture taken from here
Beberapa waktu yang lalu saya nemenin mama ke pengadilan agama. Entah kenapa kalo saya nyebut pengadilan agama pada mikir perceraian. Padahal yang diurus di pengadilan agama kan nggak melulu tentang perceraian. -.-'
Saya dan keluarga saya waktu itu dateng pagi-pagi, eh udah dapet antrian sidang nomer 12 aja, sedangkan sampe jam 9 lewat masih belom  ada persidangan yang di mulai. Errgghhh... Mulai senewen deh saya, apalagi saya juga nggak betah duduk lama-lama dan ngantuk  banget. Setelah bosen fesbukan, twitteran, baca novel, sampe bacanda sama adek saya sambil nguap-nguap, baru deh mata saya jelalatan ngeliatin sekitar. Di bangku deretan depan saya, ada ibu-ibu separuh baya bawa anak kecil umur 6 tahunan yang awalnya saya pikir cucunya. 
Ibu itu, sebut aja ibu A, sedikit basa basi sama mama dan ii, nanyain kita dapet nomer urut berapa. Ibu A bilang dia dapet nomor 5, tapi harus dateng pagi-pagi banget. Abis itu, terjadilah percakapan singkat kayak gini:

Ibu A : Sidang cerai juga ya bu? Bawa saksi-saksi?
Ii : [bengong dan shock langsung melukin lengan om saya kenceng-kenceng] Nggak bu, ini ngurus akta waris alm. mama saya.
Ibu A : Ohhh... Kalo saya sidang cerai, udah 5 kali.
Ii : [Meringis]
Ibu A : Biasanya kalo sidang pada cepet-cepet kok bu, kan biasanya pada di suruh dateng lagi gitu. Yang paling lama seringnya saya.
Ii : Kenapa emangnya bu?
Ibu A  : Soalnya saya kekeuh nggak mau cerai, suami saya juga kekeuh mau nyerai saya.
Ii : [Bengong]

Ngeliat ii meringis melulu, mama ikut turun tangan deh. Terjadilah obrolan sama ibu A, yang lebih kedengeran kayak curhat dibanding obrolan. Curhat yang bikin saya miris dan bengong. Jadi Ibu A udah menikah berbelas-belas tahun sama suaminya sampe menghasilkan TUJUH orang anak, yang paling besar baru lulus sma, yang dia bawa-bawa anaknya yang bungsu. Ternyata suaminya punya WIL, kemudian dinikahin lah wil-nya itu. Si ibu A ini sebenernya nggak rela, tapi demi anak-anaknya dia bertahan. Si suami yang ngerasa dapet angin, malah tambah kebangetan. Istri mudanya dibawa tinggal dirumah ibu A sampe punya anak 1. Pengorbanannya ibu A udah segitunya, eh sekarang malah mau di cerai. Anak bungsunya terpaksa dibawa setiap sidang karena di rumah nggak ada yang jagain, kakak-kakanya sekolah dan kerja. 
Serius saya bengong. Saya nggak abis pikir, otak dan hati suaminya itu ada dimana. Memaksa menceraikan perempuan yang udah ngedampingin dia bertahun-tahun, perempuan yang mengandung dan ngelahirin 7 anak dari rahimnya, perempuan yang cintanya di madu, perempuan yang membiarkan perempuan lain tinggal dan hidup seatap, perempuan yang saya yakin hatinya udah nggak berbentuk lagi. Laki-laki macem apa yang membiarkan istri dan anak-anaknya terluka? 
Saya cuman outsider. Saya cuman mendengar cerita dari satu sisi, si ibu A. Saya nggak ngerti kehidupan ibu A ini sebenernya kayak gimana, adem ayem kah, atau perang piring tiap hari. Saya nggak liat keseharian ibu A dengan suami dan keluarganya gimana. Tapi yang saya baca dari raut wajahnya, pasti hatinya udah remuk nggak berbentuk ngeliat suami yang dicintai bawa perempuan lain pulang dan tinggal seatap. Dan pengorbanan hatinya untuk anak-anak yang di cintai tetep sia-sia karena si suami kekeuh menceraikannya.
Saya speechless. Dalam hati saya memaki-maki suami ibu A. Memaki laki-laki. Yang nggak bertanggung jawab. Saya tau di luaran sana pasti banyak laki-laki yang busuknya jauh lebih parah dari suami ibu A. Saya pingin tau, terbuat dari apa otak dan hati laki-laki kayak gitu. Tapi saya juga tau, masih banyak juga laki-laki yang tulus dan bertanggung jawab, sayang keluarga. Walaupun mungkin nyarinya susah banget ya, tapi pasti masih ada. Semoga saya dan orang-orang yang saya sayang terhindar dari hal-hal sedemikian. Aamin Yaa Robbal 'Aalamiin...

Tuesday, March 13, 2012

Minty Lemon Tea

Nemu resep ini di buku Kumpulan Resep Sedap Khusus Pemula edisi puding dan minuman. Tertarik bikinnya karena simpel dan gampang banget bikinnya di banding resep-resep yang lainnya. Hehe... Bahan-bahannya juga gampang di dapetin. Yang paling peting resiko gagalnya dikiiit banget. Xixixixixi....
Minuman ini pas banget di bikin di musim yang nggak jelas gini. Kalo lagi ujan-ujan, di minum anget bisa. Di perut dan tenggorokan rasanya enak banget. Kalo lagi panas, tinggal dinginin di kulkas atau cemplungin es batu. Slrrruppp... Seger. Kombinasi asam-manis-dinginnya pas. Kandungan yang ada di dalam minuman ini menurut saya bagus banget buat vitalitas dan mencegah penyakit nyangkut. Antioksidan ada di dalam teh, vitamin C dari sari lemon dan daun mint. Kandungan minyak asiri dalam daun mint juga bisa ngobatin masuk angin dan perut kembung loh. Saya pernah nyoba minum ini waktu lagi masuk angin, hasilnya perut saya enakan.
Saran saya, kalo beli daun mint-nya pastiin daunnya fresh. Soalnya kalo daunnya udah nggak gitu fresh, aroma dan rasa mintnya kurang keluar. Kalo nggak ada lemon bisa di ganti sama jeruk nipis juga. Tapi rasa asam dan volume penggunaannya juga beda ya. Hasilnya kalo make jeruk nipis juga agak butek walau tetep seger dan enak. Terus lagi, sebaiknya air lemon dimasukin ketika udah nggak terlalu mendidih airnya, karena kata mama saya khasiat vitamin c dalan lemon bisa hilang kalo terkena air mendidih. Misalnya mau bikin banyak, tinggal di kali 2 aja bahannya, atau dikira-kira sendiri. Kalo saya pribadi suka yang banyak daun mintnya dan nggak terlalu manis :)

Bahan:
  • 300 ml air
  •  2 kantong teh celup
  • 50 gram gula pasir
  • 2 sendok teh air jeruk lemon
  • 15 lembar daun mint
Cara bikinnya:
  • Air di didihkan sama daun mint
  • Masukin teh celup, diamkan sampe kecokelatan.
  • Tambahkan gula, aduk sampai larut.
  • Tuang air jeruk lemon.
  • Sajikan

Friday, March 09, 2012

Craving for Indomie Kari

Mie kari telor bakso
Beberapa hari ini cuacanya nggak jelas. Panas, ujug2 mendung, terus ujan angin. Tapi ini tadi maghrib ujan deres bener, anginnya juga kenceng. Sendirian di rumah, jadi kelaperan tiada tara. Suddenly i'm craving for indomie kari ayam. Bukan, saya nggak ngidam, cuma tiba-tiba kepingin. {apa bedanya coba} Dan harus indomie, bukan mie kari merk yang laen. Eh saya bukan buzzer, bukan promo, cuman cerita doang ya. Ujan-ujan kan enaknya makan yang berkuah dan anget bukan? Hehe... ;p
Saya tadi kangen banget sama alm. nenek saya. Nenek saya suka banget sama indomie kari, entah kenapa. Saya suka gonta ganti merk mie instan, sekedar pengen tau aja. Tapi nenek selalu bilang rasanya aneh, kurang asin, baunya nggak enak, apalah itu. Ujung-ujungnya balik lagi ke indomie kari ayam. Indomie rasa yang lain? Nenek mau kalo kepepet nggak ada rasa kari ayam. Jadi saya dan mama selalu nyetok indomie kari di lemari minimal 4 bungkus, untuk nenek saya. Saya masih inget, nenek saya suka banget mie bikinan saya. Mungkin cuma mau nyenengin saya aja, mengingat mie instan kan rasanya sama aja.
Mie kesukaan nenek, porsinya dobel a.k.a dua bungkus. Nggak muat di mangkok biasa, jadi saya selalu make mangkok agak gede khusus buat mienya nenek. Pake irisan cabe rawit yang banyak. Pake sayuran yang banyak, sayurannya apa aja. Pernah di rumah nggak ada chai sim, nenek minta dipakein irisan kol, sawi putih, bahkan  pernah pake kangkung. Sayuran apa aja yang ada di kulkas. Kalo nggak ada juga ya kepaksa deh polos. Kadang minta pake telor, tapi seringnya nggak. Katanya amis. Bakso? Nenek saya nggak pernah doyan. Taburin sedikit bawang goreng buatan mama saya. Sediain juga saus sambal botolan yang ekstra pedas. Nenek saya bakalan lahap banget makannya. Apalagi kalo sambil nonton sinetron kesukaannya, bisa habisnya lamaaa banget.
Tadi saya udah nggak bisa masakin indomie kari kesukaan nenek lagi. Kalo saya bikin, yang ngabisin siapa? Saya udah nggak sanggup ngabisin porsi dobel. Nggak ada chai sim juga. Akhirnya saya bikin yang kayak biasa, pake telor dan bakso. Saya tambahin irisan rawit sedikit, dan bawang goreng. Syukurnya saya masih suka beli indomie kari, entah kenapa. Mungkin jauh di alam bawah sadar saya, saya masih berharap saya bisa masakin nenek saya indomie kari kesukaannya. 

Thursday, March 08, 2012

Good bye words for fruit star tree

Picture taken from here
Dalam rangka ngeluasin kamar, pohon belimbing di samping kamar saya di tebang. Bukan mau saya, tapi maunya mama. Sediiihhh... Kata mama pohon itu dikasih sama alm. Pak Bakri, yang buka pijat tusuk jari, kayak sejenis refleksi gituh, bertahun-tahun yang lalu. Setelah gede, almh. nenek sayang banget sama pohon belimbing tesebut. Buahnya banyaaak banget. Walaupun kecil-kecil dan nggak bisa gede, waktu masih ijo aja manis banget. Kalo lagi berbuah nenek rajin banget ngambilin buahnya, pake galah di jolok-jolok, sangkutan terus dikait-kaitin, ampe bela-belain naik-naik tangga. Hasilnya, bisa berbaskom-baskom, sampe menuhin kulkas dan bisa di ekspor ke rumah ii. Udah gitu, saya, mama, ii, dan nang seringnya udah tinggal makan doang. Nenek yang ngupasin. Betapa beruntungnya saya... Kalo saya udah males makaninnya saking bosen karena banyak banget dan nggak abis-abis, nenek suka minta blenderin, jadi jus belimbing. Nenek juga yang rajiiin banget nyapuin daun-daun yang berguguran dan nyuruh tukang buat mangkasin batangnya. Saya sih palingan cuman bantuin bawain serok dan ngebuangin sampahnya. Setelah nenek nggak ada, sampe kemaren, entah kenapa itu pohon nggak mau berbuah. Cuman berkembang aja, terus gugur deh. Saya heran. Mungkin pohonnya ngerasa kehilangan nenek juga kali ya..
Waktu mama mau ngeluasin kamar saya, saya kekeuh supaya pohonnya tetep ada. Tapi akhirnya keputusan mama juga yang menang. Dan tadi pagi pohon belimbing kesayangan nenek di tebang. Nggak bersisa. Saya cuman bisa nangis sama kangmas. Don't know why, it feels so sad and desperately. Kosong di dalam hati saya makin bertambah. Saya bahkan nggak sempet mengabadikan pohon belimbing tersebut, karena udah beberapa hari ini pintu buat ke samping kamar saya nggak bisa dibuka, kehalang tanah dan bahan bangunan apa segala macem.
Selamat tinggal pohon belimbing.. Terima kasih selama ini udah ngerindangin samping kamar saya dan ngademin kamar, udah jadi tempat mampir burung-burung yang bikin hari-hari saya nggak sepi, udah ngasi buah yang banyaaak banget buat saya dan keluarga saya sampe sering berjatuhan nggak kemakan, udah nyenengin alm. nenek saya dengan buah yang manis dan banyak. Maafin saya ya, nggak bisa mertahanin supaya bisa tetap tumbuh dan berbuah di samping kamar saya. Kalo ketemu sama alm. nenek saya di atas sana, tolong bilang saya minta maaf, saya nggak bisa ngerawatin pohonnya kayak nenek, nggak bisa perjuangin kayak dulu nenek yang kekeuh supaya nggak di tebang. Maaf.... :'(

Quote: Live Life



"You have to live life moving forward, not back."


Danger D'Amo / Tick Tock / Time Keeper in Spy Kids: All the Time in the World 

2nd #makeupchallege for @looxperiments

Tema #makeupchallenge @looxperiments kali ini favorite celebrity. Dari awal tau udah berseliweran pengen nyoba dandan macem-macem. Tapi nggak ketemu pengen kaya siapa. Nasib nggak pernah bener-bener ngefans sama seleb. *Sigh* 
Wiken kemaren kangmas ngajak pacaran, karena saya lagi dilanda kenarsisan, pake trial and error dandan pastinya. Gugling dulu dong, mengingat pengen submit di #makeupchallenge. Tiba-tiba muncul fotonya marshanda. Nahhh... Kayak marshanda aja degh. Makeupnya natural, mengingat saya newbie di dunia dandan. Ituh make liner aja masih belepotan, padahal 10 menit sendiri. Ngeblendnya juga ancur-ancuran. haha... Harap di maafkeun... -.-' 
So, here it is. My 2nd submit for #makeupchallenge... Marshanda wanna be.. :D
#makeupchallenge, favorite celebrity
Inih suami saya yang paling ganteng, bukan Ben kasyafani loh :D
Perabot lenongnya sebelas dua belas lah sama yang kemaren-kemaren :D

- Face:
  • Lancome Genefique & Visionnaire
  • Oriflame Giordani Gold Adaptive Foundation Natural Beige
  • Marcks Beauty Powder Creme
  • Oriflame Sublim Pressed Powder Natural
- Eye & Eye brow:
  • Viva Eyebrow Pencil Black
  • Oriflame Colour Quartet For Eyes Harmony 2513
  • Silky Girl Double Intense Eyeliner Black
  • Oriflame Eye Intensity Charcoal Grey
  • Oriflame Giordani Gold VIP Volume Mascara Black
- Cheek:
  • PAC KD Star Lush Creamy Blush Groovy Burgundy
  • Oriflame Giordani Gold Bronzing Pearls Natural Radiance
- Lip:
  • Oriflame Tender Care
  • Oriflame Colour Attraction Frou Frou 12123

Thursday, March 01, 2012

01 Maret 2012

01 Maret 2012
Hari ke 100 berpulangnya nenek
Hari ke 123 sejak terakhir kali aku melihatnya dan mencium tangannya
Dan [masih] terus berusaha membiasakan diri dengan kekosongan tanpanya

Tak cukup ucapan terima kasih atas semua bantuan, pertolongan, kehadiran, dukungan, dan doa dari keluarga besar, saudara, sahabat, rekan, dan tetangga, sampai di hari ke 100 perpulangnya nenek tersayang. Semoga Allah membalasnya dengan berkali-kali lipat.

Nenek, semoga Allah selalu merahmati nenek, dan mempertemukan kami dengan nenek di syurga nanti. Aamin Yaa Robbal 'aalamin...