Saturday, February 21, 2009

Kamu Tak Termiliki


Aku pernah bermimpi menjumpaimu di penghujung hari, ditemani semburat jingga dari mentari yang pulang ke peraduan.

Entah kenapa raut mu sendu. Menghujamkan pertanyaan kelam di dasar hati. Adakah pertanda bahwa waktu kita berakhir? Dan letih yang menggelayut itu lantaran kamu menyerah dengan keadaan?

Aku tak bertanya. Kamu hanya menatap. Langit semakin gelap.

Tiba-tiba kamu mendekapku. Erat sekali. Mataku memanas walau dekapmu terasa nyaman.

Sedetik kemudian kamu mengecup keningku pelan. Lembut. Sehingga aku terpana. Inikah saatnya?

Lantas kamu pergi.

Dalam helaan nafas aku terkesiap.

Masih terasa harum mu di semilir bayu yang ku hirup.

Masih kulihat bayangmu dalam naungan senja yang memerah.

Dan aku terbangun dengan isak tertahan.

Hanya mimpi ternyata.

Tapi menyesakkan.

Mendapati bahwa dalam mimpi pun kamu tak termiliki.

1 comments:

babe said...

Wah puisinya.........

Post a Comment